TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Cara Agar Kata-kata Mama Dapat Masuk ke Otak Anak

Yuk, maksimalkan suara Mama melalui cara-cara di bawah ini!

pixabay/Tung256

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Science menetapkan bahwa suara mama berdampak positif untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Maklum saja, suara mama adalah suara yang telah didengar anak mama bahkan sejak ia di dalam kandungan. Sudah sejak zaman dahulu, para ahli merekomendasikan agar Mama sering mengajak janin bicara, bukan?

Nah, bagaimana caranya agar suara mama dapat merasuk ke otak anak mama? Popmama.com merangkum 7 cara untuk membuat suara mama merasuk dan kata-kata mama bisa menjadi panduan hidup anak mama. 

1. Small talk

Pixabay/ArtWithTammy

Dalam proses tumbuh kembang anak, ada berbagai batasan yang tentu harus Mama perhatikan. Salah satunya, keterbatasan bahasa anak-anak yang menyebabkan kemampuannya untuk menangkap serta menyampaikan pesan, tidak selalu sempurna.

Untuk merangsang perkembangan otak anak, Mama diharapkan untuk membangun komunikasi secara bertahap. Mulailah dengan pembicaraan pendek atau small talk. Gunakan kata-kata yang langsung pada tujuan dengan nada suara dan artikulasi yang jelas. Hal ini akan memudahkan anak untuk menangkap pesan yang sedang Mama sampaikan. 

2. Memakai suara lembut

Pixabay/StockSnap

Kita tentu setuju bahwa suasana yang hening dan suara-suara lembut mampu menciptakan ketenangan batin. Peneliti di bidang kesehatan dan medis Universitas Michigan berpendapat bahwa suara keras memberi pengaruh buruk untuk perkembangan otak anak. Suara keras juga berpotensi membentuk karakter buruk, misalnya membuat anak menjadi agresif dan pemarah.

Dalam teknik berkomunikasi, Mama bisa memakai beragam intonasi suara. Tetapi, marah tidak harus dengan suara keras. Sudah pernah coba menegur anak dengan suara lembut? Jangan heran kalau hasilnya malah anak mama lebih memahami kesalahannya. 

3. Menggunakan kata positif

Pixabay/Pexibear

Kata-kata positif selalu enak didengar. Pujian atau kata-kata positif bahkan bisa menjadi hadiah terbaik yang bisa didapat anak dari mamanya. Penelitian di New Mexico State University mengenai Waktu Keluarga, menyimpulkan bahwa kata-kata positif yang bersifat memuji dapat menjadi cara yang efektif si Anak mengingat serta berkomitmen. Dengan kata lain, anak mama akan patuh pada kata-kata Mama.

Tentu, ini menjadi harapan Mama, kan?

4. Pilih kata bernada persuasif

c1.staticflickr

Mama sebaiknya juga menggunakan nada yang persuasif, sedikit membujuk dan merayu si Anak untuk melakukan apa yang baik untuknya. Nada persuasif akan memberikan kesan yang membangun serta memotivasi. Setiap penekanan akan menjadi tanda yang meyakinkan si Anak untuk percaya bahwa apa yang Mama sampaikan adalah demi kebaikannya.

5. Membaca dengan bersuara

Pixabay/Gilmanshin

Salah satu cara terbaik untuk mempelajari bahasa adalah dengan membaca bersuara. Jika sejak kecil, anak-anak sudah Mama bacakan cerita dengan suara, ia akan tahu makna intonasi. Bacakan aneka cerita dimana tokoh-tokohnya memiliki karakter kuat dan terlibat di dalam banyak peristiwa.

Sesuaikan intonasi, nada, dan bahasa tubuh dengan isi cerita. Jika tokoh cerita sedang sedih atau marah, gunakan nada yang tepat. Dengan demikian anak akan mampu "membaca" bahasa dan ia akan lebih cerdas memahami kata-kata Mama kemudian menyimpannya di otak. 

6. Sesekali bernyanyilah

Maxpixel.freegreatpicture.com

Musik memang merupakan media yang tidak hanya menyejukkan hati tapi juga menenangkan pikiran. Di saat menjelang remaja, lirik lagu justru akan mudah merasuk ke dalam otak si Anak. Psikiater anak, Penny Simkin,  mengatakan bahwa modifikasi antara suara Mama dengan musik melalui lagu memudahkan anak memahami arti kata-kata.

Mari coba mengarang lagu untuk anak mama agar ia bisa memahami keinginan mama. Rangkaikan saja nada kata dengan irama mengalun. Seru pasti!

7. Hipnotis sebelum tidur

c1.staticflickr

Menurut hipnoterapis, Tom Fortes Mayer, melakukan hipnotis pada si Anak sebelum tidur dengan melibatkan suara yang  lembut sekaligus berat dapat membantunya keluar dari perasaan lelah dan hal-hal negatif lainnya. Alhasil, otak anak akan berada pada kondisi tepat untuk menerima kata-kata dan menyimpannya di dalam ingatannya. 

Gunakan metode kata-kata yang berulang atau afirmasi dengan nada suara yakin dan perlahan. Lakukan hal ini ketika anak mama sudah memasuki fase tenang. Tandanya, napas anak mulai berat, matanya mulai menutup, tetapi ia masih bisa mendengar. Masukan kata-kata positif seperti, "Anak mama paling semangat di sekolah" atau "Anak mama paling ramah sama teman-teman."  

Yuk, kita coba satu per satu metode ini. Pasti bisa berhasil!

The Latest