TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Cara Mengetahui Anak Tidak Bahagia di Sekolah

Anak mama mendadak murung saat kembali dari sekolah? Cari tahu penyebabnya!

Pixabay/RachelBostwick

Apakah anak Mama merasa senang di sekolah? Atau jangan-jangan anak tidak nyaman tapi malah diam saja?

Akan lebih baik jika anak Mama bercerita mengenai perasaannya selama di sekolah. Tetapi Mama tidak bisa menunggu sampai anak mau bercerita.  

Ada kalanya mereka merasa takut atau tidak nyaman untuk bercerita. Atau takut akan reaksi Mama jika mengetahui ia seringkali diganggu oleh temannya.  

Nah, bagaimana caranya agar Mama mengetahui perasaan anak di sekolah jika mereka tidak bercerita ke Mama? Simak ulasan Popmama.com berikut ini mengenai cara mengetahui anak tidak bahagia di sekolah.

1. Sering-seringlah berbicara dengan anak tentang sekolah

Rawpixel/492115

Atur waktu rutin untuk membahas acara sekolah: sebelum makan malam, saat mandi, kapan pun. Ajukan pertanyaan tentang topik yang telah disebutkan anak sebelumnya untuk menunjukkan bahwa Mama benar-benar tertarik dengan apa yang terjadi dalam hidupnya.

Anak mungkin tidak ingin berbagi berita buruk tentang sekolah, terutama soal hukuman. Dengan mendengarkan dengan tenang dan tidak memulai ‘pidato’, Mama akan mendorong anak untuk jujur ​​tentang pengalaman buruk di sekolah. Ketika Mama merespon, koreksi perilaku dan bukan anak itu. Diskusikan dengan anak bagaimana cara menyelesaikan masalahnya.

2. Ajukan pertanyaan terperinci

Freepik/freephoto

Jangan hanya bertanya, "Bagaimana sekolah hari ini?" dan puas dengan "Oke."

"Mama tidak dapat selalu mempercayai jawaban seorang anak untuk pertanyaan ini," kata Gwynn Mettetal dari Indiana University South. Sebaliknya, ia menyarankan untuk mengajukan pertanyaan yang akan menghasilkan lebih dari satu kata jawaban.

Tanyakan kepada anak pelajaran kesukaannya dan mana yang paling sulit. Cari tahu apa yang paling disukainya dari gurunya. Pertanyaan bagus lainnya termasuk, "Apa peristiwa yang paling menyenangkan hari ini?" dan "Teman mana yang bermain denganmu saat istirahat?"

3. Mama aktif di sekolah

pexels.com/lifeofpix

Dengan meluangkan waktu saat ada kegiatan orangtua dan anak di sekolah, Mama bisa memperhatikan perilaku anak di sekolah. Bagaimana saat ia bermain dengan temannya, melihat gurunya mengajar atau berinteraksi dengan murid. Mama dapat melihat langsung jika ada masalah dengan anak.

Mengantar anak ke sekolah setiap hari juga bisa dilakukan jika Mama sibuk di kantor dan tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah.

4. Tetap berhubungan dengan guru

Freepik/pressfoto

Guru menghabiskan lima hari seminggu dengan anak. Jika anak Mama tiba-tiba tampak tidak bahagia di sekolah atau memiliki masalah dengan sekelompok teman, guru mungkin lebih tahu tentang situasinya daripada Mama.

5. Bagaimana tanda-tanda anak tidak bahagia di sekolah?

Freepik/Rawpixel.com

Jika anak Mama menghadapi masalah di sekolah, biasanya anak akan menunjukkan gejala berikut:

Sakit perut sebelum sekolah

Jika ini terjadi berulang kali, anak mama mungkin khawatir tentang sesuatu di sekolah. Apakah ia belum mengerjakan tugas sekolah, atau bahkan ada hal lain yang membuatnya resah.

Gugup

Anak perilaku yang tidak biasa seperti menggigit kuku, mengisap jempol, menarik rambut, atau mengompol. Apa yang sekiranya membuat anak gugup atau bahkan takut?

Diam

Anak berhenti berbicara tentang sekolah atau menjadi gugup ketika guru, pekerjaan rumah, atau apa pun yang berkaitan dengan sekolah.

Bosan

Tampak tidak tertarik dengan pekerjaan sekolah dan pekerjaan rumah atau tidak lagi membawa pulang pekerjaan dari kelas.

Takut kembali ke sekolah setelah libur

Setelah libur panjang, biasanya anak-anak tidak sabar untuk kembali ke sekolah dan bertemu dengan temannya. Bila anak mama terlihat berat sekali untuk masuk sekolah, Mama perlu curiga.

Tunggu beberapa hari setelah masuk sekolah, bila tidak terjadi perubahan, Mama bisa bertanya dan mencari solusinya bersama dengan anak.

Semoga bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

The Latest