TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Aktivitas untuk Meningkatkan Perkembangan Anak

Melatih perkembangan anak dengan cara yang menyenangkan

Freepik/Maria-sbytova

Setiap orangtua senang melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang, dengan bermain dan belajar bersama, serta mengawasi dan mengamati perkembangan anak.

Tak jarang beberapa orangtua ingin memiliki anak dengan kecepatan perkembangan yang normal, dengan melakukan pemeriksaan kecil terkait kecerdasan, keterampilan berbicara, keterampilan motorik, dan lain-lain.

Namun diketahui bahwa perkembangan setiap anak berbeda-beda, ada yang keterampilan yang menonjol, dan ada kekurangan di aspek tertentu. Ini tak berarti kekurangan anak adalah hal yang buruk, karena hanya membutuhkan lebih banyak usaha.

Dalam meningkatkan perkembangan anak dengan optimal, ada beberapa aktivitas yang bisa si Kecil lakukan. Beberapa aktivitas yang Popmama.com rekomendasikan di bawah ini dapat membantu anak berkembang dengan baik dan sekaligus menyenangkan untuknya. Simak aktivitasnya di bawah ini yuk!

1. Balok LEGO

Freepik/Pressfoto

Balok LEGO telah ada selama beberapa generasi, dan anak-anak dari segala usia senang bermain dengannya. Namun, LEGO lebih dari sekadar mainan, balok-balok ini dapat membantu mengembangkan beberapa keterampilan yang berguna.

Misalnya, balok LEGO dilengkapi dengan instruksi, sehingga anak dapat melatih kemampuannya membaca dan mengikuti instruksi. Manfaat lainnya adalah perhitungan, karena anak memerlukan sejumlah keping untuk membangun sesuatu, oleh karena itu matematika juga ikut terlibat.

Selain itu, mainan ini juga sangat efektif dalam mempromosikan kreativitas dan kecerdasan spasial. Jika memungkinkan, buat si Kecil rutin bermain dengan balok-balok LEGO-nya untuk mendapatkan manfaat di atas.

2. Minecraft

Freepik/Fwstudio

Minecraft seperti versi Lego yang lebih kompleks dan canggih, ini adalah salah satu permainan video paling populer dan banyak orang dari segala usia yang antusias dengan permainan ini.

Di Minecraft, anak dapat membangun, membuat, membentuk ulang, dan membongkar barang. Tapi, anak juga perlu mencari sumber daya, mengumpulkan bahan, dan menyusun strategi cara meningkatkan bangunannya.

Sama seperti bermain dengan LEGO, Minecraft mempromosikan pengembangan keterampilan yang sama, namun dengan tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, anak bisa menjelajahi berbagai fitur lain yang ditawarkan game tersebut.

Permainan gadget ini bahkan dapat membantu anak menguasai pengkodean atau coding, yang merupakan keterampilan yang sangat berguna untuk dimiliki di abad ke-21. Namun perlu diingat batasan screen time saat anak bermain game ini ya, untuk mencegah anak kecanduan gadget!

3. Perburuan harta karun

Freepik/Senivpetro

Permainan ini adalah kegiatan orangtua-anak yang menyenangkan, dan juga bisa sangat bermanfaat bagi anak. Walaupun mungkin perlu banyak waktu bagi Mama untuk menyiapkannya, tetapi hasil akhirnya bisa sepadan.

Pada dasarnya, Mama perlu menyiapkan sesuatu untuk anak dan menyembunyikannya di dalam atau halaman rumah. Agar objek dapat ditemukan, si Kecil perlu memecahkan serangkaian puzzle dan teka-teki. Ini adalah aktivitas yang sedikit lebih maju, dengan memicu pemikiran kritis dan keterampilan memecahkan masalah.

Sebagai alternatif, Mama bisa ikut bermain perburuan harta karun bersama si Kecil. Siapkan petunjuk yang sederhana. Seperti harus menemukan semua benda yang berbentuk bulat atau berwarna ungu, namun pastikan Mama memberikan contoh barang yang harus anak cari.

Setelah melihat semua barang yang dibawa, Mama dapat melihat apakah anak mampu mengenali bentuk dan objek secara teratur, dan mengetes kemampuan persepsi warnanya.

4. Puzzle

Freepik

Puzzle merupakan permainan yang sudah tak asing bagi anak-anak. Yang perlu Mama ingat adalah selalu meningkatkan kesulitannya secara bertahap.

Seorang anak mungkin dapat menyelesaikan puzzle kecil dengan 50-70 potongan puzzle sendiri, namun dengan puzzle yang lebih besar, Mama dapat membantu anak untuk mengerjakannya bersama.

Puzzle sangat efektif dalam perkembangan pengenalan pola dan bentuk, peningkatan memori, dan untuk kolaborasi pengajaran. Selain itu, si Kecil akan memiliki gambar indah yang bisa Mama bingkai dan gantung di dinding setelahnya.

5. Buku mewarnai

Freepik/Karlyukav

Buku mewarnai adalah mainan lain yang disukai anak-anak dan membantu pertumbuhannya. Buku menarnai cocok untuk anak yang belum bisa membaca.

Buku mewarnai membantu anak untuk mengembangkan sisi artistiknya, dan juga membantu anak mengembangkan beberapa keterampilan motorik yang berguna yang akan berguna saat anak belajar menulis, karena mewarnai membutuhkan pegangan tangan yang kuat dan presisi.

Selain itu, buku mewarnai dapat menenangkan dan membuat anak lebih rileks, jadi sebaiknya biarkan si Kecil bersantai dengannya setelah melakukan aktivitas yang menegangkan.

6. Bermain kelereng

Echolive.ie

Kelereng adalah permainan yang umum dikalangan anak-anak Indonesia. Bermain kelereng tampak seperti versi mini meja biliar, karena anak membutuhkan ketelitian dan visualisasi agar berhasil dalam permainan ini.

Bermain kelereng merupakan permainan tradisional, tetapi orang-orang yang lahir pada tahun 80-an dan 90-an sangat akrab dengan konsep permainan tersebut.

Anak hanya perlu meluncurkan kelereng kecil dari tangannya dan memukul kelereng lainnya dengan cukup kuat untuk mengeluarkannya dari lingkaran.

7. Membaca dan bernyanyi

Pexels/Lina Kivaka

Ada baiknya memiliki beberapa buku untuk anak yang dapat Mama baca bersamanya, sekaligus juga mengajari anak cara membaca. Membaca adalah keterampilan yang pasti setiap anak butuhkan, dan Mama dapat memulainya segera setelah anak berusia 4 tahun.

Masalahnya adalah tidak semua anak menganggap membaca itu menarik, tetapi dengan buku cerita yang berwarna-warni, itu mungkin berhasil. Mama juga dapat membuat beberapa kartu flash dengan gambar sebelum melanjutkan ke buku cerita.

Mama juga dapat mengajari si Kecil beberapa lagu dan mengundangnya untuk bernyanyi bersama. Dengan cara ini, Mama dapat mengembangkan kemampuan memori, kecerdasan akustik, dan pengenalan kata pada anak.

Ingat, keterampilan yang paling penting juga dikenal sebagai empat C di abad ke-21: Creativity (kreativitas), Collaboration (kolaborasi), Communication (komunikasi), dan Critical Thinking (pemikiran kritis).

Semua aktivitas yang disebutkan di atas juga dapat memengaruhi keterampilan tersebut, jadi cobalah untuk menerapkan beberapa permainan di atas selama masa-masa perkembangan anak. Selamat mencoba Ma!

Baca juga:

The Latest