TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Earth Day 2021: Perang Melawan Bumi, Sama Saja dengan Bunuh Diri

"Ini adalah bunuh diri. Kita harus mengakhiri perang melawan alam dan merawatnya kembali agar sehat"

Unsplash/Chris Gallagher

Bencana alam dimana-mana, pertanda kiamat. Iya! Begitulah apa yang diyakini sebagian manusia di muka bumi. 

Akan tetapi pernahkah kamu berpikir bahwa hukum tabur-tuai itu berlaku  di kehidupan. Seperti halnya kamu menabur kebaikan akan menuai kebaikan pula, berlaku juga sebaliknya. 

Nah, apakah kita sebagai manusia yang hidup di Bumi, telah menabur kebaikan dengannya. 

Sudahkah teknologi dan cara ataupun tatanan hidup kita sebagai manusia menganggp Bumi adalah sahabat bahkan seperti keluarga kita? 

Sudah Ma? 

Jelas belum! Walau sudah ada yang dalam dirinya menanamkan cinta Bumi dan alam, akan tetapi perlu adanya peran keseluruhan manusia untuk menjaga keutuhan Bumi yang kita pijak ini, bukan satu atau dua orang. 

Melalui hari Bumi yang jatuh pada hari ini 22 April 2021, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut memperingati Hari Bumi 2021 atau International Mother Earth Day

PBB memberikan statement bahwa merusak alam sama dengan bunuh diri. Seperti apa uraian selengkapnya, Popmama.com akan sajikan untukmu. Mohon disimak! 

1. Menganiaya alam

Unsplash/Dominik Vanyi

Melansir dari UN News, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berkata dengan terus menganiaya alam, maka sebetulnya planet Bumi ini sudah mencapai pada batasanya. 

"Kita dengan gegabah merampas sumber daya Bumi, menghabisi kehidupan liar, dan memperlakukan udara, tanah, dan lautan seperti tempat pembuangan. Ekosistem penting dan rantai makanan sedang didorong menuju keruntuhan," jelas Guterres, menyampaikan sebagaimana dikutip UN News, pada Kamis (22/4).

2. Sama saja dengan bunuh diri

Unsplash/Bianca Berg

Guterres menambahkan perkataanya bahwa dengan berlaku seperti itu, berarti perang terhadap alam dan sama saja dengan bunuh diri. 

"Ini adalah bunuh diri. Kita harus mengakhiri perang melawan alam dan merawatnya kembali agar sehat," ucapnya.

3. Harus ada aksi nyata upaya pencegahan

Unsplash/Nikola Jovanovic

Sekjen Guterres juga meminta agar ada sebuah aksi iklim yang mampu mendorong pada langkah tegas untuk mencegah naiknya temperatur global.

Sekjen Guterres berkata bahwa pandemi Covid-19 bisa menjadi peluang bagi manusia untuk bangkit dengan ekonomi yang lebih hijau. 

"Pada International Mother Earth Day, marilah kita semua berkomitmen pada kerja keras untuk memulihkan planet kita dan berdamai dengan alam," katanya.

Hal serupa juga disoroti oleh UN Environment Programme (UNEP), yang turut menyorot kebutuhan ekonomi yang lebih sustainable dan menguntungkan bagi manusia dan juga planet Bumi sebagai tempat hidup. 

4. Paris agremeent

Unsplash/Anthony DELANOIX

UNEP menekankan pentingnya kontribusi dunia terhadap perjanjian lingkungan, Paris Agreement. 

Paris agremeent adalah sebuah persetujuan dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB yang mengawal reduksi emisi karbon dioksida efektif yang sudah dimulai pada tahun 2020. 

UNEP telah mengembangkan Climate Acton Note untuk menunjukan progres global dalam memenuhi perjanjian tersebut.

"Progres tergantung pada negara-negara dan kemampuan mereka untuk melaksanakan komitmen di bawah Paris Agreement dan kemudian kontribusi bersama untuk menjaga rata-rata temperatur global di bawah 2 derajat celcius," jelas UNEP.

Maka mari kita jaga planet ini, rumah kita semua manusia yang diberikan oleh Tuhan. Dengan hal-hal kecil seperti kurangi penggunaan plastik atau hindari mencemari lingkungan.

Baca juga:

The Latest