TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apa Saja Jenis Data yang Dibagikan Whatsapp ke Facebook?

Privasi di Whatsapp bisa dilindungi menggunakan cara berikut ini

Freepik/thanyakij-12

Beberapa waktu yang lalu, Whatsapp mengabarkan bahwa ada pembaruan ketentuan layanan dan privasi bagi pengguna. Salah satu ketentuan baru ini, yaitu membagikan data pribadi pengguna ke Facebook dengan cara yang aman.

Tentunya ketentuan ini menimbulkan rasa khawatir dari para pengguna Whatsapp. Bahkan sebagian orang mengkritik pembaruan ini dan sudah mulai beralih ke aplikasi lainnya yang mereka anggap masih aman.

Masyarakat menganggap bahwa data yang akan dibagikan termasuk data privasi pengguna, seperti kontak maupun histori chat di aplikasi Whatsapp. Faktanya kebijakan ini tidak sampai membagikan data privasi yang dimiliki oleh pengguna.

Jika Mama ingin mengetahui jenis data apa saja yang dibagikan Whatsapp ke Facebook, berikut ini Popmama.com telah merangkumnya.

1. Data yang akan diambil dan dibagikan oleh Whatsapp ke Facebook

Freepik

Pada mulanya kebijakan baru dari Whatsapp ini mulai berlaku sejak 8 Februari 2021 mendatang. Namun, ada beberapa pihak yang mengkhawatirkan dan tidak setuju akan kebijakan ini. Oleh karena itu, pihak Whatsapp menunda pengeluaran kebijakan ini selama tiga bulan mendatang.

Beberapa data di aplikasi Whatsapp akan diambil dan dibagikan pada Facebook, yaitu:

  • Jenis perangkat yang digunakan beserta ID.
  • Lokasi pengguna.
  • Nomor telepon penguna.
  • Data transaksi melalui Whatsapp Pay yang dilakukan oleh para pengguna.
  • Interaksi pengguna dengan produk melalui Whatsapp Business.
  • Identifier pengguna.

2. Data identifier yang dibagikan ke Facebook

Freepik

Identifier merupakan suatu data yang termasuk personal bagi pengguna Whatsapp. Perlu Mama ketahui bahwa ketika mendaftar akun Whatsapp, tentunya akan diminta data personal, seperti nama dan foto. Data tersebut yang akan dibagikan ke Facebook

Namun, data personal dari para pengguna Whatsapp tidak hanya nama dan foto saja. Berikut isi dari data personal yang akan dibagikan ke Facebook:

  • Nomor telepon pengguna.
  • Nama pengguna yang digunakan untuk profil Whatsapp.
  • Foto profil yang digunakan.
  • Status Whatsapp.
  • Informasi perangkat yang digunakan oleh pengguna.
  • IP Address yang digunakan oleh pengguna Whatsapp.

3. Kebijakan baru hanya berlaku bagi pengguna yang berkomunikasi dengan akun bisnis

Freepik/Vectorium

Perlu Mama ketahui bahwa kebijakan baru dari Whatsapp hanya berlaku bagi para pengguna yang berkomunikasi dengan akun bisnis.

Jika Mama pernah melakukan komunikasi dengan akun Whatsapp Business, dapat dikatakan Mama menjadi salah satu orang yang akan mengalami kebijakan baru.

Pembagian data Whatsapp ke Facebook ini memiliki tujuan untuk para pengguna, yaitu iklan yang diterima hanya sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dapat memudahkan pihak Whatsapp untuk lebih memaksimalkan daya beli.

4. Data yang tidak dapat diambil oleh pihak Whatsapp

Freepik/rawpixel.com

Whatsapp meman banyak mengambil data dari para pengguna untuk dibagikan ke Facebook. Namun, Mama tidak perlu khawatir karena ada beberapa data yang tidak bisa dibagikan pada Facebook, yaitu:

  • Seluruh percakapan pengguna Whatsapp melalui personal chat maupun grup.
  • Percakapan saat telepon melalui Whatsapp.
  • Riwayat pesan dan panggilan telepon.
  • Informasi mengenai kontak pengguna di Whatsapp.
  • Lokasi yang dibagikan pengguna kepada orang lain di Whatsapp.
  • Informasi grup yang berada di Whatsapp.

Pihak whatsapp tidak dapat mengambil data yang bersifat pribadi bagi para pengguna. Mereka hanya membagikan hal yang berkaitan dengan akun di Whatsapp Business.

5. Langkah yang dilakukan oleh para pengguna Whatsapp

Freepik/natanaelginting

Whatsapp dan Facebook merupakan aplikasi dengan perusahaan yang sama. Adanya kasus bahwa Facebook pernah mengalami kebocoran data dari para pengguna membuat masyarakat sulit untuk percaya dengan kebijakan baru dari Whatsapp.

Jika Mama memiliki rasa khawatir dengan adanya kebijakan ini, bisa melakukan perlindungan privasi Whatsapp melalui beberapa cara, yaitu:

  • Jangan membagikan data pribadi saat berkomunikasi dengan akun Whatsapp Business.
  • Mematikan peraturan last seen di Whatsapp. Fitur last seen atau terakhir lihat dapat dibaca oleh semua orang dengan membuka chat room. Jika tidak ingin orang lain mengetahui bahwa kapan terakhir membuka Whatsapp, Mama dapat mematikannya dengan cara membuka pengaturan whatsapp, pilih account, dan kembali pilih yang privacy. Setelah itu, Mama dapat memilihnya sesuai keinginan.
  • Mematikan read receipts. Fitur ini memiliki fungsi untuk memberitahu pengirim apakah pesannya sudah dibaca atau belum. Terkadang, ketika seseorang mengirim pesan ingin dibalasnya secara buru-buru akan menimbulkan rasa risih. Jika Mama mengalami hal demikian, dapat mematikannya di pengaturan Whatsapp.
  • Sembunyikan foto profil di Whatsapp. Menerima pesan dari orang yang tidak dikenal tentunya akan menimbulkan rasa khawatir karena dapat melihat foto profil Whatsapp. Jika Mama tidak nyaman untuk dilihat oleh orang yang tidak dikenal, bisa memilih my contacts di pengaturan Whatsapp.
  • Mengatur status Whatsapp. Fitur yang satu ini memang hanya dapat dilihat oleh orang-orang di kontak. Namun, Mama juga dapat menyetelnya dengan dibagikan ke beberapa orang saja di kontak telepon.
  • Sembunyikan pesan about. Fitur ini berisi bio yang akan muncul dibawah nama Whatsapp. Sebagian orang akan merasa risih untuk dilihat bionya oleh orang yang tidak dikenal. Untuk menghilangkan rasa risih tersebut, Mama dapat menyembunyikannya dengan cara buka pengaturan Whatsapp, pilih privacy, dan di bagian about ubah menjadi my contacts.
  • Aktifkan popup notification. Fitur ini berguna untuk Mama yang ingin melihat isi pesan tanpa membukanya. Pengaturan ini dapat diaktifkan melalui settings – notifications dan memilih always show popup.

Itulah beberapa informasi mengenai data yang akan dibagikan Whatsapp ke Facebook. Data yang dibagikan memang tidak terlalu berbahaya dan menimbulkan kekhawatiran, namun perlindungan privasi juga diperlukan dalam kebijakan baru dari Whatsapp.

Baca juga:

The Latest