TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kronologi Tewasnya Aisyah di Temanggung, Begini Tanggapan KPAI

Berawal ingin diobati, namun berujung maut. Kini 4 tersangka sudah diamankan pihak kepolisian

Dok. KPAI

Tewasnya Aisyah, anak perempuan di Temanggung yang berusia 7 tahun terungkap bermula karena bude korban yang bernama Surantini menanyakan kabar anak tersebut kepada orangtuanya.

Orangtua spontan mengatakan Aisyah berada di rumah kakeknya. Sudah sekitar 4 bulan Aisyah tak pernah terlihat lagi, sang Bude pun menyambangi rumah sang Kakek.

Di sana sang Kakek, Maryanto justru mengatakan bahwa Aisyah tidak ada di rumahnya. Merasa ada yang aneh, maryanto memeriksa ke rumah orangtua Aisyah. 

Kakek Maryanto kemudian bertemu dengan Marsidi, ayah Aisyah. Setelah bertanya dan mendesak akhirnya Maryanto diajak ke kamar tempat Aisyah diletakkan oleh Marsidi. 

Sang kakek terkejut setelah pintu kamar dibuka, rupanya cucunya sudah meninggal dunia dan diduga sudah menjadi mayat sejak 4 bulan lalu.

Betapa hancur hati sang kakek melihat jenazah cucunya yang tidak dikebumikan setelah hari kematiannya. 

Seperti apa kronologi tewasnya Aisyah, anak perempuan di Temanggung, Jawa Tengah, berikut Popmama.com telah merangkumnya.

1. Orangtua menganggap Aisyah nakal dan melakukan ritual sesuai saran dukun

Twitter.com/mazzini_gsp

Aisyah yang masih sangat kecil ini disebut sebagai anak yang nakal oleh orangtuanya. Melihat perilaku sehari-hari Aisyah yang tidak biasa, menurut orangtuanya, mereka menanyakan hal ini kepada dukun.

Dukun tersebut adalah tetangga orangtua Aisyah, mereka adalah Haryono (56) dan Budiono (43). Keduanya dikenal sebagai dukun di kampung tersebut.

Berdasarkan keterangan pelaku, Aisyah nakal dikarenakan kerasukan genderuwo. Supaya bisa sembuh jasadnya hars dibersihkan. Aisyah kemudian diobati dengan cara ditenggelamkan di dalam bak beberapa kali. 

Setelah Aisyah tidak sadarkan diri, kemudian dibawa kembali ke kamar dan ditidurkan. Namun nahas, Aisyah meninggal dunia saat itu.

Setelah jasad Aisyah ditemukan pada Minggu (16/5/2021), Maryanto melaporkan langsung ke Kades Congkrang, lalu diteruskan ke Kades Bajen dan Polsek Bajen. 

Orangtua Aisyah, Marsidi dan Surwatinah langsung dibawa ke kantor polisi guna dimintai keterangan. Keduanya menjelaskan kronologi tewasnya Aisyah.

2.  Empat orang pelaku diamankan oleh pihak kepolisian

Freepik/Racool_studio

Setelah Aisyah direndam di dalam bak, ia ditidurkan dengan anggapan suatu hari Aisyah akan bangun kembali. Namun nyatanya, Aisyah malah meninggal dunia.

Keempat pelaku, yaitu Marsidi, Surwatinah, haryono dan Budiono ditetapkan sebagai pelaku dan akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Kapolres Temanggung, AKBP Benny Setyowadi mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP dan jasad anak tersebut sudah diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Kami sudah menghubungi inafis untuk melakukan olah TKP. Selanjutnya korban dibawa ke RSU Temanggung untuk autopsi," kata Benny.

3. Tanggapan KPAI atas kasus tewasnya Aisyah

Dok. KPAI

Mengetahui berita malang yang menimpa anak perempuan tersebut, KPAI memberikan tanggapannya pada hari Rabu (19/5/2021). 

"Kami menyayangkan atas  kasus yg menimpa ananda A (7) tahun hingga meninggal dunia. Kami meminta pihak kepolisian untuk mendalami secara tuntas, apa penyebab A hingga meninggal dan siapa pelakunya," kata Dr. Susanto, M.A, Ketua KPAI.

"Tentu tak ada ruang toleransi bagi siapapun yang menjadi pelaku. Proses hukum harus berjalan dengan baik dan pelaku dihukum berat," sambungnya.

KPAI juga akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian mengenai kasus ini.

"Kami akan menindaklanjuti kasus ini secara mendalam. Kasus ini tentu akan menjadi pembelajaran bagi kita semua, bahwa semua pihak, siapapun orangnya, apakah pihak keluarga ataupun masyarakat, sekalipun seluruh warga negara harus terus meningkatkan kewaspadaan dan komitmen agar memberikan perlindungan terbaik pada anak Indonesia." tutup Susanto.

Baca juga:

The Latest