TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Perbedaan Ciri Tumbuhan Biji Terbuka dan Tertutup

Kalau pohon mangga termasuk ke dalam jenis apa ya, Ma?

Pixabay/DukeAsh

Di sekitar pekarangan rumah Mama, mungkin tumbuh sejumlah tanaman, mulai dari bunga Aglonema sampai dengan pohon mangga. Kehadiran mereka menambah nuansa asri dan kesegaran. Namun, sudahkah Mama tahu jenis tumbuhan apa pohon mangga itu?

Tumbuhan itu banyak jenisnya ya, Ma. Salah satu divisinya adalah tumbuhan biji atau juga disebut sebagai spermatophyta. Disebut sedemikian karena mereka menghasilkan biji yang digunakan untuk bereproduksi.

Tidak hanya itu, bagian tubuh mereka juga sudah lengkap, Ma, meliputi daun untuk fotosintesis, batang sebagai penyimpanan makanan, dan akar sejati untuk menyerap air dan zat hara dari dalam tanah.

Tumbuhan biji ini ada pembagiannya lagi, yakni terdiri atas tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae). Untuk selengkapnya, yuk simak informasi dari Popmama.com tentang perbedaan ciri tumbuhan biji terbuka dan tertutup di bawah ini!

1. Pengertian dan ciri tumbuhan biji terbuka

Pixabay/pixel2013

Klasifikasi spermatophyta yang pertama adalah tumbuhan biji terbuka atau juga dikenal dengan sebutan gymnospermae. Namanya berasal dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti terbuka dan spermae yang berarti biji.

Terdapat sekitar 1057 spesiesnya yang tersebar di seluruh dunia, tumbuhan ini disebut terbuka karena bijinya tidak ditutupi oleh bakal buah. Oleh sebab itu, biji dari gymnospermae bisa saja terletak di bagian tubuhnya yang lain.

Di samping itu, spesies tumbuhan biji terbuka juga disebut-sebut sudah ada sejak 410–360 tahun yang lalu lho, Ma. Dalam hal ini, tumbuhan yang termasuk gymnospermae sudah lebih dulu hidup bahkan sebelum adanya kemunculan dinosaurus.

Terlepas dari fakta-fakta uniknya, adapun ciri-ciri dari tumbuhan biji terbuka adalah:

  • Memiliki akar tunggang;
  • Bakal biji berada di luar dan tidak dilindungi oleh daun buah;
  • Daunnya sempit, tebal, dan kaku;
  • Batangnya bercabang;
  • Bunga jantan dan betina tersusun dalam bentuk strobilus;
  • Bunganya tidak memiliki mahkota;
  • Pembuahan tunggal;
  • Umumnya, penyerbukan dibantu oleh angin.

2. Pengertian dan ciri tumbuhan biji tertutup

Pexels/Daniel Reche

Kata angiospermae untuk tumbuhan biji tertutup juga berasal dari bahasa Yunani, yaitu angio berarti tertutup dan spermae berarti biji. Berkaitan dengan itu, biji yang dimilikinya ditutupi oleh daun atau bakal buah. Itu sebabnya, ketika Mama memakan buah-buahan yang memiliki biji di dalamnya, termasuk buah mangga, sebagian besar mereka termasuk ke dalam tumbuhan biji tertutup.

Meskipun tumbuhan biji terbuka tergolong lebih tua usianya, spesies tumbuhan angiospermae ternyata lebih mendominasi zaman sekarang. Kurang lebih, terdapat sekitar 250.000 spesies tumbuhan biji terbuka di luar sana sehingga mereka sangat mudah ditemukan.

Hal ini tentu tidak terjadi begitu saja. Kemungkinan yang mendasari dominasi dari angiospermae ini ialah karena mereka didukung oleh buah, bunga, dan biji serta tetap mampu bereproduksi di segala jenis lingkungan.

Adapun ciri-ciri dari tumbuhan biji tertutup adalah:

  • Dilengkapi dengan akar, batang, daun, dan bunga;
  • Memiliki akar serabut;
  • Memiliki buah berdaging tebal dengan biji di dalamnya;
  • Bentuk tulang daunnya beragam;
  • Daun yang dimiliki lebar dan pipih;
  • Ada batang yang berkambium dan juga yang tidak;
  • Memiliki batang bercabang dan yang tidak;
  • Struktur bunga yang dimiliki lengkap, yakni terdiri atas mahkota, kelopak, benang sari, dan putik.

3. Jenis dan contoh tumbuhan biji terbuka

Pixabay/Kowham

Tumbuhan biji terbuka terbagi atas sejumlah spesies. Beberapa di antaranya ternyata sudah ada yang punah, Ma. Mereka adalah divisi BennetophytaCordaitophyta, dan Pteridospermophyta.

Meskipun begitu, masih ada divisi dari gymnospermae yang masih bisa ditemukan sekarang, kok. Di antaranya:

1. Cycadophyta

Jenis tumbuhannya sekilas mirip seperti palem. Yang membedakannya adalah alat reproduksi yang dimiliki, yaitu mirip seperti strobilus dan berbiji terbuka. Selain itu, ciri khas lain dari Cycadophyta adalah batangnya yang tidak bercabang serta daun majemuk sebagai tajuk di pucuk pohon.

Tumbuhan dalam divisi mudah dijumpai di Jepang Selatan, Tiongkok Barat, India, Australia, Amerika Selatan, dan Madagaskar. Salah sagu contohnya yang paling populer adalah tanaman pakis haji.

2. Pinophyta

Juga dikenal sebagai jenis tanaman konifer, artinya adalah tudung daun dari tumbuhannya berbentuk konifer alias kerucut, Ma. Selain itu, tanaman Pinophyta juga dijuluki sebagai pohon jarum karena daunnya yang tampak seperti jarum. Beberapa contoh yang paling populer adalah pohon pinus (Pinus merkusi), cemara (Araucaria sp), dan damar (Agathis alba).

Tanaman konifer memang mampu tumbuh di daerah tropis layaknya Indonesia. Namun, secara lebih spesifik, daerah tempat mereka hidup umumnya berada di ketinggian dengan suhu yang cukup dingin. Itu sebabnya Mama lebih sering menemukan pohon pinus di daerah pegunungan yang udaranya sejuk.

3. Gnetophyta

Pastinya Mama kenal dengan buah melinjo, kan? Nah, tanaman tersebut termasuk ke dalam divisi Gnetophyta. Memiliki nama ilmiah Gnetum gnemon, pohon melinjo dilengkapi dengan batang bercabang banyak, bunga berkelamin tunggal, dan daun tunggal yang berhadapan.

Di samping itu, ciri khas dari pohon melinjo adalah bijinya yang berbentuk seperti telur. Warnanya akan otomatis berubah menjadi merah setelah dimasak.

4. Ginkophyta

Divisi terakhir dari gymnospermae adalah Ginkophyta. Hanya tersisa satu spesies yang masih bertahan hingga sekarang dari divisi. Ia adalah tanaman Ginkgo biloba.

Tanaman tersebut berasalan dari dataran Tiongkok. Pohonnya dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 30 meter, lho. Di samping itu, pohon Ginkgo biloba juga memiliki daun lebar yang bentuknya mirip kipas dan biji keras-berwarna kuning yang mengeluarkan aroma tak sedap.

4. Jenis dan contoh tumbuhan biji tertutup

Pexels/Arminas Raudys

Berbeda dengan klasifikasi tumbuhan gymnospermae, tumbuhan biji tertutup hanya terdiri atas 2 jenis. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Kelas Monokotiledonae

Nama lainnya adalah tumbuhan biji berkeping satu. Ciri-ciri dari tumbuhan monokotil adalah:

  • Memiliki akar serabut;
  • Batangnya pohonnya tidak berkambium;
  • Bentuk tulang daunnya sejajar atau melengkung;
  • Bagian bunganya berjumlah tiga atau kelipatannya;
  • Memiliki satu keping lembaga.

Tumbuhan monokotil terdiri lagi atas beberapa famili, yakni:

  • Musaceae, contohnya Musa paradisiaca (pisang), Musa textiles (pisang manila);
  • Poaceae, contohnya Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Andropogon sorghum (cantel), Panicum milliaceum (jewawut);
  • Liliaceae, contohnya Lilium longiflorum (lilia gereja), Gloria superba (kembang telang);
  • Amaryllidaceae, contohnya Agave sisalana (sisal), Agave cantala (kantala);
  • Orchidaceae, contohnya Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), Dendrobium phalaenopsis;
  • Arecaceae, contohnya Cocos nucifera (kelapa), Arenga pinata (aren), Areca catechu (pinang), Elaeis guinensis (kelapa sawit);
  • Zingiberaceae, contohnya Zingiber officinale (jahe), Curcuma domestica (kunyit), Alpinia galanga (laos), Kaempferia galanga (kencur);
  • Araceae, contohnya Colocasia esculenta (talas), Xanthosoma violaceum (bentul), Alocasia macroriza (sente).

2. Kelas Dikotiledonae

Disebut juga dengan tumbuhan biji berkeping dua, ciri-ciri dari tumbuhan dikotil adalah:

  • Struktur akarnya tunggang;
  • Memiliki batang berkambium dengan;
  • Bentuk tulang daunnya berupa menyirip atau menjari;
  • Bunganya berjumlah 4, 5, atau kelipatannya;
  • Memiliki 2 keping kembaga.

Dibanding dengan tumbuhan monokotil, tumbuhan biji berkeping dua memiliki lebih banyak keluarga. Berikut jenis beserta contohnya:

  • Apocynaceae, contohnya Plumeria acuminate (kamboja), Allamanda cathartica (alamanda);
  • Bombacaceae, contohnya Durio zibethinus (durian), Cieba pentandra (randu);
  • Caesalpiniaceae, contohnya Caesalpinia pulcherrima (kembang merak), Tamarindus indica (asam);
  • Convolvulaceae, contohnya Ipomoea batatas (ubi jalar), Ipomoea reptans (kangkung);
  • Euphorbiaceae, contohnya Manihot utilissima (singkong), Hevea brasiliensis (para, karet).
  • Labiatae atau Lamiaceae, contohnya Coleus tuberosus (kentang hitam).
  • Malvaceae, contohnya Hibiscus tiliaceus (waru), Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu), Gossipium sp (kapas).
  • Mimosaceae, contohnya Mimosa pudica (putri malu), Leucaena glauca (petai cina), Parkia speciosa (petai).
  • Moraceae, contohnya Ficus benjamina (beringin), Artocarpus integra (nangka), Artocarpus communis (keluwih).
  • Myrtaceae, contohnya Eugenia aromatica (cengkeh), Melaleuca leucadendron (kayu putih), Psidium guajava (jambu biji).
  • Papilionaceae, contohnya Vigna sinensis (kacang panjang), Phaseolus radiatus (kacang hijau), Arachis hypogea (kacang tanah), Crotalaria sp (orok-orok).
  • Rubiaceae, contohnya Morinda citrifolia (mengkudu, pace), Coffea Arabica (kopi), Cinchona suecirubra (kina).
  • Rutaceae, contohnya Citrus nobilis (jeruk keprok), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), Citrus maxima (jeruk gulung).
  • Verbenaceae, contohnya Tectona grandis (jati), Lantana camara (lantana).

5. Manfaat tumbuhan biji terbuka dan tertutup dalam kehidupan

Pexels/Sergei Akulich

Perlu Mama ketahui bahwa tumbuhan biji terbuka dan tertutup memiliki banyak peran dalam kehidupan manusia. Kedua jenis tersebut dimanfaatkan dalam berbagai macam sektor, mulai dari sebagai bahan pangan sampai dengan bahan bangunan.

1. Manfaat Tumbuhan Biji Terbuka dalam Kehidupan

  • Sebagai bahan bangunan, contohnya dalah kayu dari pohon cemara, damar, dan pinus;
  • Sebagai tanaman hias, contohnya adalah pakis haji dan zamia;
  • Cemara kipas dapat digunakan sebagai bahan pembuatan obat penyakit rematik, psoriasis, dan cystitis;
  • Kayu pohon pinus dapat dimanfaatkan untuk membuat korek api dan kertas;
  • Getah pohon pinus dapat diolah menjadi bahan pembuatan sabun dan cat;
  • Getah pohon damar dapat dimanfaatkan dalam industri plastik, tekstil, dan cat.

2. Manfaat Tumbuhan Biji Tertutup dalam Kehidupan

  • Sebagai sumber karbohidrat, contohnya adalah padi;
  • Sebagai sumber lemak, contohnya adalah kelapa;
  • Sebagai sumber protein, contohnya adalah kacang hijau;
  • Sebagai sumber vitamin dan mineral, contohnya adalah tomat;
  • Sebagai bahan bangunan, contohnya adalah pohon jati;
  • Sebagai bahan sandang, contohnya adalah kapas;
  • Sebagai bahan pemberi rasa, contohnya adalah kopi.

Nah, itulah tadi informasi tentang perbedaan ciri tumbuhan biji terbuka dan tertutup. Sekarang, anak mama sudah perbedaan dari keduanya, kan? Semoga bermanfaat dan semangat belajarnya!

Baca juga:

The Latest