5 Tanda Jelang Persalinan Tanpa Flek

Mama perlu memperhatikan tanda-tanda persalinan yang mulai terasa dari tiga minggu sebelum HPL

16 September 2021

5 Tanda Jelang Persalinan Tanpa Flek
Unsplash/The_heaven_girl

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil seharusnya sudah perlu mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Mama mungkin sudah mengetahui hari perkiraan lahir (HPL) ketika berkonsultasi dengan dokter kandungan, namun sebagian besar ibu hamil bisa melahirkan sebelum HPL yang telah ditetapkan. 

Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan tanda-tanda melahirkan yang biasanya sudah mulai terasa dari tiga minggu sebelum HPL. Salah satu tanda melahirkan, yakni keluarnya flek atau cairan pada vagina akibat pecah ketuban. 

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat flek tidak keluar hingga menjelang waktu persalinan. Lalu, bagaimana mengenali tanda-tanda melahirkan tanpa flek?

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa tanda jelang persalinan tanpa flek yang sering tidak disadari. 

1. Sulit tidur di malam hari

1. Sulit tidur malam hari
Unsplash/Tsujigimi

Ibu hamil umumnya mengalami sulit tidur jelang melahirkan. Tidur malam akan terganggu karena muncul perasaan gelisah menghadapi persalinan. Kondisi tersebut biasa terjadi selama beberapa minggu sebelum HPL. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu mengatur istirahat cukup di siang hari. Maka dari itu, Mama tetap memiliki tenaga yang cukup ketika menghadapi proses persalinan. 

Editors' Picks

2. Sering buang air kecil

2. Sering buang air kecil
Unsplash/Prateekkatyal

Memasuki trimester ketiga, bayi akan turun ke rongga panggul. Kondisi tersebut menyebabkan rahim menekan area kandung kemih. 

Akibatnya, Mama akan sering buang air kecil dibanding hari-hari sebelumnya. Kondisi sering buang air kecil itu biasa terjadi pada malam hari, sehingga berisiko mengganggu kualitas tidur. 

3. Kram perut

3. Kram perut
Unsplash/Sickhews

Tanda selanjutnya, yakni kram perut atau rasa nyeri pada punggung. Kondisi itu menandakan posisi bayi sudah berada di dalam tulang panggul. 

Kram perut jelang persalinan umumnya sama seperti kram yang dirasakan ketika mendekati waktu menstruasi. Namun, rasa sakit yang ditimbulkan lebih terasa dibanding kram menstruasi. 

Untuk mengurangi rasa sakit pada perut, maka Mama bisa meminta bantuan pasangan untuk mengusap bagian perut atau punggung. 

4. Perubahan emosional

4. Perubahan emosional
Unsplash/Julienlphoto

Menjelang waktu persalinan, ibu hamil secara umum akan merasakan perubahan emosional seperti mudah marah dan moody. Perubahan emosional itu bisa terjadi selama beberapa hari saja atau berlangsung lama hingga waktu persalinan. 

Perubahan emosional yang dirasakan pun sama seperti masa-masa trimester pertama kehamilan atau mendekati waktu menstruasi. Mama sebaiknya melakukan aktivitas-aktivitas menyenangkan untuk menenangkan pikiran jelang persalinan. 

5. Mengalami kontraksi 

5. Mengalami kontraksi 
Unsplash/Jonathanborba

Tanda terakhir jika waktu persalinan sudah dekat, yakni mengalami kontraksi. Mama pun harus bisa membedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi asli tanda mau melahirkan. Kontraksi asli umumnya dirasakan di daerah perut hingga pinggang. 

Kontraksi juga dirasakan bersamaan dengan muncul rasa mual dan mulas yang luar biasa. Durasi dan intensitas kontraksi akan terus bertambah hingga waktu persalinan. Kontraksi juga datang bersamaan dengan rasa nyeri di bagian perut atau punggung. 

Mengetahui tanda-tanda melahirkan sangat penting bagi ibu hamil. Apabila Mama sudah merasakan tanda-tanda melahirkan seperti yang disebutkan di atas, tak perlu khawatir atau panik. 

Mama bisa langsung mendatangi dokter dan berkonsultasi, bahkan ketika tidak ada flek yang keluar. Jangan lupa untuk mempersiapkan perlengkapan melahirkan dan menentukan siapa yang akan mendampingi Mama selama persalinan.

Semoga informasi ini bisa memberikan pengetahuan baru seputar kehamilan ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.