TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bedah Visi Misi Capres Soal Perlindungan Anak, KPAI Bertemu TKN & BPN

Ketahui visi misi kedua capres soal perlindungan anak yuk, Ma!

Dok. KPAI

Menjelang Pemilu 2019, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar kajian untuk membedah visi misi. 

Bertepat di gedung KPAI, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019) Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ikut membedah visi misi capres dan cawapres mengenai isu perlindungan anak.

Untuk Mama yang ingin mengetahui beberapa visi misi megenai perlindungan anak dari kedua Paslon, kali ini Popmama.com sudah merangkumnya. 

1. Tim Kampanye Nasional (TKN) menjelaskan visi misi Jokowi-Amin mengenai perlindungan anak 

Dok. KPAI

Ida Fauziah, Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Pasangan Calon Presiden Jokowi-Amin melalui bedah visi misi mengenai perlindungan anak memaparkan beberapa program aksi sebagai fokus utama, di antaranya: 

  • Mengembangkan sistem jaminan gizi dan tumbuh kembang anak 

Jokowi-Amin berkomitmen untuk mengurangi gizi yang terjadi pada anak-anak, seolah ingin menurunkan prevalensi stunting. 

Seperti yang Mama ketahui kalau stunting atau gagal tumbuh pada si Kecil menjadi sebuah ancaman utama terhadap kualitas manusia di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan ini, Jokowi-Amin  seolah mengupayakan yang melakukan beberapa hal seperti mempercepat pemberian jaminan asupan gizi sejak dalam kandungan, memperbaiki pola asuh keluarga, memperbaiki fasilitas air bersih dan sanitasi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak.  

  • Meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari tindakan kekerasan

Perlu disadari bahwa tindak kekerasan sekarang sudah semakin meningkat. Untuk itu Program Perlindungan Anak pada tahun 2019 menjadi sebuah prioritas. Bahkan ada peningkatan perlindungan khsusus terhadap anak-anak. 

  • Mengembangkan jangkauan dasar lengkap pada bayi

Program ini nantinya Kemenkes akan mendorong BPJS Kesehatan untuk meningkatkan fokus pelayanannya pada perbaikan kesehatan dan gizi ibu, ibu hamil, dan bayi. Melalui peningkatan jangkauan imunisasi dasar lengkap pada bayi, peningkatan ketersediaan obat dan vaksin yang ada  di Puskesmas. 

  • Mengembangkan reformasi sistem pendidikan 

Sebagai sebuah terobosan baru dalam perlindungan anak di bidang pendidikan, Jokowi-Amin akan menyiapkan program KIP Kuliah sebagai perluasan program terdahulu yang hanya sampai ketinggal SMA atau SMKA. 

Selain itu, Jokowi-Amin menguatkan kesetaran gender dan pemberdayaan perempuan Indonesia. 

Sebagai Ibu bangsa, perempuan seolah harus menjadi pendidik yang baik untuk anak-anaknya sebagai penerus masa depan bangsa, menjaga moral keluarga hingga meningkatkan akses anak-anak perempuan untuk memperoleh pendidikan. 

Dari berbagai visi misi dari Jokowi-Amin, kira-kira Mama menanti program yang seperti apa?

2. Badan Pemenangan Nasional (BPN) menjelaskan visi misi Prabowo-Sandi mengenai perlindungan anak 

Dok. KPAI

Juru Debat Ledia Hanifa, Badan Pemenangan Nasional (BPN) melalui bedah visi misi Capres mengenai perlindungan anak memaparkan beberapa program aksi sebagai fokus utama, di antaranya: 

  • Melawan kemiskinan dan pemiskinan 

Melalui program aksi ini, Prabowo-Sandi berupaya melakukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang berusaha menguatkan peran, fungsi hingga anggaran terkait. 

  • Meningkatkan layanan kesehatan

Upaya dari program aksi ini seolah berfokus dalam memperbaiki kualitas gizi, air bersih dan sanitasi masyarakat dalam mengatasi ancaman stunting. Stunting pada anak-anak Indonesia perlu diatasi melalui Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-emak dan Anak-anak Minum Susu) 

Gerakan minum susu ini seolah ingin mengembalikan manfaat yang bisa didapatkan dari susu bagi tubuh, seperti menjaga kesehatan tulang, menguatkan gigi hingga berat badan tubuh menjadi lebih sehat. 

  • Pemberdayaan kaum difabel 

Prabowo-Sandi akan berusaha meningkatkan kesadaran publik untuk tidak merendahkan serta memberikan kesempatan yang sama untuk dapat maju dan berkembang bagi kelompok penyandang disabilitas. 

Selain itu, berusaha untuk memperluas program-program perlindungan kelompok difabel serta membangun sarana, prasarana dan infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas. 

  • Pendidikan berkualitas untuk mencetak "Generasi Emas" 

Melalui program aksi ini, Prabowo-Sandi salah satunya dengan membangun perpustakaan dan taman-taman bacaan untuk mendorong gerakan literasi masyarakat. Keduanya juga akan membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dengan melaksanakan program pengembangan budi pekerti sejak dini. 

  • Memperkuat kearifan lokal manusia Indonesia

Kearifan lokal nantinya akan dibantu dengan cara membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan delapan karakter utama bangsa seperti religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri dan bermanfaat. 

Selain itu, kearifan lokal juga dapat menghidupkan kembali cerita-cerita rakyat yang hampir hilang dan asing bagi generasi muda melalui aktivitas kreatif, inovatif dan berbasis digital. 

  • Menjamin hak rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan 

Dalam program aksi ini, Prabowo-Sandi juga akan memprioritaskan pembuatan Undang-undang yang terkait dengan perlindungan perempuan dan anak serta memperkuat penegakan hukum. 

Itulah beberapa program aksi sebagai fokus utama yang dipaparkan secara langsung oleh BPN melalui bedah visi misi Capres mengenai perlindungan anak. 

3. Tanggapan Ketua KPAI Susanto terhadap kedua pasangan capres dan cawapres

Dok. KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan telaah visi dan misi pasangan calon presiden. Seluruh program yang ditawarkan dianggap menunjukan komitmen terhadap perlindungan anak.

Sebelumnya Ketua KPAI Susanto menyampaikan bahwa ada empat tren masalah yang perlu benar-benar ditangani. Mulai dari kasus anak yang berhadapan dengan hukum, kasus yang melibatkan keluarga dan pengasuhan alternatif, pornografi hingga siber. 

"Saya kira kasus siber menjadi PR besar capres dan cawapres ke depanya karena sudah menjadi tren terkini. Kasus ini memiliki keberanjakan yang signifikan,” ucapnya di gedung KPAI, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Menurut Ketua KPAI Susanto dari bedah visi misi kedua pasangan capres dan cawapres, dirinya menilai kalau keduanya mempunyai komitmen yang besar mengenai perlindungan anak. Bahkan keduanya memiliki kesamaan secara fundamental untuk memajukan kualitas generasi anak-anak dan perempuan ke depannya. 

Telaah visi dan misi kedua Paslon ini bermaksud untuk mengetahui komitmen terkait perlindungan anak, apalagi situasi ini perlu dijaga karena menyangkut masa depan generasi bangsa. 

The Latest