TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Eksklusif: Mirip Almarhumah Mama, Ammar Zoni Menemukan Kehangatan Sosok Ibu dari Irish Bella

Irish Bella merupakan jawaban dari doa-doa Ammar Zoni dalam menemukan teman hidup

Popmama.com/Michael Andrew

Pepatah 'tidak ada yang bisa menggantikan sosok Ibu meski sudah tiada' memang benar dirasakan oleh Ammar Zoni. Dalam wawancara khusus, aktor ini menceritakan kenangan yang ia miliki sebelum ditinggal sang Mama dulu.

Meski sudah ditinggal sosok Ibu di usia 12 tahun, banyak pesan hidup yang Ammar Zoni lakukan dari sang Mama hingga saat ini. Satu kata bagi Ammar tentang sang Mama, ialah segalanya.

Millennial Papa of the Month Spesial Hari Ayah 2021 ini pun menceritakan pesan dari almarhumah Mama yang ia lakukan berulang secara disiplin hingga dewasa. Bahkan Ammar ingin menurunkannya kepada sang Anak, Air Rumi Akbar 1453.

Saat dewasa dan akan berkeluarga, rupanya Ammar yakin meminang Irish Bella juga karena ada satu sifat yang mirip dengan almarhumah. Ammar pun menemukan sosok yang lemah lembut pada diri Irish seperti ia melihat sang Mama dulu.

Berikut Popmama.com rangkum cerita lengkap mengenai kisah Ammar Zoni menemukan kehangatan sosok Ibu dari Irish Bella yang sifatnya mirip almarhumah mamanya.

1. Pesan dari almarhumah Mama yang Ammar ingat hingga dewasa

Popmama.com/Michael Andrew

Ammar begitu membanggakan sosok almarhumah Mama karena membawa pengaruh besar meski tidak di sampingnya.

Saat Ammar masih kecil, sang Mama selalu berkata bahwa Ammar adalah anak yang spesial. Pesan itu dianggapnya sangat luar biasa.

Pendidikan yang diterapkan almarhumah Mama, Sri Mulyatini berhasil membuat anak-anaknya termasuk Ammar bisa sampai di titik masing-masing saat ini.

"Mama itu selalu mengatakan bahkan kalau saya nakal dan dimarahi dia tetap bilang saya adalah anak yang spesial. Jadi Mama selalu bilang 'Ammar kamu jangan seperti itu, kamu kan spesial, suatu saat kamu akan menjadi orang yang besar karena kamu spesial'," tutur Ammar Zoni mencontohkan ucapan sang Mama.

Dengan cara itu, Ammar selalu bisa mengharagai dirinya sendiri saat ini. Ia pun tumbuh menjadi sosok yang percaya diri atas setiap keputusan yang diambilnya.

Cara mendidik dan dorongan sang Mama dulu dengan gaya tidak melabeli anak secara negatif atau memaki anak, akhirnya membuat Ammar tumbuh menjadi pribadi yang lebih positif dalam memandang segala masalah yang ada.

"Bukan dengan cara labeling, bukan dengan cara menyalahkan tapi membuka pikiran kalau kita sebagai anak itu luar biasa, dan itu menjadi afirmasi untuk saya," pungkasnya.

2. Afirmasi positif almarhumah Mama membekas hingga Ammar berkeluarga

Popmama.com/Michael Andrew

Kini saat Ammar berkeluarga, ia merasakan cara mendidik almarhumah Mama itu bisa diterapkan dan berdampak baik untuk dirinya. Sehingga, ia dan Irish pun akan melakukan hal yang sama untuk baby Air.

"Itu cara pengajaran Mama saya yang minta Irish juga melakukan itu ke Air. Setelah Mama meninggal, saya masih mengingat itu," tutur Ammar.

Ammar sendiri mengaku terharu jika disinggung masalah dan kisah almarhumah Mama. Sebab, sosok Sri Mulyatini tidak hanya sebagai orangtua yang hebat tapi juga menjadi inspirasi bagi Ammar Zoni.

"Saya sedih (terharu) kalau mengingat ini. Memang buah tidak jatuh jauh dari pohonnnya, itu yang Mama saya lakukan," pungkasnya. 

Dari sang Mama, Ammar pun belajar untuk bisa mendidik Air Rumi dengan pikiran positif.

Tentu harus diimbangi pengetahuan orangtua dengan ilmu parenting. Bagi Ammar ia tidak mau membesarkan Air Rumi secara asal.

"Kita harus positif, jadi jangan sampai kita bilang ke anak 'dasar kamu anak durhaha' atau apa dan itu sering terjadi kan? Mama saya tidak pernah seperti itu, ia tidak pernah maki-maki saya, senakal apapun," tutur Ammar.

Meski begitu, bukan berarti dulu Ammar tidak pernah dihukum. Ia menceritakan sang Mama sangat keras perihal solat wajib 5 waktu.

"Paling saya dipukul pakai sapu lidi kalau tidak mau salat. Nah, tetapi Mama bilang alasan saya dipukul bukan karena saya bandel, tapi karena 'ada setan' di tubuh saya karena malas salat. Jadi, saya berpikir 'oh ini bukan saya malas salat, tapi karena kelakuan setan'. Jadi saya harus bisa menghilangkan 'setan' ini," tutur Ammar Zoni.

3. Didikan sang Mama membuat Ammar tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah

Popmama.com/Michael Andrew

Didikan sang Mama yang penuh aspirasi positif membuat Ammar tumbuh lebih percaya diri. Secara mental, Ammar menjadi sosok yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi masalah.

"Mental lebih kuat, saya bisa melihat banyak hal lebih positif. Karena Mama sudah memupuk itu dari kecil, pikiran negatif jadi tidak terlalu dipikirkan," tuturnya.

Saat dirinya sering ditolak casting pada masa  awal merintis karier, Ammar tidak patah semangat. Semangat juang Ammar tetap terjaga karena dalam pikirannya ia yakin bisa sukses karena dirinya terlahir spesial. Sesuai dengan ucapan sang Mama padanya.

"Kalau berbicara masalah keyakinan lagi ya saya ingat pesan itu, jadi apapun tindakan dan ucapan saya adalah spesial. Karena didikan itu, kalau ditolak banyak proyek saat  casting   dulu saya tidak mudah menyerah. Karena saya yakin kalau saya spesial," jelas aktor ini.

4. Ammar Zoni menemukan kehangatan sosok almarhumah Mamah dalam diri Irish Bella

Popmama.com/Michael Andrew

Bagi Ammar, ada satu sifat yang sangat ia kagumi dari istrinya itu. Ia merasa mantap menjadikan Irsih sebagai istrinya sejak awal.

Aktor kelahiran tahun 1993 ini menyebutkan Irish Bella memiliki sifat lembut dan penyayang layaknya almarhumah Mama Sri Mulyatini.

"Sifat yang lemah lembut. Umur 12 tahun Mama sudah meninggal, saya sudah sendirian dan tinggal dari tante ke tante. Saya merindukan sosok ibu, jadi saya mencari sosok yang bisa mengobati hal itu di masa depan. Irish adalah perempuan yang tepat, jadi waktu itu saya tidak ada basa-basi, langsung nikah," tutur Ammar.

Kini dan di masa depan, Ammar menyebut sosok Irish menjadi orang yang penting selain sosok Papa, Suhendri Zoni dan almarhumah Mama.

"Ada 3 orang yang penting untuk saya selama hidup. Pertama ibu saya, kedua Papa saya, ketiga Irish Bella. Jadi itu yang paling berpengaruh dan membuat saya seperti sekarang," pungkas Ammar.

Sosok almarhumah Mama bagi Ammar Zoni sangat besar berperan. Sebab, cara pendidikannya sangat membekas dan diingat hingga kini meski beliau sudah lama meninggal.

Dari cerita Ammar Zoni ini kita bisa belajar, pendidikan orangtua di masa kecil anak akan sangat membekas sampai anak itu tumbuh dewasa. Bahkan memulai keluarganya sendiri.

Millennial Papa of the Month Edisi November 2021 - Spesial Hari Ayah: Jonas Rivanno & Ammar Zoni

Editor in Chief - Sandra Ratnasari
Senior Editor - Novy Agrina
Editor - Onic Metheany
Asst. Editor - FX Dimas Prasetyo  
Reporter - Putri Syifa Nurfadilah & Dhita Novebrin Nidia
Stylist - Onic Metheany & Putri Syifa Nurfadilah
Social Media - Irma Ediarti
Photographer - Michael Andrew
Videographer & Editor - Jihan Zahira
Design - Shania Tabina Anandanoe
Makeup Artist - Claudya Christiani Purba 
Wardrobe- Studio Moral (Jonas Rivanno), Mothercare (Chloe Emmanuelle Van Wattimena & Air Rumi Akbar 1453)

Baca juga:

The Latest