TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

WHO Sebut Pandemi Virus Corona akan Berakhir Awal 2022

Wah kabar bahagia nih Ma

Unsplash/Fusion Medical Animation

Meski kamu mungkin sudah bosan dengan di rumah saja dan memilih keluar-keluar dengan masker, tapi nyatanya angka orang terinfeksi Covid-19 terus bertambah. 

Kondisi ini memunculkan banyak prediksi dari berbagai pakar, ada yang memprediksi bahwa sekitar 4-5 tahun baru akan selesai. Bahkan, ada juga yang mengatakan baru akan berakhir sampai 10 tahun mendatang. 

Tapi ada kabar terbaru yang mengatakan bahwa akan berakhir sebentar lagi. Simak ulasan Popmama.com berikut ini. 

1. Berakhir pada awal tahun 2022

Unsplash/Souvik laha

Hal ini dilontarkan oleh Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) regional Eropa, Hans Kluge. Dirinya mengatakan Covid-19 mungkin saja berakhir pada awal tahun 2022 mendatang.

Dikutip dari Anadolu Agency, Bahkan dirinya yakin, meskipun terus terjadi mutasi virus yang terus dilaporkan di berbagai negara dunia, namun tak akan berpengaruh pada vaksin yang kini tengah dikembangkan.

"Skenario terburuk pandemi telah berakhir," kata Kluge saat berbincang dengan lembaga penyiaran DR, Denmark.

Menurutnya, di tahun 2021, negara-negara sudah lebih sanggup dalam mengatasi pandemi Covid-19, tidak seperti pada awal kemunculannya 2020 lalu, saat informasi soal Covid-19 masih serba terbatas dikarenakan strain penyakit baru yang secara mendadak mewabah.

"Covid-19 masih akan mewabah pada tahun 2021, tetapi akan lebih mudah dikelola daripada tahun 2020," papar Kluge.

2. Meski terus bermutasi tapi tidak akan diluar kendali

Pexels/CDC

Meski terus adanya mutasi pada virus, Kluge menilai pembatasan-pembatasan terkait Covid-19 sudah bisa dicabut di awal 2022.

Hal ini dikarenakan meski varian baru mutasi virus sudah menyebar ke banyak negara, Corona dinilai tak akan mungkin di luar kendali hanya karena mutasi.

Namun hal ini menimbulkan pengecualuan, bagi negara yang fasilitas kesehatannya sudah 'tertekan' karena Covid-19, negara tersebut perlu terus mewaspadai mutasi apapun yang ditemukan.

"Mutasi tidak akan membuat virus di luar kendali tetapi mencatat bahwa negara-negara yang sistem perawatan kesehatannya sudah di bawah tekanan dapat berada di bawah tekanan yang lebih besar, sehingga perlu untuk menanggapi mutasi dengan sangat serius," ujarnya.

3. Di Indonesia, bila proses vaksinasi sudah mencapai 70 persen kabar bahagia mengenai pandemi bisa segera terjadi

Youtube.com/Sekretariat Presiden

Sementara itu di Indonesia, saat ini sedang dilakukan proses vaksinasi secara bergilir. Dokter Gia Pratama, selaku Satgas Covid-19 yang bertugas di dalah satu Rumah Sakit dan juga salah satu dokter yang aktif di media sosial pernah menekankan agar masyarakat Indonesia jangan menyerah untuk tetap bergerak sesuai arah petunjuk protokol pandemi virus. 

Menurutnya kita harus bersabar sampai sekitar 70 persen vaksin telah diberikan pada masyarakat Indonesia. Maka kekebalan kelompok atau herd immunity akan terjadi, sehingga pandemi pun bisa cepat berakhir. 

"Jadi pandemi ini belum selesai jangan pernah menyerah dan jangan juga untuk terserah. InsyaAllah ini Hanya akan menjadi sejarah yang baik untuk dikenang pada masa depan yang cerah. Setelah vaksin berjalan 70 presen di negeri ini insyaAllah Kita akan cepat selesai menghadapi pandemi ini," Kata Dokter Gia pada peluncuran produk vitamin C via zoom. 

Bagi kamu semua yang tentunya ingin cepat berpergian kembali dengan normal, Ya! Mari kita wujudkan itu bersama.

Jangan menyerah tetapi juga jangan terserah. Tetap patuhi protokol kesehatan dan tetap budayakan kebersihan dimanapun berada. Salam sehat Popmama! 

Baca juga:

The Latest