TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Begini Cara Mengatasi Ketakutan Anak Terhadap Badut

Jangan sampai anak jadi trauma dengan badut ya

Pixabay/RyanMcGuire

Si Kecil takut sama badut nggak nih, Ma?

Beberapa anak mengganggap sosok badut menyeramkan dan sama sekali tidak lucu. Ketidaksukaannya terhadap badut kalau dibiarkan begitu saja bisa mengganggu aktivitas Si Kecil.

Ada banyak faktor yang membuat si Kecil punya rasa takut terhadap badut. Beberapa faktor mulai dari suka ditakut-takuti, efek menonton film tentang badut hingga bisa jadi karena riasan wajah badut yang menurut si Kecil menyeramkan.

Kalau ketakutan si Kecil sudah sangat berlebihan, Mama harus bisa mengatasi permasalahan ini nih.

Untuk Mama yang belum paham harus seperti apa memulainya, kali ini Popmama.com telah mewawancarai Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht akan memberikan beberapa tips agar Mama bisa mengatasi ketakutan anak atau phobia terhadap badut.

1. Hindari menakuti anak dengan badut

Pixabay/Desertrose7

“Kalau makanannya nggak dihabiskan, nanti Mama kasih badut ya.”

“Cepat tidur ya dek, kalau susah disuruh tidur nanti didatangi badut.”

Ma, pernah nggak sih menjadikan badut sebagai sebuah senjata untuk anak agar dirinya bisa patuh sama apa yang dikatakan Mama?

Sadar atau tidak, sebenarnya yang Mama lakukan itu hanya akan membuat anak ketakutan lho. Menakut-nakuti bahkan menyebut badut sebagai sebuah ancaman bukan tindakan yang tepat agar Si Kecil bisa patuh terhadap Mama.

Sebisa mungkin usahakan untuk menakuti Si Kecil dengan badut ya, jika ini dilakukan terus-menerus akan membuatnya fobia. Kalau keterusan, anak akan mengganggap jika badut itu sebagai sosok yang jahat dan bisa datang menghampiri dirinya untuk memberi hukuman.

Jika Mama sudah pernah melakukan hal ini, ada baiknya dikurang ya. Ubahlah pola untuk membuat Si Kecil patuh dengan cara yang lebih positif, sehingga dirinya juga mendapat pelajaran dari apa yang dilakukan Mama.

2. Pelan-pelan memperkenalkan badut

Freepik/kues

Usahakan agar anak mama tidak berlarut-larut takut terhadap badut ya, Ma. Ketakutan Si Kecil terhadap badut akan mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Namanya juga usaha ya, Ma. Untuk mengurangi perasaan takutnya Si Kecil, Mama bisa pelan-pelan mengajak anak untuk berkenalan dengan badut.

Mama bisa memperkenalkan badut mulai dari foto atau gambar, komik, kostum hingga boneka badut. Dekatkan Si Kecil dengan sesuatu yang terlihat lucu dan sama sekali tidak menyeramkan ya, Ma.

Saat memperkenalkan badut pada anak, Mama harus bisa bersikap tenang. Harus pelan-pelan agar dirinya tidak mengganggap badut sebagai sebuah ancaman.

Sesudah Si Kecil tidak menganggap badut sebagai sesuatu yang harus ditakuti, lain kali Mama bisa mengajaknya untuk berinteraksi langsung dengan badut.

3. Mengajak berinteraksi secara langsung

Unsplash/Levi Saunders

Mengatasi ketakutan anak terhadap badut bisa Mama lakukan secara bertahap lho. Setelah memperkenalkan anak mama dengan badut melalui foto atau gambar badut, kostum hingga boneka badut, sekarang Mama bisa mengajaknya berinteraksi langsung.

Carilah momen yang tepat untuk memperkenalkan badut kepada Si Kecil ya, Ma. Mama bisa mengajak dirinya pergi ke ulangtahun teman seusianya yang mengundang badut atau mungkin bisa memperkenalkan badut di acara ulangtahunnya sendiri.

Ketika ingin merayakan ulangtahun Si Kecil, Mama bisa menyewa jasa badut untuk ikut terlibat di dalam acara. Momen seperti ini bisa dijadikan waktu yang tepat untuk memperkenalkan badut kepadanya.

Buatlah suasana ulangtahun anak semakin seru dengan kehadiran badut. Namun, terkadang wajah badut yang terlalu putih dengan senyum terlalu lebar, bisa membuat beberapa anak-anak menjadi takut.  Untuk itu, Mama bisa meminta riasan badut yang tidak terlalu menyeramkan atau mungkin bisa pergunakan kostum-kostum yang sedang disukai anak-anak.

Di saat perayaan ulangtahun Si Kecil, Mama bisa memberikan waktu kepadanya untuk mulai menyentuh, bermain dan berfoto-foto bersama badut. Dengan begitu anak mama akan menyadari kalau badut juga manusia biasa sama seperti dirinya.

4. Beri pemahaman kalau badut juga manusia

Freepik/asierromero

Menonton sosok badut yang jahat di dalam film bisa membuat anak merasakan ketakutan nih, Ma. Apalagi kalau yang dipertontonkan adalah sosok badut yang berusaha menakut-nakuti anak kecil.

Saat menonton film itu, ia akan merasa cemas dan ketakutan sendiri. Anak bisa membayangkan kalau dirinya berada di dalam posisi anak-anak yang ada di film itu. Nah, ketakutannya terhadap badut di dalam film akan berlanjut di kehidupan sehari-hari.

Ada baiknya saat menonton film sejenis ini, Mama perlu memberikan pendampingan. Selain mendampinginya, Mama juga bisa memberikan pemahaman untuknya.

Katakan kalau kisah badut yang ada di dalam film hanyalah buatan, mereka tidak benar-benar menakuti anak-anak di dunia nyata. Berikan pemahaman juga kalau badut itu adalah manusia sama sepertinya.

Kalau ia masih takut dan merasa trauma terhadap badut, Mama bisa membeli topeng badut. Berikan pemahaman kalau di dalam badut itu ada manusia, jadi bukan sesuatu yang harus ditakuti. Pemahaman seperti inilah yang bisa mengurangi ketakutannya terhadap badut.

5. Usahakan untuk tidak terlalu memaksa

Freepik/luis_molinero

Untuk mengurangi rasa takutnya terhadap badut pasti Mama sudah melakukan berbagai cara. Kalau semua itu tidak berhasil sesuai apa yang Mama inginkan, sebaiknya dihentikan saja ya.

Sesuatu yang terlalu dipaksakan itu selamanya tidak ada baik lho, Ma. Setidaknya Mama sudah berusaha untuk menghilangkan rasa ketakutan anak terhadap badut, meskipun ada akhirnya gagal.

Saat si Kecil tetap menolak dan masih punya rasa ketakutan tersendiri terhadap badut, ada baiknya Mama menghentikan usaha untuk memaksa ya.

Terlalu memaksakannya secara terus-menerus hanya akan membuat dirinya tersiksa, Ma. Bahkan akan menambah efek traumatisnya.

Kalau Mama sudah menyerahkan, mungkin Mama bisa berkonsultasi dengan psikolog anak dalam mengatasi masalah si Kecil ini ya.

Beberapa tips bisa Mama lakukan untuk menghilangkan rasa ketakutannya atau phobia terhadap badut.

Gimana Ma, sudah baca tipsnya sampai habis belum? Semoga setelah dicoba si Kecil jadi tidak takut lagi ya, Ma.

Baca juga:

The Latest