Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Waspada, Infeksi Streptococcus Grup B saat Hamil Bisa Menular ke Bayi

Waspada, Infeksi Streptococcus Grup B saat Hamil Bisa Menular ke Bayi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Streptococcus Grup B (GBS) adalah bakteri yang bisa hidup tanpa gejala pada ibu hamil.

  • Infeksi saat hamil dapat menular ke bayi ketikan persalinan.

  • Infeksi GBS pada bayi dapat memicu komplikasi berat seperti sepsis, pneumonia, meningitis, hingga gangguan perkembangan jangka panjang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Streptokokus grup B (GBS) adalah bakteri yang umumnya hidup di saluran reproduksi dan pencernaan perempuan. Infeksi bakteri ini terjadi ketika jumlah bakteri meningkat. Jumlah GBS yang berlebihan dapat memicu infeksi saluran kemih (ISK). Namun, infeksi ini bisa terjadi tanpa menimbulkan gejala.

Hal inilah yang membuat keberadaan infeksi sering tidak disadari dan tidak selalu dianggap sebagai infeksi aktif. Infeksi bakteri saat hamil perlu diwaspadai karena bakteri dapat menular ke bayi, terutama saat proses persalinan. Penularan tersebut berisiko menyebabkan komplikasi serius pada kesehatan bayi.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan mengenai infeksi Streptococcus Grup B saat hamil bisa menular ke bayi.

Table of Content

1. Infeksi streptococcus grup B bisa menular ke Bayi

1. Infeksi streptococcus grup B bisa menular ke Bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Infeksi streptococcus grup B (GBS) merupakan kondisi yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil karena dapat menular ke bayi saat proses persalinan. Melansir dari Health Library OSF HealthCare, penularan ini terjadi ketika bayi melewati jalan lahir yang mungkin telah terkolonisasi bakteri GBS. Tanpa disadari, bakteri tersebut bisa berpindah ke tubuh bayi dan berpotensi menyebabkan infeksi serius.

GBS umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun pada ibu hamil. Artinya, seorang ibu bisa saja membawa bakteri ini tanpa merasakan keluhan tertentu. Karena inilah, pemeriksaan atau skrining GBS menjelang persalinan menjadi sangat penting.

2. Komplikasi yang bisa terjadi pada bayi akibat infeksi GBS saat Hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Infeksi Streptococcus Grup B (GBS) menimbulkan berbagai komplikasi sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir. Selama kehamilan, bakteri GBS dapat menyebabkan infeksi pada cairan ketuban, selaput ketuban, dan plasenta yang dikenal sebagai korioamnionitis.

Kondisi ini berbahaya karena dapat memicu peradangan di dalam rahim dan meningkatkan risiko persalinan prematur. Selain itu, pada bayi baru lahir, infeksi GBS saat hamil juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan pada bayi.

  • Sepsis (infeksi darah)
    Terjadi ketika bakteri masuk ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini berkembang cepat dan bisa mengganggu fungsi organ penting.

  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
    Menyebabkan gangguan pernapasan, seperti napas cepat, sesak, atau suara napas tidak normal.

  • Meningitis (radang selaput otak)
    Infeksi serius yang menyerang otak dan sistem saraf. Lebih sering muncul beberapa hari hingga bulan setelah lahir (onset lambat) dan dapat memengaruhi perkembangan bayi.

  • Gangguan perkembangan
    Pada kasus berat, terutama akibat meningitis, bayi bisa mengalami keterlambatan perkembangan, gangguan belajar atau masalah saraf jangka panjang.

3. Apa saja gejala infeksi GBS pada bayi? 

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bayi baru lahir yang terinfeksi Streptococcus Grup B (GBS) umumnya mulai menunjukkan gejala dalam 24 jam pertama setelah lahir. Tanda-tanda ini biasanya berkaitan dengan infeksi serius seperti sepsis, pneumonia, atau meningitis.

Secara umum, bayi bisa tampak lebih rewel atau justru sangat mengantuk dan lemas. Selain itu, bayi juga dapat mengalami gangguan pernapasan, seperti napas cepat, berbunyi mendengus, atau bahkan henti napas sesaat.

Dalam beberapa kasus, bisa terjadi perubahan tekanan darah sebagai tanda gangguan pada sistem tubuh. Pada kondisi yang lebih berat, bayi dapat mengalami kejang.

Bayi yang terinfeksi GBS sekitar seminggu setelah lahir mungkin menunjukkan gejala seperti penurunan kemampuan gerak pada lengan atau kaki, bayi merasa Nyeri saat menggerakkan lengan atau kaki, masalah pernapasan, demam dan adanya area kemerahan pada wajah atau bagian tubuh lainnya.

4. Bayi yang berisiko lebih tinggi terkena GBS

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bayi baru lahir memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi Streptococcus Grup B (GBS) jika terdapat kondisi tertentu pada ibu selama kehamilan atau persalinan. Berikut beberapa kondisi yang meningkatkan risiko bayi terkena GBS:

  • Ibu mengalami persalinan prematur (bayi lahir sebelum waktunya)

  • Terjadi pecah ketuban dini sebelum proses persalinan dimulai

  • Jarak waktu antara pecah ketuban dan kelahiran terlalu lama

  • Dilakukan pemantauan janin internal selama persalinan

  • Ibu mengalami demam saat persalinan

  • Pernah melahirkan bayi dengan infeksi GBS sebelumnya

  • Ditemukan bakteri GBS dalam urin selama kehamilan (bakteriuria GBS)

  • Faktor etnis tertentu. Dilansir dari Group B Strep Support UK (GBSS), bayi yang berasal dari ibu dengan latar belakang Afrika-Amerika atau Hispanik memiliki risiko 51% lebih tinggi terkena infeksi GBS. Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai hal, termaksud perbedaan tingkat kolonisasi bakteri GBS pada ibu.

5. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah GBS menular pada Bayi?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Untuk mencegah penularan Streptococcus Grup B (GBS) ke bayi, ibu hamil dianjurkan menjalani pemeriksaan GBS sebagai bagian dari perawatan kehamilan. Tes ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan 36–37 minggu dengan cara mengambil sampel dari vagina dan rektum menggunakan alat usap.

Dalam beberapa kasus, urine juga dapat diperiksa. Sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium untuk melihat apakah terdapat bakteri GBS. Hasilnya biasanya keluar dalam beberapa hari, dan bisa saja berubah (kadang positif, kadang negatif) tergantung kondisi saat itu. Jika hasil tes menunjukkan ibu positif GBS, dokter akan memberikan antibiotik melalui infus saat proses persalinan.

Pemberian antibiotik ini bertujuan untuk menurunkan risiko penularan bakteri ke bayi saat lahir. Jenis antibiotik yang paling sering digunakan adalah penisilin. Jika ibu memiliki alergi terhadap antibiotik tertentu, penting untuk memberi tahu dokter agar dapat diberikan alternatif yang aman.

Langkah ini terbukti efektif dalam melindungi bayi dari infeksi GBS, sehingga pemeriksaan dan penanganan yang tepat sangat penting dilakukan menjelang persalinan.

Nah, itu dia informasi terkait infeksi streptococcus grup B saat hamil bisa menular ke bayi. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More