Meski Lebih Aman dari Tembakau, Ini Bahaya Mengisap Vape saat Hamil

Rokok elektrik tetap memiliki efek samping yang membahayakan ibu hamil dan janin

22 Oktober 2020

Meski Lebih Aman dari Tembakau, Ini Bahaya Mengisap Vape saat Hamil
Pexels/Thorn Yang

Merokok atau terpapar asap rokok dapat menimbulkan masalah kesehatan, terutama saat hamil. Meski begitu, kebiasaan ini sulit untuk dihilangkan, termasuk saat hamil.

Sebagian perempuan yang merokok mungkin sudah berusaha untuk berhenti total atau beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik (vape). Rokok elektrik berisi cairan akan bekerja saat cairan dipanaskan dan berubah menjadi uap. Uap ini kemudian dihirup oleh perokok.

Rokok elektronik ini terlihat lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau. Tetapi apakah jenis rokok ini aman untuk ibu hamil dan janin?

Kali ini Popmama.com akan mengulas mengenai bahaya mengisap vape saat hamil. Yuk, simak bersama agar tidak salah langkah, Ma.

Apakah Rokok Elektrik Lebih Aman dari Rokok Tembakau?

Apakah Rokok Elektrik Lebih Aman dari Rokok Tembakau
Unsplash/VapeClubMY

Banyak yang percaya bahwa rokok elektrik lebih aman untuk diisap daripada rokok tradisional dan hal ini benar. Namun, ini tidak berarti rokok elektrik baik untuk ibu hamil.

Rokok biasa mengandung sekitar 7.000 bahan kimia di dalamnya, yang sebagian besar beracun. Merokok secara teratur telah diketahui menyebabkan banyak masalah kesehatan, di mana kanker merupakan salah satu masalah yang sangat serius.

Rokok elektrik juga dikaitkan dengan penyakit paru-paru dan kanker. Kadar nikotin yang terkandung dalam rokok elektrik tidak selalu dilaporkan dengan benar pada kemasannya. Bahan kimia berbahaya selain nikotin telah ditemukan dalam aerosol rokok elektrik, kartrid, dan isi ulang, yang menjadikannya sebagai ancaman serius bagi kesehatan.

Editors' Picks

Bahan yang Terkandung dalam Rokok Elektrik

Bahan Terkandung dalam Rokok Elektrik
pixabay.com/Kjerstin_Michaela

Cairan yang dipanaskan untuk menghasilkan uap pada rokok elektrik dan dihirup oleh penggunanya sering disebut dengan e-liquid. Meskipun ada banyak bahan kimia yang mungkin digunakan untuk membuat e-liquid, ada empat bahan standar yang digunakan, yaitu:

Nikotin

Nikotin dapat menyebabkan kecanduan. Hal yang sama berlaku untuk rokok biasa. Nikotin diketahui dapat meningkatkan kecepatan pernapasan, tekanan darah, dan detak jantung.

Selain itu juga dapat merangsang sistem saraf pusat pengguna. Saat mencapai otak, tingkat dopamin mulai meningkat dan perasaan senang dilepaskan. Nikotin dikatakan sebagai ramuan yang membuat otak menjadi kecanduan zat lain.

Gliserin

Bahan ini tidak berwarna dan tidak berbau. Gliserin memiliki rasa yang sedikit manis. Ini merupakan salah satu bahan yang cukup aman yang digunakan dalam cairan rokok elektrik

Propylene Glycol (PG)

Cairan ini dibuat di laboratorium. Propylene Glycol juga digunakan dalam kosmetik dan makanan. Bahkan digunakan sebagai bahan dalam kabut dan asap buatan. Efek sampingnya adalah dapat mengiritasi mata dan paru-paru. Dampaknya akan lebih besar bagi mereka yang mengidap penyakit paru-paru seperti emfisema dan asma.

Perasa

Jumlah rasa yang tersedia di rokok elektrik sangat mencengangkan, Ma. Lebih dari 7.000 rasa telah dibuat, seperti kelapa, berry, ceri, kue tart manis, apel segar, mentol, dan kayu manis.

Ada banyak bahan yang digunakan untuk membuat rasa ini. Salah satu bahan yang disebutkan secara khusus adalah diacetyl. Bahan ini juga dikenal untuk menciptakan rasa mentega yang ditemukan di beberapa popcorn. Meski sudah biasa untuk dikonsumsi, konon diacetyl sangat berbahaya jika terhirup. Bronkiolitis Obliteratif (OB) adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan diyakini bahwa diacetyl dapat memicunya.

Efek Samping Rokok Elektrik untuk Ibu Hamil

Efek Samping Rokok Elektrik Ibu Hamil
Freepik/prostooleh

Jika Mama mengisap rokok elektrik atau rokok tembakau selama hamil, Mama membahayakan diri sendiri dan janin. Meski lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau, rokok elektrik mengandung nikotin, sehingga tetap akan menimbulkan masalah yang sama seperti rokok tembakau.

Berikut beberapa masalah serius akibat mengisap vape saat hamil, yang perlu Mama pertimbangkan:

  • Meningkatkan risiko keguguran.
  • Kehamilan ektopik (ketika sel telur mulai tumbuh di tempat yang salah setelah dibuahi, yang sering berakhir dengan keguguran).
  • Persalinan prematur.
  • Uap yang dipancarkan dari rokok elektrik sama berbahayanya dengan asap yang dikeluarkan dari rokok biasa.
  • Rokok elektrik mengandung nikotin, yang dapat dihirup secara langsung.
  • Aerosol mungkin juga mengandung bahan-bahan yang berbahaya.

Efek Negatif Rokok Elektrik untuk Janin

Efek Negatif Rokok Elektrik Janin
Freepik/Macrovector

Tidak hanya ibu hamil, janin pun ikut merasakan efek samping dari rokok elektrik ini. Berikut adalah beberapa masalah sangat serius yang mungkin dialami oleh janin:

  • Risiko bayi lahir mati.
  • Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah.
  • Meningkatkan risiko cacat lahir.
  • Ada risiko sindrom kematian bayi mendadak, kolik, asma, dan ADHD.

Itulah bahaya mengisap vape saat hamil. Merokok merupakan salah satu hal yang membahayakan kesehatan, baik itu rokok tembakau atau elektrik. Demi kesehatan mama dan janin, cobalah untuk menghentikan kebiasaan ini, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.