TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apa itu Penyakit Autoimun? Ini Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya!

Penyakit autoimun belum ditemukan penyebab pastinya, ada 80 jenis penyakit ini dengan gejala mirip

Pexels/Andrea Piacquadio

Penyakit Autoimunadalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh orang tersebut. Sistem kekebalan tubuh harusnya bisa melindungi tubuh untuk melawan penyakit dan sel jahat. Namun, orang yang memiliki autoimun justru tidak bisa melakukan hal tersebut.

Tercatat, setidaknya ada 80 jenis penyakit autoimun yang menunjukkan gejala serupa. Tentunya kita sebagai masyarakat awam sulit membedakannya. Hingga kini, penyakit ini belum dipastikan apa penyebabnya.

Ingin lebih tahu soal penyakit autoimun? Berikut Popmama.com rangkum informasinya.

1. Penyebab autoimun pada manusia

Freepik/katemangostar

Dikutip dari John Hopkins Medicine, para peneliti belum tahu apa yang menyebabkan penyakit autoimun. Namun beberapa teori menyebut karena sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif menyerang tubuh setelah infeksi atau cedera yang dialami orang tersebut.

Ada beberapa hal seseorang bisa menderita autoimun:

  • Genetik atau keturunan yang menjadi faktor utama. Meski bukan jadi satu-satunya faktor seseorang memiliki autoimun. Gangguan seperti lupus dan multiple sclerosis (MS) bisa diturunkan ke anak.
  • Kelebihan berat badan bisa mendorong risiko rheumatoid arthritis atau arthritis psoriatic yang merupakan penyakit autoimun.
  • Merokok, seseorang yang aktif merokok gampang terkena penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, hipertiroidisme dan MS.
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu bisa menyebabkan beberapa autoimun seperti lupus. Oleh karenanya jalanilah pengobatan sesuai arahan dokter.
  • Lingkungan menjadi salah satu faktor penentu yang melibatkan paparan zat dan kimia yang masuk ke dalam tubuh.
  • Infeksi, umumnya penyakit autoimun dikaitkan dengan terjadinya gejala infeksi.

2. Gejala penyakit autoimun

Freepik/ jcomp

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa gejala penyakit autoimun sangat mirip. Sehingga sulit dibedakan antara penyakit imun dengan gejala penyakit lain. Mengutip dari Healthline, berikut adalah tanda-tanda awal penyakit autoimun:

  • Kelelahan yang luar biasa
  • Nyeri di sekujur tubuh
  • Pembengkakan dan kemerahan
  • Dema
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • Rambut rontok
  • Ruam kulit
  • Sering sariawan
  • Brain fog, karena otak sewaktu-waktu seperti tertutup kabut yang membuat seseorang seolah kehilangan memori, fokus, dan konsentrasi, entah sedang menulis maupun saat berbicara.

Selain di atas, ada beberapa penyakit autoimun yang memiliki gejala unik misalnya diabetes tipe 1 menyebabkan kehausan ekstrem, penurunan berat badan, dan kelelahan. Sementara, penyakit radang usus bisa menyebabkan sakit perut, kembung, dan diare.

3. Cara mengobati penyakit autoimun

Freepik/rawpixel

Pengobatan dan cara mengatasi autoimun bergantung dari kondisi dan jenis yang diderita seseorang tersebut. Selain itu, bergantung juga dari seberapa parah penyakit autoimunnya.

Misalnya untuk diabetes tipe 1, orang tersebut membutuhkan terapi hormon untuk mengatur kadar gula darah. Kemudian pada orang yang memiliki tirioditis maka akan diberikan hormon tiroid.

Perlu Mama dan Papa ketahui bahwa penyakit autoimun beberapa ada yang tidak bisa disembuhkan. Menurut Healthline, obat-obatan hanya akan mengontrol respon imun yang terlalu aktif dan menurunkan peradangan atau setidaknya mengurangi rasa sakit dan peradangan yang terjadi. Selain suntikkan hormon, ada beberapa obat yang biasanya sering digunakan untuk penyakit autoimun:

  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Motrin, Advil) dan naproxen (Naprosyn)
  • Obat penekan kekebalan tubuh
  • Perawatan tambahan untuk meredakan gejala seperti rasa sakit, pembengkakan, kelelahan, dan ruam kulit
  • Mengkonsumsi makanan dan diet seimbang
  • Berolah raga secara teratur

4. Cara mencegah agar tidak terkena penyakit autoimun

Pexels/Jenna Hamra

Hingga kini belum ada hal pasti bagaimana mencegah agar tidak terkena autoimun. Pastinya menjaga tubuh tetap sehat dengan makan-makanan sehat dan bergizi. Tidak lupa selalu berolah raga dan menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Menurut John Hopkins Medicin melakukan konsultasi dengan dokter mengenai kondisi Mama dan Papa adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Karena bisa diantisipasi sedini mungkin. Agar disiplin untuk menjaga hidup sehat memang sulit, tapi ini bisa menjadi salah satu cara mencegah autoimun.

Itulah tadi pengertian autoimun yang lengkap dengan gejala, cara mengatasi dan cara mencegahnya. Bagi Mama dan Papa yang sudah memiliki autoimun tetap semangat menjaga kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan prima ya!

Baca juga:

The Latest