TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Psikolog Kuak 3 Prediksi Kehidupan Masyarakat Setelah Corona Berakhir!

Diprediksi akan banyak terjadi gangguan psikologi akibat kecemasan berlebih

Freepik

Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (P2MS) Institut Teknologi Bandung (ITB) memprediksi epidemi virus corona atau Covid-19 akan berakhir di Indonesia pada akhir Mei hingga awal Juni 2020.

Artinya, epidemi Covid-19 itu belum berakhir saat memasuki mudik Lebaran 2020. Sebelumnya, simulasi dari tim peneliti pada Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (P2MS) ITB memperkirakan wabah Covid-19 di Indonesia akan mengalami puncak pada akhir Maret 2020 dan berakhir pada pertengahan April 2020.

Adanya prediksi tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana kehidupan sosial setelah pandemi corona berakhir? Adakah kebiasan-kebiasaan baru yang muncul setelah terjadinya pandemi corona?

Terkait pertanyaan tersebut, Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht pun mencoba menuangkan prediksinya mengenai pola kehidupan masyarakat setelah berakhirnya pandemi corona.

Nah, agar lebih jelas, berikut Popmama.com telah merangkum 3 informasi menariknya.

1. Prediksi kehidupan sosial setelah pandemi corona berakhir

pixabay/Gerd Altmann

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya tentang hidup ini, namun kita tetap dapat memprediksikannya jika benar-benar peka terhadap fenomena yang terjadi saat ini.

Sama seperti wabah corona, kita tidak pernah tahu kapan pandemi ini bisa berakhir, namun kita masih bisa memprediksikan pola hidup masyarakat ke depannya setelah Covid-19 ini berakhir.

Menurut Alexandra, setelah pandemi corona berakhir, kemungkinan besar kekhawatiran masyarakat masih akan berlanjut.

Beberapa orang juga mungkin akan mengalami gejala-gejala gangguan psikologis yang didasari oleh kecemasan, seperti hipokondriasis atau illness anxiety disorder, psikosimatis, germ phobia, hoarding makanan, dan gangguan psikologis lainnya.

Namun hal positifnya, orang-orang cenderung akan tetap melakukan pola hidup bersih, mulai dari kebersihan diri hingga kebersihan lingkungan.

2. Kebiasaan baru yang akan dilakukan masyarakat

freepik.com/freepik

Pandemi baru yang membuat hampir seluruh warga dunia panik ini ternyata menciptakan kebiasaan baru di masyarakat. Kebiasaan baiknya, masyarakat akan lebih fokus ke kebersihan diri dan lingkungan.

Menurut Alexa, masyarakat cenderung tidak lagi jajan sembarangan, selalu mencuci tangan, rutin mengonsumsi vitamin dan makan yang menyehatkan. Namun perlu diingat, jika kebiasaan tersebut dilakukan secara berlebihan juga tidak baik. Lakukanlah segalanya secara seimbang.

Selain dapat lebih menjaga kebersihan, masyarakat juga diprediksikan akan hidup lebih teratur. Mereka tak lagi suka berdesak-desakan untuk mengantri karena mereka tak mau tertular virus atau penyakit dari orang lain.

Sesuai dengan aturan, mereka akan mengantri dengan teratur dan diberikan jarak sekitar 1.5 meter untuk setiap orang. Semoga saja hal ini tetap terbawa hingga menjadi kebiasaan.

3. Pelajaran yang bisa diambil dari adanya wabah corona

Pexels/i love simple beyond

Meski pandemi corona menciptakan banyak kerugian di berbagai sektor kehidupan, namun dengan adanya wabah ini masyarakat dapat banyak belajar.

Mereka dapat mengambil pelajaran berharga bahwa hidup bersih dan menjaga kesehatan merupakan hal yang sangat penting, jangan sampai menunggu sakit atau ada wabah baru.

Masyarakat seharusnya lebih memahami ungkapan mencegah lebih baik daripada mengobati. Kita pun dapat belajar untuk lebih menerima, agar dapat mudah beradaptasi.

Alexandra juga mengungkapkan agar masyarakat dapat belajar untuk lebih fleksibel terhadap rencana-rencana yang sudah dibuat. Pasalnya, akan ada saja hal yang tidak bisa kita kendalikan hingga rencana kita mungkin perlu ditunda atau diubah.

Nah, itulah beberapa prediksi kehidupan masyarakat setelah pandemi corona berakhir. Semoga kita dan keluarga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan hingga berakhirnya Covid-19 di Indonesia.

Baca juga:

The Latest