TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Terharu Perjuangan Sang Mama, Jedar Hadiahi Operasi Facelift di Korea

Ada yang sudah tahu mengenai operasi facelift?

Instagram.com/haristjio

Ada yang sudah melihat unggahan foto dari Jessica Iskandar beberapa waktu lalu belum nih, Ma? 

Bulan ini, Mamaku akan menjalani operasi facelift di Korea. Aku sudah mendaftarkan Mama di klinik terbaik. Ini janji aku sama Mama, semoga lancar Mama. Aku tahu pengorbanan Mama selama ini, mengurus 5 anak sampai tidak ada waktu merawat diri. Mama selalu tetap cantik di hatiku di mataku. Mama adalah sumber kepercayaan diriku selama ini. Semoga aku bisa selalu ada buat Mama. Aku deg-degan dengan hasilnya, tetapi percaya bahwa klinik di Korea akan melakukan yang terbaik. 

Sama seperti anak-anak lainnya yang ingin memberikan hadiah terindah untuk orangtuanya. Jessica Iskandar pun melakukan hal yang sama dengan menggunakan memberikan fasilitas dalam melakukan operasi facelift di Korea. 

Hadiah yang diberikan Jessica Iskandar kepada sang Mama seolah menjadi salah satu bentuk ucapan terima kasih karena sudah menjadi orangtua hebat. Tepat di hari Senin, tanggal 10 Desember 2018 Mama dari Jessica Iskandar menjalani operasi facelift. 

We love you Mama! You are the best mother. Aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Mama!” begini ucapan cinta yang dituliskan Jessica Iskandar di salah satu deskripsi Instagram pribadinya. 

Untuk Mama yang belum pernah belum mengenal operasi atau perawatan jenis ini, berikut beberapa rangkuman informasi dari Popmama.com mengenai operasi facelift yang dihadiahi Jessica Iskandar untuk sang Mama. 

1. Apa itu operasi facelift? 

Unsplash/Erik Mclean

Usia yang semakin bertambah membuat elastisitas kulit wajah menurun secara alami. Semakin tua, kulit wajah Mama akan mengendur bahkan seperti menggelambir. 

Namun, sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merawat penampilan seiring bertambah usia. Di antara banyak cara untuk memaksimalkan penampilan, tak jarang operasi facelift menjadi salah satu pilihan. 

Biasanya operasi facelift dilakukan di usia 40-70 tahun karena elastisitas kulit wajahnya sudah menurun. 

Operasi facelift adalah sebuah prosedur kecantikan yang dilakukan untuk mengencangkan kulit wajah yang telah kendur. Dengan kata lain, operasi ini dapat mengurangi tanda-tanda penuaan kulit yang sudah mulai muncul. 

Pembedahan di beberapa bagian wajah yang membutuhkan perawatan akan dilakukan oleh dokter saat operasi facelift berlangsung. Kulit yang menggelambir akan dipotong dan dibuang, kemudian wajah akan ditarik dan dikencangkan untuk kembali diposisikan ulang. Tujuannya agar kulit wajah kembali kencang sesuai keinginan. 

Baca juga: Hati-Hati, Kebiasaan Mengonsumsi Ini Bisa Menyebabkan Penuaan Dini!

Baca juga: Cara Merawat Kesehatan Kulit Menurut Ahli, Bisa Mencegah Penuaan lho!

2. Mengenal prosedur persiapan dan komplikasi pasca operasi facelift

Unsplash/Hush Naidoo

Sama seperti operasi lainnya yang tentu memerlukan prosedur persiapan, operasi facelift juga harus dilakukan. 

Pasien yang ingin menjalani operasi facelift harus merasa siap dan yakin terlebih dahulu dalam menjalani ini semua. Konsultasilah secara benar mengenai tujuan sesungguhnya serta mempelajari prosedur pembedahan saat operasi facelift.  

Dokter pun harus mengenal jenis kulit dan struktur tulang yang dimiliki setiap pasien karena tentu akan berbeda-beda. Selain itu, dokter juga akan memeriksa bekas luka di wajah dan kondisi kulit lainnya. 

Sebelum operasi facelift, Mama juga perlu meninjau riwayat secara medis seperti: 

  • Alergi 
  • Kondisi kulit
  • Tekanan darah
  • Pembekuan darah
  • Jenis obat-obatan yang dikonsumsi. Ada baiknya untuk menghentikan konsumsi aspirin, obat antiradang dan beberapa suplemen karena dapat meningkatkan risiko pendarahan. 

Diskusi pun juga harus dilakukan antara dokter dan pasien mengenai keterlibatan operasi ini. Mulai dari jenis anestesi yang digunakan, proses pemulihan hingga kemungkinan terjadinya komplikasi pasca operasi. 

Dilansir dari Medical News Today, risiko dan komplikasi yang bisa terjadi setelah melakukan operasi facelift. Hal ini pun bisa terjadi saat kurang tepatnya memilih tempat dalam melakukan operasi facelift. Beberapa risiko serta komplikasi pasca operasi face lift di antaranya: 

  • Infeksi
  • Pendarahan
  • Komplikasi anestesi
  • Munculnya bekas luka
  • Wajah bengkak atau memar
  • Pelebaran hingga penebalan bekas luka

Jika Mama mengalami peradangan, nyeri serta kemerahan atau pembengkakan di kulit selama berhari-hari pasca operasi. Sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter tanpa harus ditunda. Ini bisa menjadi tanda terjadinya hematoma atau penumpukan darah yang tidak normal di luar pembuluh darah. 

Bila disertai demam, ada kemungkinan terjadi infeksi terhadap kulit wajah. Waspadai segala kemungkinan yang bisa terjadi ya, Ma.  

Baca juga: Mama Wajib Tahu! Ini 7 Penyebab Kanker Kulit

Baca juga: Ibu Hamil Ini Tunda Pengobatan Kanker Kulit Demi Selamatkan Bayinya

3. Pertimbangan sebelum melakukan operasi facelift

Unsplash/Marlon Lara

Dalam melakukan sesuatu segala pertimbangan harus dilakukan ya, Ma. Terlebih kalau hal ini dapat berisiko tinggi dan dapat membahayakan diri sendiri. 

Seperti yang dilansir oleh Medical News Today, ada beberapa hal yang harus dibahas serta dipertimbangkan dalam melakukan operasi facelift antara lain: 

  • Operasi facelift tidak disarankan untuk siapa saja yang kurang serius menjalani semua ini. Pastikan untuk siap secara mental dan fisik. 
  • Tidak memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes karena memiliki risiko terjadinya komplikasi yang lebih tinggi. 
  • Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pasca operasi. Kebiasaan buruk ini cukup menganggu proses penyembuhan luka karena akan merusak jaringan kulit. Untuk itu, ada baiknya pertimbangkan kembali untuk segera berhenti merokok saat ingin melakukan operasi facelift.  
  • Hasil terbaik semua tergantung terhadap elastisitas kulit serta struktur tulang. 
  • Perlu disadari kalau operasi facelift tidak benar-benar menghentikan proses penuaan secara keseluruhan. 

Setelah menjalani operasi facelift, bukan berarti proses penuaan benar-benar terhenti. Untuk hasil terbaik, Mama memerlukan prosedur tambahan seperti browlift untuk dahi, necklift untuk leher, operasi bagian kelopak mata. 

Selain itu, implan pada pipi atau dagu hingga penyuntikan lemak bisa dilakukan sebagai serangkaian prosedur tambahan pada operasi facelift. 

Harus bijak sebelum melakukan sesuatu ya, Ma!

Baca juga: Giring Ganesha Jalani Operasi Laparoskopi Akibat Sakit Usus Buntu

Baca juga: Amankah Ibu Hamil Melakukan Operasi Usus Buntu? Ketahui 4 Risikonya!

The Latest