TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apa Itu Touch Starvation? Ketika Seseorang Kurang Sentuhan

Mengakibatkan timbul rasa kesepian dan kehilangan rasa kasih sayang

Freepik/Pressfoto

Manusia memiliki indera peraba yang dimana hakikatnya memiliki kebutuhan untuk berkontak fisik. Lapar sentuhan atau Touch Starvation yang lebih dikenal sebagai haus akan sentuhan. Kondisi kekurangan sentuhan terjadi ketika seseorang mengalami sedikit atau sama sekali tidak ada sentuhan dengan mahluk hidup lainnya.

Touch Starvation umum terjadi di negara-negara yang sensitif dan kurang menyukai sentuhan. Salah satunya Perancis yang ditemukan sebagai negara yang paling sensitif. Sedangkan Amerika Serikat muncul di daftar paling bawah.

Kok bisa ya sampai kurang sentuhan seperti itu?

Penyebab umum Touch Starvation adalah karena penggunaan teknologi yang berlebihan, ketakutan untuk menyentuh karena takut dianggap tidak pantas, faktor budaya, atau faktor lainnya. Kondisi ini bisa menyebabkan efek serius dan tahan lama bagi beberapa orang.

Ingin mengetahui tentang Touch Starvation? Berikut ini Popmama.com telah menyediakan informasinya untuk kamu ketahui.

1. Sentuhan kulit ke kulit sangat penting bagi manusia, ini baik untuk menjaga kesehatan mental, emosional, dan fisik

Freepik/Pressfoto

Kontak kulit ke kulit sangat penting bagi manusia, tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental dan emosional, namun juga kesehatan fisik. Salah satu hal yang dihasilkan oleh bersentuhan dengan orang yang dipercaya adalah mengurangi stres dan menginkatkan sistem kekebalan tubuh bekerja sebagaimana mestinya.

Sentuhan juga dapat menenangkan fungsi tubuh seperti detak jantung dan tekanan darah dengan menstimulasi reseptor tekanan yang membawa sinyal ke saraf vagus. Saraf ini menghubungkan otak ke seluruh tubuh. Sinyal ini berguna untuk memperlambat laju sistem saraf agar mengurangi stress dan tekanan.

Sejak dari lahir, sentuhan dianggap penting untuk membangun hubungan yang sehat dengan melepaskan hormon oksitosin, serotonin atau antidepresan alami, dan dopamin kimia yang membawa kesenangan.

Bagi beberapa orang, sentuhan juga dapat mengatasi masalah kesepian. Bahkan sentuhan lembut dari orang asing dapat mengurangi perasaan pengucilan sosial.

2. Touch Starvation tidak berarti selalu berkaitan dengan sentuhan sensual dengan pasangan

Freepik

Lapar sentuhan tidak berarti selalu berkaitan dengan sentuhan sensual. Setiap dan semua sentuhan positif dianggap bermanfaat. Kurangnya jabat tangan di tempat kerja, pelukan antar sahabat, atau tepukan di punggung dapat menyebabkan perasaan lapar sentuhan atau Touch Starvation.

Sentuhan sensual juga berhubungan dengan lapar sentuhan ini, seperti orang yang kurang mendapatkan bergandengan tangan, sentuhan punggung, dam sentuhan kaki.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa akhir saraf yang disebut C-Tactile Afferents adalah sinyal untuk mengenali segala bentuk sentuhan lembut.

Menurut sebuah studi tahun 2017, menyentuh yang ideal adalah 3-5 detik. Menyentuh juga dapat melepaskan hormon oksitosin atau yang juga dikenal sebagai “hormon cinta”.

3. Gejala yang ditimbulkan dari gangguan lapar sentuhan adalah merasa sangat kesepian atau kehilangan rasa kasih sayang

Freepik

Walaupun tidak ada cara pasti untuk mengetahuinya, namun singkatnya kamu mungkin merasa sangat kesepian atau kehilangan rasa kasih sayang. Gejala ini juga dapat dikombinasikan dengan:

  • Perasaan depresi
  • Kegelisahan
  • Rasa tekanan
  • Kepuasan hubungan yang rendah
  • Sulit tidur
  • Kecenderungan untuk menghindari keterikatan yang aman

Mungkin juga dapat secara tidak sadar melakukan hal-hal untuk mensimulasikan sentuhan, seperti mandi air panas atau mandi dalam waktu yang lama, berselimut, dan bahkan memegangi hewan peliharaan.

Baca juga:

4. Orang yang jarang bersentuhan bukan berarti mereka tidak menginginkan manfaat dari sentuhan

Freepik

Beberapa orang mengaitkan sentuhan dengan rasa percaya. Jika tidak mempercayai seseorang, mereka mungkin tidak ingin orang itu menyentuh mereka. Tapi itu bukan berarti mereka tidak menginginkan manfaat dari sentuhan pelukan atau sekedar jabat tangan.

Tidak menyukai sentuhan kadang-kadang disebutkan oleh orang yang memiliki kondisi spektrum neurodiverse dan mereka mengidentifikasikan sentuhan sebagai tindakan aseksual.

Kebiasaan sentuhan ini juga bisa dari hasil pengalaman masa kecil. Penelitian pada tahun 2012 dari Comprehensive Psychology, menemukan bahwa orang-orang yang sering diberikan pelukan atau sentuhan dari orangtuanya, cenderung suka memeluk orang ketika dewasa.

Kurangnya mengalami sentuhan positif, dapat mempengaruhi perkembangan saraf vagus seorang anak. Walaupun ini tidak berlaku untuk semua orang, hal ini dapat merusak keintiman dan keterampilan dalam bersosialisasi.

5. Cara-cara yang dapat mengurangi rasa lapar sentuhan yang mudah dilakukan

Freepik

Lapar sentuhan bisa kamu biasakan agar tidak bertahan selamanya. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana untuk menerima sentuhan dan lebih banyak kasih sayang pada masa muda kamu sekarang:

Cobalah pijatan: Kunjungi seorang pijat profesional, pijat adalah cara yang terbukti untuk bersantai dan menikmati manfaat dari sentuhan pijatan orang lain.

Habiskan waktu berkualitas dengan hewan: Hewan peliharaan adalah teman yang dapat menenangkan secara ideal. Jika kamu tidak memilikinya, kamu bisa mengunjungi kafe-kafe yang berisi hewan peliharaan seperti kucing atau anjing.

Perawatan kuku: Terlihat sepele, namun manikur atau pedikut akan memberi kontak manusia yang kamu butuhkan, dan tampilan baru untuk kuku-kuku yang lebih menawan

Kunjungi salon rambut: Jika kamu tidak berencana untuk merubah gaya rambut, kamu dapat melakukan perawatan seperti creambath atau hairspa untuk relaksasi terbaik.

Belajar menari: Tarian tertentu seperti tango atau dansa tidak berfungsi tanpa kontak kulit ke kulit. Selain mendapatkan sentuhan yang diinginkan, kamu juga mendapatkan keterampilan baru.

Pergi ke pesta piyama dengan sahabat: Lakukan kegiatan pesta piyama dengan sahabat-sahabat kamu, kemudian bersosialisasi pada mereka dengan berpelukan sambil bertukar cerita.

6. Tips untuk menyesuaikan diri sendiri dan orang lain dalam meredakan lapar sentuhan yang jangka panjang

Freepik/Rawpixel-com

Kamu mengetahui bagaimana meredakan lapar sentuhan dalam jangka pendek, namun jika kamu mengalami trauma tertentu dapat membuat lapar sentuhan menjadi jangka panjang. Sentuhan biasa cukup mudah jika kamu berani mencobanya dalam kehidupan sehari-hari, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

Untuk diri sendiri:

Duduklah dekat dengan yang kamu cintai. Alih-alih berdiam di sofa, berusahalah untuk berpelukan sambil menonton televisi atau film favorit

Sambut orang-orang dengan jabat tangan atau pelukan. Namun, jangan memaksakan orang lain diluar zona nyaman mereka.

Peluk orang setidaknya selama 20 detik. Ini dikatakan sebagai titik dimana manusia melepaskan hormon oksitosin. Jika khawatir peluk tidak dibalas, tanyakan pada orang tersebut apakah mereka ingin berbagi pelukan terlebih dahulu, alih-alih langsung memeluk

Gunakan sentuhan pada waktu yang sesuai. Terbuka pada orang terdekat untuk ingin disentuh akan mendorong orang tersebut untuk memberikannya. Dalam hubungan romantis, berpegangan atau berpelukan. Pada orang yang kurang dekat, berikan sentuhan pada lengan atau tepukan di punggung. Pastikan orang lain merasa nyaman sebelum melanjutkan tindakan.

Untuk orang yang kamu cinta:

Beri mereka banyak sentuhan positif. Ini bisa dari sentuhan lembut hingga pelukan penuh kasih sayang beberapa kali sehari

Hindari mengaitkan sentuhan dengan negativitas. Jangan mencubit atau mendorong atau melakukan apapun yang menghilangkan getaran kontak fisik yang positif.

Dekatkan diri dengan anak-anak sesering mungkin. Mengizinkan anak kamu, sepupu, atau keponakan duduk di pangkuan kamu. Atau memijat bayi dengan lembut dapat mendorong mereka untuk berperilaku dengan cara yang sama dikemudian hari

Kini kamu telah mengetahui manfaat dari bersentuhan dengan orang lain. Dengan meningkatkan kemampuan bersentuhan dengan orang lain, kamu akan semakin mudah bersosialisasi dan terlihat lebih ramah lho!

The Latest