TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Suka Bikin Anak Takut, Ini Alasan Kucing Suka Menggigit Pemiliknya

Setiap gigitan yang dilakukan kucing mempunyai maksud dan tujuan tertentu

Pixabay

Kucing sering kali dijadikan sebagai hewan peliharaan karena rupanya yang menggemaskan. Namun, tak jarang pula tingkah lakunya membuat si pemilik geleng-geleng kepala.

Salah satu tingkah aneh yang dilakukan kucing kepada pemiliknya adalah menggigit tangan. Gigitannya mungkin tidak terlalu sakit, tetapi cukup mengagetkan. Bahkan, tingkah laku si kucing yang suka menggigit secara tiba-tiba ini membuat si Anak menjadi takut.

Supaya Mama dan si Anak jadi lebih memahami maksud dibalik kelakuannya tersebut, kali ini Popmama.com akan memberikan informasi tentang alasan kucing suka menggigit pemiliknya.

Yuk, disimak!

1. Bentuk komunikasi kepada pemiliknya

Pixabay/Vicrain

Mungkin terdengar aneh jika menggigit sesuatu seperti tubuh seseorang merupakan salah satu bentuk komunikasi pada kucing. Akan tetapi, biasanya hewan mamalia yang satu ini melakukan hal tersebut untuk menarik perhatian pemiliknya.

Sebagai contoh, si kucing sedang ingin bermain oleh pemiliknya, pergerakannya akan menjadi lebih aktif sampai menarik perhatian mereka dengan menggigit tangannya.

Contoh lainnya, si kucing sedang merasa bahagia dan disayang, jadi ia mengekspresikan rasa tersebut kepada pemiliknya lewat gigitan atau jilatan ke tangan.

2. Tumbuh gigi baru

Pixabay/Jon Pauling

Alasan lain kucing menggigit pemiliknya adalah kemungkinan gigi barunya sedang tumbuh, biasanya hal ini terjadi pada anak kucing yang masih kecil (kitten).

Umumnya, gigi kucing akan muncul pada usia sepuluh minggu, lalu melewati masa pertumbuhan sampai usia enam bulan.

Selama pertumbuhan gigi baru, kucing akan aktif menguji kekuatan giginya dengan menggigit berbagai objek yang bisa digigitnya, termasuk tubuh pemiliknya.

3. Masalah kebiasaan sosialisasi

Unsplash/Paul Hanaoka

Adanya perbedaan lingkungan tempat tinggal membuat kucing kesulitan untuk bersosialisasi dan menyesuaikan diri. Saat masih bersama induk dan saudaranya, si kucing mungkin sudah biasa melakukan hal tersebut atau sudah diajarkan untuk tidak saling menyakiti satu sama lain.

Akan tetapi, ketika kucing pindah dan tinggal bersama manusia, kebiasaan dahulunya seperti menggigit-gigit suatu benda masih terbawa. Jadi, tak jarang pula anggota tubuh pemiliknya menjadi sasaran untuk digigit.

Kalau dalam kasus si kucing yang terlalu awal dipisahkan dengan induknya, mungkin ia belum sempat diajarkan untuk tidak saling menyakiti melalui cakaran dan gigitan. Hal ini bisa membuat kebiasaan tersebut terus berlanjut sampai dewasa.

4. Terlalu sering dielus

Unsplash/Yerlin Matu

Walaupun mengelus-elus bulu kucing terasa menyenangkan untuk Mama dan si Anak, terlalu sering melakukannya ternyata dapat membuat kucing terlalu bersemangat sampai menggigit anggota tubuh pemiliknya.

Sebenarnya, adanya gaya gesek saat mengelus tubuh kucing akan menciptakan listrik statis di bulunya. Hal ini dapat menyebabkan guncangan pada kulitnya saat disentuh, sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.

Karena itu pula, kucing dapat memberi gigitan pada pemiliknya sebagai bentuk ungkapan rasa tidak nyaman yang dialaminya.

5. Kesehatannya menurun

Unsplash/Cong H

Ketika tubuh mulai merasa sakit, biasanya kucing akan menjadi lebih berisik untuk memberitahu pemiliknya. Selain itu, sikapnya jadi lebih waspada terhadap gangguan apa pun, termasuk saat Mama atau si Anak ingin menyentuh tubuhnya.

Dalam posisi tersebut, kucing bisa saja menggigit mereka karena merasa terganggu. Jika Mama dan si Anak tidak sengaja menyentuh bagian tubuhnya yang sedang sakit, ia bisa langsung menggigit secara tiba-tiba untuk mengungkapkan rasa sakitnya.

Kalau kondisi kesehatan kucing kurang baik seperti itu, ada baiknya untuk membawanya ke dokter hewan untuk mendapat pengobatan yang tepat.

6. Merasa ketakutan

Unsplash/Andrew Umansky

Sama seperti manusia, kucing juga mempunyai zona nyamannya sendiri. Ketika ada seseorang yang berusaha untuk memasuki zona nyamannya, kucing cenderung melindungi diri dan menyerang orang tersebut lewat gigitan atau cakaran.

Saat kucing merasakan sesuatu yang membuatnya menjadi tidak aman, misalnya saat pindah ke tempat baru atau bertambah anggota yang baru di rumah, ia akan membentuk pertahanan diri.

Kalau si kucing sudah dalam mode pertahanan seperti ini, sebaiknya Mama dan si Anak jangan mendekati atau menyentuhnya secara langsung lebih dahulu sampai ia mulai bergerak menghampiri kembali.

Cara menanggapi gigitan dari kucing

Unsplash/Alberto Bigoni

Gigitan yang dilakukan kucing secara tiba-tiba memang sering membuat pemiliknya terkejut hingga membuat si Anak ketakutan. Untuk itu, penting untuk mengetahui cara respons yang baik terhadap tingkah laku mamalia tersebut.

Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan memperhatikan bahasa tubuh kucing. Perhatikan saat kucing mulai menunjukkan ketidaknyamanan, seperti telinga bergerak ke samping, ekor berkedut kuat, atau kepala berusaha menoleh ke arah Mama dan si Anak.

Sebaiknya, jangan menanggapi gigitan kucing dengan reaksi negatif seperti memukul, berteriak, atau memarahinya. Hal tersebut memungkinkan kucing menjadi lebih tidak nyaman dan hanya akan memperburuk kondisi dan hubungan yang ada.

Nah, itulah beberapa alasan kucing suka menggigit pemiliknya, serta sedikit tips untuk merespons gigitan dari kucing. Tidak semua gigitan kucing berarti buruk, tapi Mama dan si Anak tetap harus waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Semoga bermanfaat, Ma!

Baca juga:

The Latest