TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tumbuh Liar, Inilah Fakta Krokot yang Bernutrisi Tinggi untuk MPASI

Siapa sangka krokot mengandung omega-3 setara dengan salmon?

Pixabay/WikimediaImages

Di masa awal pertumbuhannya, saat sudah menginjak usia siap MPASI, bayi perlu diperkenalkan makanan yang bervariasi. Sayuran termasuk di dalamnya. Jika bicara soal sayuran, mungkin yang terbesit dalam pikiran mama adalah sayuran yang umum dijual di pasaran, seperti sawi, brokoli, wortel, dan sebagainya.

Tetapi, tahukah Mama bahwa ada banyak tanaman pangan liar yang dapat ditemukan di sekitar pekarangan rumah dan punya nilai gizi yang tak kalah dengan sayuran di pasaran? Salah satunya adalah krokot. Sayuran ini mungkin tidak populer di zaman sekarang, tetapi orang tua zaman dulu telah mengonsumsinya dan masih bisa ditemukan dengan mudah tumbuh liar di sekitar kita.

Di luar negeri, krokot juga menjadi makanan yang diberikan sebagai MPASI bayi lho, Ma. Berikut ini Popmama.com mengumpulkan fakta sayur krokot yang bergizi tinggi untuk bayi, dilansir dari Parenting Healthly Babies:

1. Krokot, si lidah kucing yang mendunia

Freepik/ViniSouza128

Krokot dikenal sebagai makanan bergizi tinggi yang telah lama digunakan sebagai obat. Juga dikenal sebagai 'lidah kucing', tanaman ini ditemukan oleh Henry David Thoreau di ladang jagung. Ia kemudian merebusnya, memakannya, dan memberinya nama 'satisfactory dinner' (makan malam yang memuaskan). 

Tanaman krokot pertama kali ditemukan di Persia dan India. Kemudian tanaman ini menyebar ke seluruh dunia sebagai tanaman yang dapat dimakan. Di sisi lain, krokot dianggap sebagai gulma. Maka tak heran jika tanaman ini tumbuh liar dan sangat mudah dipanen di pekarangan rumah. Gulma berdaun lebar ini tumbuh pada musim panas dan menghalangi pertumbuhan rumput-rumput. 

2. Krokot tinggi antioksidan

Freepik/ViniSouza18

Tanaman yang berdaun mirip sukulen ini mengandung vitamin A. Vitamin A dikenal sebagai antioksidan alami yang bermanfaat untuk kesehatan penglihatan, menangkal radikal bebas, mencegah bahaya metabolisme sel dan kanker. Sangat baik bukan untuk bayi mama? 

Selain vitamin A, krokot juga tinggi akan vitamin C dan vitamin B kompleks.

3. Asam lemak Omega 3 paling kaya dari semua sayuran hijau

Freepik/Imykola

Krokot adalah sumber asam lemak omega-3 yang baik untuk para vegan, vegetarian, atau mereka yang tidak bisa mengonsumsi daging ikan. Faktanya, krokot adalah sumber asam lemak omega-3 yang paling kaya dari semua sayuran berdaun hijau. 

Asam lemak omega-3 diperlukan tubuh bayi untuk mencegahnya dari serangan berbagai penyakit. Selain itu, asam lemak omega-3 menekan risiko alergi makanan pada bayi dan masalah kulit seperti eksim, serta menunjang tumbuh-kembang otak. 

4. Krokot sebagai sumber mineral untuk tumbuh kembang bayi

Freepik/lmykola

Selain sarat dengan vitamin, krokot juga mengandung berbagai mineral dalam dosis besar. Antara lain magnesium dan kalsium, yang penting untuk menjaga kesehatan gigi, tulang, dan otot. Selain itu, krokot juga kaya akan potasium yang penting untuk mencegah berkembangnya penyakit terkait makanan asin. 

Sayuran yang punya rasa sedikit asam ini mengandung zat besi, mineral penting yang diperlukan tubuh untuk transportasi oksigen ke dalam tubuh dan pertumbuhan anak di masa keemasannya. 

5. Tips menyajikan krokot untuk MPASI bayi

Freepik/ViniSouza128

Baik bunga, daun, maupun batang krokot semuanya dapat dikonsumsi. Untuk penyajiannya, potong bagian batang dekat akarnya. Masak sebentar dengan suhu rendah dalam waktu singkat untuk menjaga nutrisi di dalamnya. Meskipun proses pemasakan dapat mengurangi kandungan antioksidan di dalamnya, tetapi dengan mengukusnya Mama dapat tetap mempertahankan mineral, karoten, dan flavonoid di dalamnya. 

Mama bisa menyajikan krokot untuk MPASI bayi dengan cara mencampurkan krokot ke dalam bubur saring, menyajikannya dengan dicampurkan dalam jus sayur dan buah, atau ditumis sebentar dengan butter kemudian dimakan bersama daging ayam atau ikan. 

Itulah fakta mengenai krokot untuk MPASI bayi. Ternyata sumber gizi kita dapat didapatkan dengan mudah hanya dari pekarangan rumah kita sendiri lho, Ma. Bagaimana, tertarik mencobanya?

Baca juga:

The Latest