TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sudah Siapkah Anak Mama Mulai Masuk Sekolah Dasar? Cek 8 Tanda Ini Ma

Sebelum masuk SD, pertimbangkanlah apa yang akan dihadapi anak di sekolah, Ma

pixabay.com/belart84

Rata-rata sekolah menerapkan usia masuk SD adalah saat si Anak genap mencapai umur 7 tahun kala tahun pelajaran baru dimulai. Namun, ada saja orangtua yang menginginkan anaknya tetap masuk Sekolah Dasar, walaupun usianya belum masih sekitar 6 tahun di masa pendaftaran. 

Alasan orangtua adalah, katanya anak sudah mengenal huruf, angka, bahkan bisa membaca dan berhitung serta menuliskan huruf-huruf tersebut. Ini berhasil mereka capai akibat mengikuti les baca tulis sejak usia dini.

Jadi apa yang perlu dikhawatirkan?

Mendaftar menjadi siswa Sekolah Dasar tentu menjadi tantangan tersendiri bagi anak mama. Terlebih kala di masa pancemi Covid-19 seperti sekarang ini. 

Sejatinya, apakah yang dasar untuk menilai apakah seorang anak sudah siap memasuki jenjang Sekolah Dasar?

Ternyata, ada banyak sekali hal yang harus Mama pertimbangkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Trully Kusumawardhani Triyanto, seorang dokter yang juga berspesialisasi pada tumbuh kembang anak, seperti yang dipaparkan dalam laman IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. 

Berikut Popmama.com telah merangkum 8 tanda anak siap mulai Sekolah Dasar. Hal ini harus Mama pahami terlebih dahulu saat ingin memasukkan anak ke jenjang SD, apalagi jika usianya belum mencukupi.

1. Anak harus bisa menerima perubahan dalam hal lingkungan fIsik

Freepik/senivpetro

Menurut Dokter Trully, salah satu hal yang harus dihadapi seorang anak saat ia masuk SD adalah lingkungan fisik sekolah. Saat berada di Taman Kanak-kanak, mereka bermain dan belajar di ruangan yang kecil, di lingkungan sekolah yang terbatas.

Mama tidak menemukan di sekolah mana pun, anak TK yang berseliweran di tempat kakak-kakaknya yang sudah SMA menuntut ilmu, kan? 

Sementara, saat mereka pindah ke jenjang Sekolah Dasar, mereka akan menghadapi kelas yang lebih besar, teman yang lebih banyak dan beragam, serta ruang lingkup sekolah yang lebih besar.

Bahkan mereka akan sering berhadapan dengan kakak kelas mereka di kelas enam, yang usianya dua kali lipat usia mereka.

2. Mereka dituntut harus bisa lebih disiplin

Pexels/Buenosia Carol

Tentunya peraturan di Sekolah Dasar akan lebih ketat dibandingkan dengan Taman Kanak-kanak yang memang lebih menekankan bermain dalam belajar. Di jenjang Sekolah Dasar, jam pelajaran menjadi maju lebih awal, dengan rentang waktu belajar yang lebih panjang. 

Mereka diharuskan mengikuti tata tertib yang ada di kelas, harus sudah mampu menyimak pelajaran dengan baik, mengangkat tangan ketika hendak bertanya.

Saat masuk SD, mereka sudah mulai mengenal proses belajar yang terstruktur dan formal, sehingga anak diharapkan sudah dapat duduk tenang dalam waktu tertentu saat mengikutai kegiatan pembelajaran di sekolah, dan sudah lebih mandiri saat di kelas, papar Trully.

3. Mencapai kemampuan hubungan sosial yang baik

Freepik/Rawpixel-com

Trully juga mengingatkan bahwa anak membutuhkan kemampuan social relationship yang bagus karena mereka mulai dituntut untuk mengenal tidak hanya teman dan guru yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan saat mereka TK.

Namun, mereka harus menghadapi banyak komponen lain di SD seperti bapak yang bertugas sebagai satpam, bapak tukang kebun, ibu penjaja kantin sekolah, karyawan penjaga kebersihan dan juga karyawan administrasi yang bertugas di kantor sekolah.

4. Pencapaian kemampuan motorik kasar dan halus

Pexels/Luna Lovegood

Sebagai spesialis tumbuh kembang, Trully juga menekankan kemampuan motorik kasar dan halus yang harus dikuasai si Anak pada saat usia sekolah ini. Ternyata, kemampuan motorik kasar dan halus harus terus Mama perhatikan dari kecil, hingga seusia ini. 

Kemampuan motorik kasar adalah keterampilan yang terkait dengan gerakan yang menggunakan otot besar di tubuh.

Gerakan ini termasuk berjalan, belari serta melompat. 

Sedangkan kemampuan motorik halus adalah keterampilan yang melibatkan otot kecil serta koordinasi mata dan tangan. Menggunting atau memegang pensil dengan benar termasuk kemampuan motorik halus.

5. Kemampuan kognitif yang baik

Freepik

Selain itu, Trully juga menilai bahwa anak membutuhkan kemampuan kognitif tertentu untuk dapat siap duduk di bangku Sekolah Dasar. Kemampuan kognitif diperoleh anak melalui pengetahuan yang dimilikinya, termasuk kesadaran serta perasaan, atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri. 

Kemampuan kognitif anak terkait akan warna dan ukuran benda, juga logika seperti pemecahan masalah melalui puzzle.

6. Kemampuan sosial emosi

Pexels/Pixabay

Kemampuan lain yang tidak kalah pentingnya untuk ditilik saat anak mulai menginjak usia sekolah dasar ialah kemampuan sosial emosi. Trully memaparkan, dalam hal ini anak di antaranya harus sudah mampu untuk memahami keadaan dirinya sendiri, serta peraturan yang berlaku di sekitarnya. 

Dengan demikian, anak bisa menerapkan perilaku sesuai dengan norma masyarakat, seperti berbaris dan mengantre saat memasuki kelas, atau bergaul dengan sesamanya.

7. Aspek perkembangan bahasa

Pixabay/Cheryl Holt

Bahasa tentu merupakan hal yang amat penting dalam komunikasi.

Dengan bahasa, anak dapat mengungkapkan yang ia rasakan, menyatakan keinginan, dan bergaul dengan teman-temannya. Mama tentunya tak mau anak dijauhi karena teman-temannya tak mengerti apa yang ia ucapkan bukan?

Perkembangan bahasa ini dijabarkan Trully dalam dua hal, yaitu bahasa represif (pemahaman) maupun bahasa ekspresif dalam bentuk kata-kata yang dikeluarkan. 

8. Pentingkah kemampuan baca tulis?

Pixabay/MJ555

Ternyata Ma, menurut Trully, kemampuan literasi atau kecakapan menulis dan membaca serta berhitung atau angka, merupakan syarat paling akhir bagi seorang anak, untuk siap dianggap masuk ke sekolah. 

Karena dengan dipenuhinya kemampuan-kemampuan perkembangan motorik kasar dan halus, kognitif, sosial emosi, bahasa, maka kemampuan literasi ini menurutnya akan berkembang dan lebih mudah dipelajari oleh seorang anak.

Menurut Trully, hal yang paling penting adalah dukungan orangtua terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak, saat ia pertama kali masuk ke jenjang Sekolah Dasar. Penting bagi Mama untuk menjelaskan pada anak, mengenai apa yang akan ia hadapi di jenjang yang baru ini. 

Melihat langsung kondisi sekolah sebelum ia masuk, atau melalui foto-foto di laman sekolah, akan membantu anak agar lebih paham.

Trully juga mengingatkan agar Mama membacakan cerita tentang suasana sekolah yang menyenangkan dan memberikan gambaran positif tentang bersekolah kepada anak, setidaknya satu minggu sebelum anak menapakkan kakinya di jenjang yang baru ini.

Mendaftar menjadi siswa Sekolah Dasar tentu menjadi tantangan tersendiri bagi anak mama. Itulah tanda anak mulai siap masuk Sekolah Dasar. Tetap beri dukungan yang terbaik ya, Ma.

Baca juga:

The Latest