TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ingin Dibilang Keren, Anak SD di Semarang Melakukan Pencurian Motor

Apakah pelaku yang masih anak SD tersebut akan mendapat hukuman penjara?

Freepik/drobotdean

Setiap manusia pasti memiliki keinginan. Tak terkecuali anak-anak. Dalam memenuhi keinginannya terkadang anak bisa jadi tidak terkendali dan melakukan perbuatan negatif, seperti yang dilakukan oleh kedua anak di Semarang

Kedua anak di Semarang  berani melakukan pencurian motor hanya karena ingin terlihat keren. Hal tersebut pada akhirnya membuat keduanya dilaporkan ke Polsek Semarang Barat. 

Berikut ini, Popmama.com merangkum informasi terkait peristiwa tersebut, dari awal kejadian hingga mendapat hukuman. 

1. Kronologi kejadian pencurian 

Pexels/Brett Sayles

Kedua anak SD berinisial NDW (14) dan SR (12) melakukan pencurian motor di Barbershop Dapper, yang berlokasi di Jalan Kenconowungu Tengah, Semarang Barat. Kejadian ini terjadi pada 30 Mei 2021. 

Aksi pencurian tersebut terhitung cukup rapi karena mampu membuat para karyawan barbershop kecolongan. 

Pencurian tersebut terjadi saat ketiga karyawan babershop sedang terlelap tidur di lantai dua barbershop. 

Budi, salah satu karyawan babershop, menjelaskan, awalnya motor korban dipinjam keponakannya ke luar jalan-jalan. Setelah itu motor diparkir di depan barbershop dan ia naik ke lantai dua untuk beristirahat. 

"Para pelaku sudah mengamati lokasi kejadian, melihat keponakan korban naik ke lantai dua mereka masuk ke barbershop," ucap Budi. 

Para pelaku sebenarnya hendak mengambil uang di mesin kasir. 

Sayangnya, mesin kasir sulit dibuka. 

Di sebelahnya terdapat kunci motor yang tergeletak. Maka, saat gagal mengambil uang, kedua anak tersebut mengambil kunci motor dan mencuri motornya. 

"Mereka lincah saat mencuri bahkan kami tak mendengar suara mencurigakan," tutur Budi.

Hal tersebut membuat korban dan pemilik babershop melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. 

Tiga hari kemudia, tepatnya pada hari Selasa, 1 Juni 2021, pelaku pencurian terungkap. 

Hal tersebut bermula dari pedagang angkringan di sekitar babershop yang melihat kedua anak ini melintas mengendarai motor curian di depan rumahnya. 

Pedagang tersebut merasa motor yang dikendarai tersebut seperti milik karyawan barbershop di dekat ia berjualan. 

Akhirnya, ia inisiatif memotret motor tersebut dan mengirim foto tersebut melalui pesan WhatsApp.

Ternyata benar motor tersebut milik karyawan barbershop yang dikenal oleh pedagang angkringan. Terdapat tanda pada motornya, berupa stiker dan goresan bekas terjatuh di bodi motor. 

Akhirnya, kedua pencuri motor tersebut tertangkap oleh warga.  

2. Alasan pelaku mencuri motor ialah agar terlihat keren 

Freepik/KamranAydinov

Saat keduanya ketahuan oleh warga, mereka sempat mengelak di awal. Namun, pada akhirnya mengakui perbuatan tidak terpujinya tersebut. 

Keduanya mengaku mencuri motor tersebut karena ingin terlihat keren. 

Betapa miris, pelaku yang ternyata masih duduk di Sekolah Dasar justru ingin terlihat keren dengan mencuri motor. Konsep "keren" kini terlah bergeser. Jika dulu anak yang terlihat keren adalah yang berprestasi di sekolah, kini malah menjadi pelaku pencurian motor.

3. Hukuman yang didapatkan oleh pelaku pencurian motor di Semarang

Pixabay/qimono

Kasus ini ditangani oleh Kapolsek Semarang Barat. Dalam penyelesaian kasus ini, polisi melakukan upaya 'restorative justice' atau keadilan restoratif.

"Kasusnya sudah ditutup melalui 'restorative justice'," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Minggu (6/6/2021).

Menurut Irwan, kedua tersangka NDW dan SR yang didampingi orangtuanya sudah dipertemukan dengan korban di Mapolsek Semarang Barat. Dalam pertemuan tersebut korban sepakat tidak akan menuntut tersangka dan memaafkan mereka. 

Kedua pelaku pun sudah meminta maaf kepada korban atas perbuatan tidak terpuji yang dilakukannya. Selain itu, mereka pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa. 

Maka dari itu, tak ada salahnya Mama dan Papa menyempatkan waktu untuk family time dengan anak.

Hal tersebut agar anak lebih dekat dan terbuka dengan orangtuanya. Sehingga jika ia menginginkan sesuatu, ia akan mengungkapkan ke Mama dan Papa dan tidak mengambil keputusan sendiri untuk mewujudkan keinginannya. 

Baca juga:

The Latest