TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

IDAI: 6 Cara Mencegah Hepatitis Akut pada Anak

Lakukan pencegahan ini karena 3 anak di Indonesia terserang hepatitis akut hingga meninggal dunia

Freepik/prostooleh

Pada April 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan penyakit hepatitis baru yang hingga saat ini belum diketahui penyebabnya. 

Hingga 3 Mei 2022, WHO menyatakan ada sekian ratusan anak di dunia yang terserang hepatitis baru ini hingga meninggal dunia, tiga di antaranya berasal dari Indonesia. 

Hal ini membuat WHO akhirnya menyatakan hepatitis akut menjadi kejadian luar biasa (KLB), bahkan Kementerian Kesehatan Indonesia telah meningkatkan kewaspadaan pada seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat Indonesia. 

Di samping itu, untuk mencegah penularan hepatitis akut, Popmama.com telah merangkum beberapa 6 cara mencegah hepatitis akut dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Diperhatikan dengan baik yuk, Ma! 

1. Cara mencegah hepatitis akut yang mematikan 

Freepik

IDI dan IDAI memberikan beberapa cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat agar terhindar dari hepatitis akut, antara lain:

  • Mencuci tangan secara rutin di bawah air mengalir
  • Minum air putih bersih yang matang 
  • Makan makanan yang bersih dan sepenuhnya matang 
  • Membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya
  • Menggunakan alat makan sendiri-sendiri 
  • Memakai masker dan menjaga jarak 

2. Gejala hepatitis akut yang harus diwaspadai 

Freepik/Pvproduction

Walaupun belum diketahui penyebabnya, IDI dan IDAI pun memberikan beberapa gejala yang harus diwaspadai terkait penyakit hepatitis akut ini, antara lain:

  • Perubahan warna urine (gelap) dan/atau feses (pucat)
  • Kuning
  • Gatal
  • Nyeri sendi atau pegal-pegal
  • Demam tinggi
  • Mual, muntah, atau nyeri perut
  • Lesu, dan atau hilang nafsu makan
  • Diare serta kejang
  • Serum Aspartate transaminase (AST)/SGOT atau Alanine  transaminase (ALT)/SGPT lebih dari 500 U/L. 

3. Hingga kini, penyebab hepatitis akut masih terus diteliti oleh para ahli

Pexels/Chokniti

Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan RI sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memasukkan riwayat pajanan yang lebih rinci, dan tes virologi/mikrobiologi tambahan.

Sementara dari pemeriksaan Laboratorium, tidak ditemukan virus Hepatitis A, B, C, D, dan E dalam hepatitis akut yang baru muncul ini. Namun pada beberapa kasus hepatitis aku ini ditemukan SARS-Cov-2 dan/atau Adenovirus. Oleh karena itu, pemeriksaan pathogen (biologis maupun kimiawi) perlu dilakukan lebih lanjut. 

Terkait munculnya kasus ini, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) meminta agar seluruh dokter anak dan residen dokter anak juga turut mengawasi apabila gejala-gejala yang telah dinyatakan di atas muncul pada pasiennya.

Itulah informasi terbaru terkait hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Untuk menghindari penularan tersebut, jangan lupa terapkan beberapa cara pencegahan yang telah disarankan oleh IDI dan IDAI. 

Semoga mama sekeluarga selalu dalam keadaan sehat, ya. 

Baca juga:

The Latest