TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

9 Cara Mengatasi Telat Haid secara Alami yang Efektif

Terapkan pola makan sehat dan rajin olahraga bisa bantu lancarkan haid

Unsplash/Brooke Lark

Umumnya, siklus haid seorang perempuan berkisar antara 21-35 hari sekali. Dengan periode selama 4-7 hari setiap kali haid. 

Namun terkadang, jadwal haid bergeser menjadi lebih cepat. Bahkan sebaliknya atau lebih lambat.

Ketika terlambat haid, tentunya perempuan dapat merasa khawatir karena merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya.

Sebenarnya, Mama tidak perlu panik. Haid yang datang terlambat bisa saja dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari pola makan, olahraga, atau stres.

Nah untuk menghadapinya, Mama bisa coba beberapa cara mengatasi telat haid yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Minum air jahe

Pexels/Pixabay

Salah satu cara mengatasi telat haid dengan alami yaitu coba mengonsumsi air jahe, Ma.

Jahe memang telah dipercaya sebagai obat tradisional yang bisa melancarkan haid. Namun, keyakinan tersebut masih perlu penelitian lanjutan. 

Menurut ulasan dalam jurnal Phytotherapy Research tahun 2016, para peneliti menentukan bahwa jahe mungkin efektif dalam mengobati perdarahan haid yang berat dan nyeri haid.

Untuk mengonsumsinya, Mama cukup merebus beberapa potong jahe dan dikonsumsi sebagai teh. Dalam hal ini, Mama juga dapat menambahkan madu dan lemon agar lebih manis nan menyegarkan.

2. Konsumsi vitamin C

Unsplash/Diana Polekhina

Cara mengatasi telat haid selanjutnya ialah dengan mengonsumsi vitamin C. Hal ini karena vitamin C yang diserap dalam tubuh bisa mengurangi stres oksidatif.

Perlu Mama ketahui bahwa stres merupakan salah satu penyebab haid terlambat. Jadi, konsumsi vitamin C untuk meredakan stres bisa membantu Mama melancarkan haid.

Dalam hal ini, Mama bisa mengonsumsi suplemen vitamin C atau mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, beri, brokoli, bayam, paprika merah dan hijau, serta tomat. 

Namun, tetap perhatikan batas aman yang disarankan karena terlalu banyak asupan vitamin C bisa berbahaya.
Menurut praktisi kesehatan, batas konsumsi vitamin C harian yang dianjurka untuk orang dewasa setiap harinya tidak boleh melebihi 2.000 mg.

3. Minum air rebusan kayu manis

Pexels/Ngo Trong An

Untuk mengatasi telat haid, Mama juga bisa coba mengonsumsi air rebusan kayu manis sebagai cara tradisional yang aman.

Studi dalam jurnal Research Gynecology tahun 2014 menemukan bahwa kayu manis membantu mengatur siklus menstruasi dan bahkan bisa menjadi pilihan pengobatan yang efektif untuk perempuan dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Mama hanya perlu menyeduhnya dengan air hangat. Bisa juga dengan menyampurnya ke dalam teh hangat.

4. Konsumsi vitamin E

Unsplash/Mockupo

Ada banyak vitamin yang bisa membantu Mama untuk melancarkan siklus haid. Salah satunya vitamin E yang memiliki sifat antioksidan yang dapat menjaga keseimbangan hormon perempuan.

Dengan hormon yang seimbang, otomatis hormon reproduksi dalam tubuh Mama juga dapat bekerja optimal. Siklus haid pun menjadi lebih lancar.

Apabila Mama mengonsumsi vitamin E sebagai suplemen harian secara tepat, pasti siklus haid akan lebih teratur.
Selain dari vitamin, Mama juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin E dari makanan seperti brokoli, almond, minyak zaitun, alpukat, dan lainnya.

5. Minum cuka sari apel

Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Cara mengatasi telat haid secara alami lainnya yakni dengan mengonsumsi cuka sari apel. 

Menurut studi berjudul The Tohoku Journal of Experimental Medicine tahun 2013 disebutkan bahwa minum 15 ml cuka sari apel setiap hari dapat mengembalikan menstruasi ovulasi pada perempuan dengan PCOS. 

Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini, terutama karena penelitian ini hanya melibatkan tujuh peserta.

Mama bisa mengonsumsi cuka sari apel dengan cara mencampurnya bersama air putih. Bisa juga dengan menambahkan satu sendok madu untuk menetralisir rasanya sehingga lebih nyaman dikonsumsi.

6. Konsumsi kunyit

Pexels/Karl Sorano

Kunyit telah dipercaya sejak lama untuk mengatasi siklus haid yang tidak lancar. Rempah yang juga banyak dipakai untuk bumbu masakan ini diyakani sebagai emmenagogue (zat yang merangsang atau meningkatkan aliran menstruasi).

Dalam hal ini, kunyit dapat bekerja dengan memengaruhi kadar estrogen dan progesteron. Namun sayangnya, penelitian ilmiah yang mendukung klaim ini masih kurang sehingga dibutuhkan berbagai studi lanjutan.

Untuk melancarkan haid menggunakan kunyit, Mama bisa menambahkannya dalam masakan. Bisa juga menggunakan bubuk kunyit ke dalam susu hangat untuk dikonsumsi.

7. Olahraga teratur

Unsplash/Jonathan Borba

Selain menjaga pola makan, Mama juga perlu berolahraga secara teratur agar siklus haid tidak terlambat.
Dengan olahraga, tubuh Mama dapat mengelola stres secara lebih baik. Jadi, haid bisa berjalan lebih lancar.

Ada banyak pilihan olahraga yang dapat mengatur siklus haid. Salah satunya ialah yoga. Studi berskala kecil dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine tahun 2013 menemukan bahwa latihan yoga setiap hari membantu menyeimbangkan hormon yang terkait dengan haid yang tidak teratur.

8. Cukupi kebutuhan folat

Unsplash/PHUC LONG

Cara mengatasi telat haid selanjutnya yang bisa Mama lakukan ialah dengan memenuhi kebutuhan folat.
Mineral yang satu ini dapat menjaga keteraturan siklus ovulasi serta mendukung kesuburan. 

Tidak hanya didapatkan dari suplemen, folat juga dapat dicukupi dari makanan seperti telur, sayuran berdaun hijau, buah bit, kacang-kacangan dan biji-bijian, hati sapi, papaya, alpukat, dan pisang.

9. Penuhi kebutuhan vitamin D

Unsplash/Aaron Blanco Tejedor

Perlu Mama ketahui juga bahwa vitamin D ternyata dapat membantu siklus ovulasi. Jadi ketika telat haid, bisa diatasi dengan memenuhi kebutuhan vitamin D agar siklusnya kembali lancar.

Sebuah studi dalam jurnal Reproductive Biology and Endocrinology  tahun 2015 menemukan hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dan haid tidak teratur.

Haid yang tidak teratur adalah gejala umum PCOS. Sebuah uji klinis skala kecil dalam Journal of Research in Medical Sciences tahun 2014 menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium, bersama metformin, dapat membantu mengatur siklus menstruasi untuk orang dengan PCOS.

Kebutuhan vitamin D ini dapat dicukupi dengan rajin berjemur karena sinar matahari yang diserap tubuh dapat mengubahnya menjadi vitamin D. Selain itu, Mama bisa mendapatkan vitamin D dari ikan berlemak, atau susu nabati dan sereal yang telah difortifikasi. 

Itu dia cara mengatasi telat haid secara alami yang bisa Mama lakukan. Semoga dengan cara di atas, siklus haid bisa normal kembali, ya.

Baca juga:

The Latest