TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Zaskia Mecca Curhat di Instagram, "Apa Ini Termasuk Baby Blues?"

Kira-kira ada yang pernah merasakan situasi perasaan seperti Zaskia Mecca?

Instagram.com/zaskiadyamecca

Baru-baru ini, Zaskia Adya Mecca curhat mengenai perasaan yang sedang dihadapinya sekarang. Seperti yang sudah Mama ketahui bahwa Bhre Kata Bramantyo lahir sebagai anak keempat dari pasangan ini pada 23 Maret 2018 lalu. 

Melalui pernyataannya di Instagram, Zaskia Mecca mengaku kalau dirinya merasa tidak percaya diri bahkan banyak perubahan yang terjadi di dalam kehidupannya. 

Akhir-akhir ini lagi suka ngerasa kok udah nggak pintar lagi sekarang. Udah jarang baca buku karena nggak sempat, jarang ngobrol sama orang baru, jarang nonton, jarang pergi ke acara-acara dan jarang mengikuti berita. Padahal dulu pecinta baca, penggila nonton, senang cari berita soal apa juga tau dan ikutin setiap berita yang ada, selalu pengen ketemu sama si A-B-C buat ngobrol cari ilmu. Rasanya jadi nggak percaya diri sekarang kalau di luar ngobrol sama orang. Jadi sebal sama diri sendiri, tetapi giliran ada waktu santai di mana anak pada sekolah atau tidur, kerjaan kantor udah kelar bisa me time sebentar malah kok pengen tidur sendiri di kasur tanpa keganggu siapapun. Sekarang lagi bilang sama diri sendiri, “sabar iaa nunggu Bhre 2 tahun nanti juga akan banyak waktu lagi.” Ah apa ini termasuk baby blues?

Saat Popmama.com membahas mengenai permasalahan yang sedang dirasakan oleh Zaskia Mecca, Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht mengatakan bahwa ini sudah termasuk gejala PPD atau postpartum depression. 

Berbeda dengan baby blues yang terjadi dalam waktu singkat, depresi pasca melahirkan atau postpartum depression bisa dialami selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. 

Meskipun Zaskia Mecca sudah melahirkan anak keempat dari buah cintanya bersama Hanung Bramantyo bukan berarti dirinya terbebas dari postpartum depression. 

Untuk Mama yang ingin mengetahui informasi lain mengenai postpartum depression, kali ini Popmama.com akan membahasnya bersama Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht. 

Semoga bermanfaat ya, Ma!

Memiliki Banyak Anak Bukan Berarti Menurunkan Risiko Postpartum Depression

Instagram.com/zaskiadyamecca

"Semakin banyak anak bisa meningkatkan risiko seseorang terkena postpartum depression. Apalagi perempuan yang menjadi ibu rumah tangga dan tidak mendapatkan bantuan dari siapa pun. Postpartum depression itu bisa dialami oleh Mama yang baru melahirkan anak nomor berapa saja," kata Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht. 

Dirinya juga menjelaskan bahkan ada yang punya tiga anak, tetapi saat memiliki anak kedua baru terkena postpartum depression.

Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor seperti merasa kelelahan, frustasi, merasa sendiri mengurus anak, tidak dihargai, merasa kehilangan prestasi diri hingga merasa tidak diperhatikan oleh suami sendiri. 

Apalagi sekarang jaman sekarang sudah berubah. Kalau dulu banyak perempuan yang memang hanya diharapkan untuk di rumah dan mengurus anak, tanpa harus bekerja jadi hampir tidak ada perasaan membandingkan prestasi diri sendiri dengan orang lain dalam hal berkarier. 

Namun, kini seolah berbeda terhadap pandangan perempuan sekaligus ibu rumah tangga. Prestasi untuk diri sendiri dalam hal berkarier tentu menjadi sebuah prioritas, sehingga tak jarang masih ada yang ingin memiliki karier. 

Karena pandangan inilah yang membuat sekarang beberapa ibu rumah tangga merasa kurang berharga, seakan-akan mereka tidak memiliki sebuah prestasi. Padahal perlu diingat bahwa mendidik anak-anak dan terus memerhatikan tumbuh kembangnya dengan baik juga akan menjadi sebuah prestasi yang membanggakan sebagai orangtua. 

Baca juga: 

Dibutuhkan Bantuan Profesional Saat Kondisinya Semakin Parah

Instagram.com/zaskiadyamecca

Perlu disadari bahwa bantuan profesional sangat diperlukan saat sudah memasuki tahap depresi nih, Ma. 

“Kalau kondisinya sudah masuk tahap depresi memang sangat dibutuhkan bagi seseorang untuk mendapatkan pertolongan profesional. Karena bila sudah masuk postpartum depression, tinggal selangkah lagi menuju PP Psychotic. Biasanya peran psikolog di sini adalah membantu mereka mengembalikan rasa prestasi diri, kepercayaan diri, mencari pemicu depresi (kelelahan, rasa tidak berharga, perubahan bentuk tubuh, perubahan lifestyle hingga pemicu lainnya) dan membantu pasien berlatih untuk beradaptasi terhadap kondisi yang sedang dialaminya,” jelas Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht. 

Saat berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan, psikolog pun akan berusaha melakukan terapi couple atau family bila dibutuhkan. Mengingat dukungan dari pasangan dan support system di dalam keluarga sangatlah penting, sehingga seorang ibu rumah tangga tidak merasa sendirian. 

Seringkali, kondisi postpartum depression pada level yang berat akan sangat mengganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari. Maka dari itu, tidak jarang psikolog pun akan menyarankan pasien untuk mulai berkonsultasi dengan psikiater juga. 

Itulah beberapa sedikit informasi lain mengenai postpartum depression. Semoga bisa memberikan pengetahuan baru ya, Ma!

Baca juga: 

The Latest