TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Langkah Jaga Kesegaran Bahan Makanan, Bikin Hemat Kantong Ma!

Biar gak buang-buang makanan Ma!

Shutterstock/Andrey_Popov

Buat para Mama, memasak untuk keluarga menjadi salah satu hal yang nggak bisa dihindari. Meski jarang masak, Mama pasti menyempatkan berbelanja mingguan untuk sekadar menyimpan bahan-bahan guna dimasak di waktu luang.

Tapi jangan sampai bahan-bahan yang mama simpan menjadi terbuang sia-sia karena penyimpanan yang salah. Yuk, hindari mubazir. Ikuti lima tips menjaga bahan makanan tetap fresh berikut ini. Supaya keluarga kenyang, Mama pun senang.

1. Cari tahu bahan apa saja yang harus segera di masak

Shutterstock/HollyHarry

Sebelum berbelanja, coba cek dulu list belanjaan Mama. Biasanya para Mama sudah persiapan nih list belanja apa saja, supaya saat di lokasi, nggak bingung harus kemana aja. Selain praktis, membuat list belanja juga bikin Mama nggak berlama-lama di keramaian.

Lalu coba cari di internet, bahan apa saja sih yang gak boleh terlalu lama di kulkas. Ada juga beberapa bahan makanan yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas seperti kentang, pisang, bawang merah dan bawang putih, dan lainnya.

2. Bahan protein sebaiknya dipindahkan ke wadah sebelum disimpan di freezer

Shutterstock/Africa Studio

Selanjutnya, Mama perlu tahu juga sih soal penyimpanan bahan protein. Pasti setiap belanja, Mama menyempatkan membeli daging sapi, daging ayam atau seafood ya Ma. Setiap bahan protein ini punya cara berbeda-beda dalam penyimpanannya.

Apalagi jika salah dalam menyimpan, bahan protein ini bisa banget justru membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap. Kalau sudah begini, ya pasti berujung harus dibuang dan nggak bisa dimasak.

Popmama akan memberikan beberapa tips seperti dalam penyimpan daging sapi dianjurkan untuk tidak mencucinya jika belum mau dimasak. Jika ingin disimpan saja, pindahkan ke wadah bersih tanpa mencucinya dulu ya Ma. Karena daging sapi yang dicuci justru akan menurunkan kualitas karena menjadi mengkerut dan kaku.

3. Lakukan food preparation yang benar pada sayur-sayuran

Shutterstock/Andrey_Popov

Selain menyimpan bahan makanan protein dengan benar, tentunya Mama juga perlu melakukan food preparation untuk sayur-sayuran dengan langkah yang tepat. Jangan sampai sayuran yang Mama simpan sudah layu saat hendak dimasak.

Ada beberapa bahan sayuran yang sebaiknya disimpan dengan metode blansir seperti wortel, buncis, kembang kol dan brokoli. Ada juga beberapa bahan yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas seperti kentang dan mentimun.

4. Pastikan suhu lemari pendingin terjaga agar bahan makanan tetap fresh

Shutterstock/ChebanenkoAnn

Mama pasti termasuk yang gemar menyimpan bahan makanan apapun di kulkas. Mulai dari yang belum dimasak sampai makanan sisa kemarin. Tapi jangan sampai makanan yang Mama simpan malah basi atau terkena kuman saat disimpan di kulkas, karena kulkas yang tidak bersih. 

Pastikan kulkas yang Mama pakai di rumah berkualitas dan terjaga dengan baik seperti kulkas dari Electrolux. Produk-produk Electrolux dijamin memiliki kualitas terbaik dan ramah lingkungan. Lemari es Electrolux juga sustainability lifestyle yang membantu menjaga lingkungan karena ramah lingkungan.

Terlebih lagi, lemari es Electrolux UltimateTaste300 memiliki TasteLock Auto untuk menjaga buah dan sayuran lebih segar dan tahan lama bahkan hingga 7 hari. Brand Electrolux sendiri sudah berkomitmen menjadi produk yang sustainability dan menjadi circular and climate neutral pada 2030. 

Langsung klik di sini Ma untuk info lengkapnya ya!

5. Tulis tanggal pembelian ya, Ma!

Shutterstock/New Africa

Terakhir yang nggak boleh terlewat saat menyimpan bahan-bahan makanan di rumah adalah menuliskan tanggal pembeliannya. Jika Mama menyimpan sayuran dalam bentuk blansir, tulis tanggal berapa Mama memblansir bahan-bahan tersebut. Hal ini guna mengetahui sudah berapa lama dia berada di kulkas.

Nah Ma, selamat mencoba ya! (WEB)

The Latest