TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Contoh Cerpen yang Mengandung Nilai-Nilai dari Hikayat si Miskin

Nilai-nilai dalam cerpen ini dapat menjadi teladan bagi anak

Pexels/Lisa Fotios

Karya sastra merupakan ciptaan yang disampaikan secara komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Bentuk-bentuk sastra pun sangat beragam, contohnya seperti cerpen dan hikayat.

Hikayat dan cerpen adalah jenis karya sastra. Hikayat termasuk dalam karya sastra lama sedangankan cerita pendek (cerpen) termasuk karya sastra modern.

Nah, salah satu ciri dari hikayat adalah mengandung nilai-nilai moral di dalamnya, termasuk Hikayat Si Miskin.

Nilai-nilai dalam Hikayat Si Miskin bisa juga lho dijadikan dalam bentuk cerpen sehingga lebih mudah dipahami dan dapat Mama ceritakan kepada si Kecil.

Berikut ini Popmama.com berikan contoh cerpen yang mengandung nilai-nilai dari Hikayat Si Miskin. Yuk simak ceritanya di bawah ini!

1. Perbedaan hikayat dan cerpen

Pexels/cottonbro studio

Meski sama-sama termasuk dalam karya sastra, cerpen dan hikayat ternyata berbeda lho.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hikayat adalah  karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng.

Umumnya hikayat bercerita tentang kesaktian atau keanehan seseorang yang menjadi tokoh utama dalam ceritanya.

Sedangkan cerpen adalah bentuk prosa naratif fiktif. Cerita untuk cerpen biasanya cenderung pendek, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang.

2. Nilai-nilai dalam Hikayat Si Miskin

Pexels/Pexels User Kostina

Hikayat Si Miskin adalah salah satu cerita hikayat yang mengandung banyak pelajaran moral. Melalui cerita ini, anak mama bisa mempelajari nilai-nilai baik yang terkandung di dalamnya.

Salah satu ciri hikayat yakni mempunyai nilai-nilai moral, termasuk Hikayat Si Miskin. Berikut ini adalah beberapa nilai yang terkandung dalam Hikayat Si Miskin:

1. Nilai Agama

Konsep nilai agama adalah percaya pada Tuhan karena Tuhanlah yang menentukan nasib manusia.

2. Nilai Sosial

Konsep nilai yakni manusia harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih.

3. Nilai Budaya

Konsep nilai satu ini adalah seperti budaya tunduk kepada raja yang artinya sopan pada orang yang punya kuasa atau berpangkat lebih tinggi.

4. Nilai Moral

Konsep nilai moral adalah manusia harus bersikap bijaksana dalam menghadapi segala hal di dalam hidup.

3. Contoh cerpen berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Hikayat Si Miskin

Pexels/Andrea Piacquadio

Hikayat Si Miskin memang dikenal mempunyai banyak nilai yang dapat menjadi teladan bagi anak. Tak hanya dalam bentuk hikayat, nilai-nilai moral tersebut juga dapat dijadikan sebuah karya sastra dalam bentuk cerita pendek atau cerpen.

Nah supaya anak mama bisa lebih paham dan mengenal juga apa itu cerpen, maka Mama bisa menunjukkan salah satu contoh cerpen berjudul “Keripik Singkong Fitri” berikut ini:

Keripik Singkong Fitri

Setahun lagi Fitri akan tamat sekolah dasar. Siswi kelas 5 SD itu kini lebih giat belajar untuk mendapatkan nilai yang baik dan mempersiapkan kenaikan kelas 6 SD.

Keluarga Fitri adalah keluarga petani. Bapak dan ibunya bekerja sebagai petani singkong. Hasil berkebun dan menjual singkong hanya cukup untuk kebutuhan makan dan sekolah Fitri serta satu adik laki-lakinya.

Fitri tidak pernah mengeluh dengan keadaan keluarganya. Baginya, bisa bersekolah dan makan itu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa.

Selain itu, Bapak dan Ibu adalah orang tua baik serta giat bekerja yang menjadi teladan Fitri. Fitri dan keluarganya tidak pernah lupa mengucapkan syukur pada Tuhan.

Suatu hari, Bu Guru memberi para murid kelas 5 pengumuman. Dua minggu lagi, sekolah Fitri akan mengadakan bazar anak.

Di bazar tersebut, semua anak boleh ikut serta menjual barang, makanan, dan minuman buatan sendiri. Bahkan, Bu Guru bilang Bu Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan setempat akan menyempatkan datang di bazar sekolah tersebut.

Mendengar hal itu, Fitri sangat tertarik mengikuti bazar di sekolahnya. Namun, Fitri bingung mengenai barang apa yang hendak ia jual.

"Aku ingin mengikuti bazar itu, tapi aku tidak tahu apa yang akan aku jual," cerita Fitri pada teman sebangkunya, Linda.

Berbeda dengan Fitri, Linda adalah anak seorang pengusaha kaya. Namun, Linda sangat baik dan tidak membeda-bedakan teman. Linda adalah anak yang rendah hati dan menjadi teman baik Fitri selama ini.

"Kenapa bingung? Keripik singkong buatanmu itu enak sekali, lo! Kenapa kamu tidak menjual itu saja? Lalu, nanti ditambah bumbu bubuk seperti cabai, rasa keju, atau rasa balado. Pasti banyak yang beli!" ucap Linda.

Fitri tertegun mendengarnya. Fitri memiliki kebiasaan membuat keripik singkong saat ada sisa singkong hasil panen di rumahnya. Ide Linda sangat menarik!

"Tapi, aku perlu modal untuk membuat keripik singkong," ucap Fitri.

"Bagaimana jika aku memberimu modal? Aku akan berdiskusi dengan ayahku. Lalu, kita akan berjualan bersama di bazar nanti," kata Linda.

"Lalu, keuntungan penjualan bazar akan kita bagi dua, setuju?" tanya Fitri.

"Setuju." Linda dan Fitri pun berjabat tangan.

Sejak itu, Fitri dan Linda sibuk mempersiapkan keripik singkong untuk bazar mereka. Ayah Linda dengan senang hati membantu Fitri dengan memberikan modal. Fitri pun menyiapkan resep dan menyempurnakan pembuatan keripik singkongnya yang dibantu oleh Linda.

Alhasil, Fitri berhasil membuat keripik singkong terenak yang pernah ia buat. Atas saran Linda, keripik singkong Fitri memiliki 4 rasa, yakni rasa sambal balado, rasa keju, rasa pedas manis, dan rasa barbeque.

Tak disangka, keripik singkong jualan Fitri yang enak pun laris manis di bazar sekolah. Fitri dan Linda mendapat untung berkali-kali lipat dari modal mereka.

Sesuai pengumuman Bu Guru, Ibu Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan pun datang. Ibu Bupati juga rupanya tertarik dengan kios jualan Fitri. Tak lupa, Fitri dan Linda menyalami Ibu Bupati dan Kepala Dinas dengan takzim sebagai rasa hormat mereka.

"Keripik singkong ini enak sekali. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi usaha yang besar, lo! Boleh saya minta data diri dan data orang tuamu? Saya akan mendaftarkan dan memodali keripik singkong ini ke UMKM," kata Ibu Bupati.

Tentu saja, Fitri sangat bergembira. Berkat bantuan dan modal dari Ibu Bupati yang baik, Fitri dan orang tuanya kini mengelola industri keripik singkong. Keripik singkong Fitri kini sudah terkenal hingga seantero Pulau Jawa, lo.

Tak lupa, Fitri mengucapkan terima kasih pada Linda yang terus mendukungnya serta mengembalikan modal yang diberi oleh ayah Linda. Fitri tak lupa untuk terus-menerus bersyukur pada anugerah Tuhan atas kesuksesannya sebagai pengusaha cilik.

4. Hasil analisa nilai-nilai dalam cerpen “Keripik Singkong Fitri”

Pexels/Karolina Grabowska

Cerpen dengan judul “Keripik Singkong Fitri” dapat dianalisa nilai-nilainya layaknya nilai yang terkandung dalam Hikayat Si Miskin lho, Ma.

Dapat dianalisa mulai dari nilai agama, sosial, budaya, dan moralnya. Berikut adalah hasil analisanya:

1. Nilai Agama

“Fitri tidak pernah mengeluh dengan keadaan keluarganya. Baginya, bisa bersekolah dan makan itu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa.”

Dari kutipan di atas, Bapak dan Ibu adalah figur orangtua baik serta giat bekerja sehingga menjadi teladan Fitri. Meski termasuk dalam keluarga yang kurang berada, Fitri beserta keluarganya tidak pernah lupa untuk senantiasa mengucapkan syukur pada Tuhan.

2. Nilai Sosial

“Berbeda dengan Fitri, Linda adalah anak seorang pengusaha kaya.”

Linda merupakan anak yang sangat baik dan tidak membeda-bedakan teman. Walaupun kaya, Linda tidak sombong dan memiliki sifat rendah hati serta bersedia menjadi teman baik Fitri selama ini.

3. Nilai Budaya

“Sesuai pengumuman Bu Guru, Ibu Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan pun datang. Ibu Bupati juga rupanya tertarik dengan kios jualan Fitri. Tak lupa, Fitri dan Linda menyalami Ibu Bupati dan Kepala Dinas dengan takzim sebagai rasa hormat mereka.”

Untuk menghormati kedatangan Ibu Bupati dan Kepala Dinas yang memiliki jabatan lebih tinggi, Fitri dan Linda bersikap sopan dan hormat dengan cara menyalami mereka.

4. Nilai Moral

“Tak lupa, Fitri mengucapkan terima kasih pada Linda yang terus mendukungnya serta mengembalikan modal yang diberi oleh ayah Linda. Fitri tak lupa untuk terus-menerus bersyukur pada anugerah Tuhan atas kesuksesannya sebagai pengusaha cilik.”

Dari kutipan di atas, nilai moralnya yakni Fitri tetap bersikap baik dengan cara menghargai segala hal yang diberikan kepadanya, termasuk dukungun dari Linda beserta ayah Linda untuknya.

Itulah tadi pengetahuan baru yang bisa Mama ajarkan kepada si Kecil terkait contoh cerpen yang mengandung nilai-nilai dari Hikayat Si Miskin. Semoga bisa bermanfaat bagi Mama dan anak mama ya.

Baca juga:

The Latest