TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pekerja Rentan Kena Covid-19 di Ruang Tertutup dengan AC Tanpa Filter

Ternyata micro droplet banyak ditemukan di ruangan tertutup lho

Pexels/Andrea Piacquadio

Diungkapkan oleh Epidemiolog Universitas Indonesia Dr. Pandu Riono yang menyebut bahwa micro droplet lebih mudah menempel ke manusia di ruang tertutur di bandingkan dengan area terbuka.

Mengapa bisa seperti itu? Menurut Pandu micro droplet berbeda dibandingkan droplet biasa. Micro droplet bisa melayang-layang di udara lebih lama dibandingkan droplet biasa. Pandu menjelaskan, jika ingin terhindar dari micro droplet di ruangan tertutup maka ruangan itu harus bertekanan negatif. Juga wajib mengenakan masker. 

Ruangan bertekanan negatif adalah ruangan yang memiliki tekanan udara lebih rendah daripada tekanan udara di luar ruang tersebut. Ruang isolasi di rumah sakit merupakan salah satu contohnya.

"Tekanan negatif itu untuk mengurangi micro droplet tadi. Tentunya orang yang bekerja di ruang isolasi seperti itu harus menggunakan perlengkapan hazmat suit," kata Pandu ketika berbicara di program Ngobrol Seru by IDN Times dengan tajuk 100 Hari Pandemik Global-Workshop Meliput COVID-19 pada Sabtu (20/6/2020). 

Selain menyinggung hal tersebut, Pandu juga mengungkapkan bahayanya terlalu lama bekerja di dalam ruangan tertutup lho. Wah, lalu apa yang harus dilakukan? Berikut Popmama.com rangkum selengkapnya.

1. Ruangan tertutup punya risiko lebih besar menyimpan micro droplet

Freepik/javi_indy

Dibandingkan dengan ruangan terbuka, orang yang bekerja di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara hanya dari AC maka bisa berisiko menyebarkan atau terkene virud Corona. Oleh karenanya, saran dari Pandu yakni gedung-gedung perkantoran agar memasang HEPA Filter pada AC central-nya.

HEPA (High-Efficiency Particle) filter adalah penyaringan partikel yang kuat yang membuat sirkulasi udara udara di dalam ruangan menjadi lebih bersih. HEPA filter ini bisa menyaring virus yang berukuran mikronmeter maupun nanometer tidak terlihat oleh mata.

Cara lainnya yakni dengan memasang exhauster sehingga membuat sirkulasi udara dan membawa udara dari dalam ruangan keluar. 

Kemudian, Pandu juga tak lupa mengingatkan untuk selalu menjaga jarak. Mengingat potensi penyebaran virus semakin kecil menular. Ia menyebut ada 3 kombinasi terbaik untuk mencegah seseorang terkena virus Corona yaitu menggunakan masker, mencuci tangan secara rutin dan melakukan jaga jarak.

2. Gedung perkantoran yang tertutup harus diatur sirkulasi udaranya

Freepik/Awaygy

Mengingat pentingnya saringan udara di AC Central, Pandu menyarakan agar pengelola gedung bisa berkonsultasi dengan insinyur di gedung tersebut supaya bisa mengatur sirkulasi udara di dalam ruangan. Ia meminta agar di dalam ruangan itu AC sentral dilengkapi dengan hepa filter. 

Sebab, dengan sirkulasi udara yang mengandalkan pendingin ruangan semata tanpa disaring bisa berisiko menularkan virus corona dari micro droplet

"Ada engineering yang (bisa) mengatur sirkulasi udara, untuk membuat sirkulasi udara betul-betul menjadi aman," kata dia.

3. Micro droplet punya pontensi lebih kecil menyebar di ruangan terbuka

Youtube.com/IDN Times

Meski bisa sama-sama menulari seseorang baik diruangan terbuka dan tertutup, Pandu menyebut micro droplet virus ini lebih kecil menyebar di ruangan terbuka. 

Seseorang bisa mencegah penularan potensi penularan melalui micro droplet ini dengan konsisten menggunakan masker. Di mana guna masker ini untuk menutup mulut dan hidup selama berada di ruang publik.

"Itu sebabnya kenapa jaga jarak itu penting. Karena bisa menurunkan (penularan virus) sampai 10% jika kita bisa berjauhan dengan orang yang membawa virus walaupun dia tidak menggunakan masker. Kalau dia menggunakan masker itu lebih turun lagi (risiko penularannya)," jelasnya.

4. Media Jepang beberkan penularan Covid-19 lebih rentan terjadi dalam ruangan tertutup

youtube.com/NHK World-Japan

Kita mungkin sudah paham kalau penularan virus Corona bisa melalui droplet dari batuk atau bersin. Namun, penelitian baru di Jepang menunjukkan bahwa infeksi virus ini bisa menyebar lewat orang berbicara dalam sebuah percakapan.

Dalam penelitian tersebut, dua orang yang melakukan percakapan dengan jarak normal dan direkam dengan kamera beresolusi tinggi dan kamera thermal menunjukkan penyebaran droplet masing-masing. Temuan ini tentunya menguatkan anjuran WHO untuk selalu menjaga jarak minimal 1 meter karena untuk menghindari micro droplet seseorang.

Dilansir NHK World-Japan dari youtube mereka, mengungkapkan bahwa ternyata micro droplet dari bersin bisa menyebar sangat jauh hampir ke seluruh ruangan. Micro droplet tersebut tidak langsung jatuh ke tanah dan mengapung di udara selama beberapa saat. 

Para peneliti memperkirakan bahwa satu batuk atau bersin dapat menghasilkan 100.000 micro droplet.

"Micro droplet membawa banyak virus. Orang bisa menyebarkan micro droplet ini melalui berbicara lantang," ujar Kepala Asosiasi Penyakit Infeksi Menular di Jepang, Kazuhiro Tateda.

5. Membuka jendela bisa menurunkan risiko penyebaran Covid-19 di ruangan tertutup

youtube.com/NHK World-Japan

Simulasi yang didokumentasikan NHK World-Japan melalui kanal youtube ini dilakukan dengan 10 orang di ruang tertutup dengan ukuran ruangan setara ruangan kelas sekolah. Di mana menunjukkan ketika seseorang batuk, droplet langsung jatuh ke tanah dalam satu menit.

Namun, midro droplet dari orang tersebut tetap berada di udara selama 20 menit setelah batuk dan menyebar ke seluruh ruangan. Namun, ketika jendela dibuka, micro droplet dengan cepat ditiup oleh angin. Aliran udara ini tampaknya akan menyingkirkan partikel yang tak terlihat oleh mata tersebut.

"Yang penting adalah membuat sirkulasi udara tetap ada, lakukan ini setidaknya sekali satu jam sehingga menurunkan risiko infeksi," jelas Kazuhiro.

Itulah tadi sederet informasi mengenai penularan Covid-19 di ruangan tertutup. Bagi Mama dan Papa yang sudah mulai bekerja diharapkan untuk selalu menggunakan masker, jaga jarak dan sering cuci tangan ya. Tetap sehat dan jangan lupa terapkan pola hidup bersih dan sehat!

Baca juga:

The Latest