TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Penyebaran Covid-19 di Jakarta Melambat, Jokowi Minta Kita Tetap Taat!

Adanya penerapan PSBB yang tepat, menjadi pemicu penyebaran virus corona menurun di Jakarta

Freepik/tirachardz

Menjadi kabar baik ketika Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan bahwa DKI Jakarta mengalami perlambatan penyebaran virus corona dari waktu ke waktu. 

Hal ini disampaikan Doni setelah melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, pada Senin (27/4/2020). Doni mengatakan bahwa khusus DKI, perkembangan yang terakhir kasus positif telah mengalami perlambatan yang sangat pesat. 

Bahkan, Doni menyampaikan bahwa kasus penyebaran virus corona di ibu kota sudah mengalami flat. "Kita berdoa semoga tidak terlalu banyak lagi kasus positif yang terjadi," lanjutnya. 

Sebenarnya, apa yang membuat pelambatan penyebaran virus di Jakarta ini bisa terjadi. Berikut Popmama.com ulas informasinya untuk Mama.

1. PSBB dilakukan dengan tertib memicu perlambatan penyebaran virus corona

Pexels/Edward Jenner

Salah satu pemicu adanya perlambatan kasus positif virus corona di Jakarta adalah tingkat kesadaran masyarakat ibu kota untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sepaham dengan Doni Monardo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengatakan bahwa PSBB adalah cara terbaik Jakarta alami penurunan penyebaran virus corona.

Menurut Doni, PSBB yang dilakukan sejak Jumat, 10 April 2020 di Jakarta telah menemukan titik terang dengan menunjukkan hasil adanya penurunan jumlah kasus baru setiap harinya.

Anies mengatakan bahwa saat ini data grafik kasus positif di Jakarta memang memuncak. Namun, hal tersebut diikuti dengan penurunan jumlah kasus positif corona per harinya.

"Angka yang kita lihat hari ini mencerminkan kebijakan kita dua minggu sebelumnya. Selalu ada jeda, tapi setidaknya dua minggu," kata Anies, pada Selasa (28/4/2020).

Perusahaan yang memberlakukan kerja dari rumah, masyarakat yang tidak melakukan perjalanan transportasi secara berdesakan serta mal-mal yang ditutup pada masa pandemi, membuat virus corona berhasil dilambatkan pergerakannya.

Ya, semoga kesadaran masyarakat pun untuk tetap mematuhi peraturan PSBB bisa dilakukan agar virus corona cepat selesai penyebarannya. 

2. Pemakaman dilakukan sesuai prosedur kesehatan menurunkan risiko penyebaran

Freepik

Kasus corona di Jakarta juga menunjukkan penurunan karena pemakaman yang dilakukan oleh petugas dilakukan dengan menggunakan prosedur Covid-19 di Jakarta.

Aturan pemakaman Covid-19 dilakukan dengan memasukkan jenazah ke kantung jenazah sebelum kemudian dimasukkan dalam peti.

Pemprov DKI Jakarta melakukan pemakaman tanpa mengidentifikasi jenazah. Status jenazah, ODP, PDP maupun positif semua dimakamkan dengan protap jenazah terjangkit corona tanpa terkecuali. 

3. Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Anies Baswedan harap semua kembali normal

Instagram.com/jokowi

Dengan kasus penyebaran virus corona yang terus menurun di Jakarta, Anies berharap agar penyebaran ini terus menurun agar PSBB bisa dihentikan dan kita bisa melakukan kegiatan dengan normal kembali. 

"Ketika nanti pasien dalam pengawasan (PDP) terus menurun, tingkat kematian (per hari) juga turun, kita akan menuju kembali ke normal. Kita berharap hal ini segera terjadi," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau adanya percepatan tes dan pelacakan kasus virus corona agar Indonesia bisa normal kembali.

Jokowi meminta agar seluruh seluruh pejabat serta jajarannya bisa lebih bekerja keras dalam mengatasi virus corona di negeri ini. 

Jokowi berharap bulan Juli kita bisa melakukan kegiatan normal seperti sedia kala.

"Bapak Presiden meminta kita semua untuk bisa bekerja lebih keras lagi dan juga mengajak masyarakat agar lebih patuh, lebih disiplin, dan juga aparat supaya bisa lebih tegas agar pada bulan Juni yang akan datang kita mampu menurunkan kasus COVID di Indonesia. Sehingga pada bulan Juli diharapkan kita sudah bisa mulai mengawali hidup normal kembali," kata Doni Monardo.

4. Rincian penambahan kasus corona di Jakata selama PSBB

Who.int

Berikut ini data penambahan kasus penyebaran virus corona di Jakarta selama pemberlakuan PSBB di Jakarta. 

  • 10 April : 91 kasus baru
  • 11 April : 93 kasus baru
  • 12 April : 179 kasus baru
  • 13 April : 160 kasus baru
  • 14 April : 106 kasus baru
  • 15 April : 98 kasus baru
  • 16 April : 223 kasus baru
  • 17 April : 153 kasus baru
  • 18 April : 79 kasus baru
  • 19 April : 131 kasus baru
  • 20 April : 79 kasus baru
  • 21 April : 167 kasus baru
  • 22 April : 120 kasus baru
  • 23 April : 107 kasus baru
  • 24 April : 99 kasus baru
  • 25 April : 76 kasus baru
  • 26 April : 65 kasus baru
  • 27 April : 86 kasus baru

5. Bagaimana dengan daerah lain?

covid19.go.id/peta-sebaran

Hingga Selasa (28/4/2020) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 415 pasien Covid-19. Total sudah ada 9.511 kasus Covid-19 di Indonesia. 773 kasus meninggal (8,1 %), 1.254 dinyatakan sembuh (13,2 %), 7.484 kasus dalam perawatan (78,7 %). 

Kabar mengenai pengurangan kasus corona di Jakarta, nyatanya belum bisa diikuti daerah lainnya. Sebut saja Jawa Barat, mengalami pelonjakan kasus virus corona.

Selasa (28/4/2020) pukul 11.00 WIB, tercatat pasien positif corona telah mencapai 951 kasus. Tapi, kabar baiknya adalah pasien yang sembuh lebih banyak daripada yang meninggal dunia. 

Kasus corona yang memasuki urutan ketiga adalah Jawa Timur. Kasus corona di Jatim terbilang terus bertambah. Jumlah pasien positif pada Senin (27/4) bertambah 11 orang, total pasien positif telah mencapai 796 orang. Kasus penyebaran virus corona ini disusul oleh provinsi lain.

Itulah informasi mengenai penyebaran virus corona di Jakarta yang alami penurunan. Semoga kabar ini diikuti oleh daerah-daerah lainnya hingga kasus corona ditemukan nihil.

Jika Covid-19 pergi dari negeri ini, kita bisa melakukan kegiatan dengan tenang seperti sedia kala. Sehat terus ya, jangan lupa untuk selalu melakukan protokol kesehatan yang disarankan oleh pemerintah. 

Baca juga:

The Latest