TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Begini Tahap-Tahap Proses Persalinan dan Penjelasannya

Ini dia tiga tahapan proses melahirkan, Ma

Popmama.com/Auliya

Setelah menikah, kehadiran buah hati merupakan sebuah anugerah terindah bagi pasangan suami istri. Setelah sembilan bulan lamanya mengandung, momen persalinan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh orangtua pun segera tiba. 

Sebelum menjalani proses persalinan, terdapat beberapa tahapan yang perlu Mama ketahui. Dilansir dari American Pregnancy, terdapat tiga tahap proses persalinan. Pertama, waktu persalinan sampai serviks (leher rahim) benar-benar melebar hingga 10 cm. Kedua, setelah serviks melebar hingga 10 cm sampai bayi dilahirkan. Ketiga, pengeluaran plasenta.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut Popmama.com telah merangkum tahapan-tahapan persalinan yang bisa Mama ketahui sebelum melahirkan.
 

1. Tahap pembukaan

Freepik/serhii_bobyk

Pada fase persalinan dini atau tahap pembukaan, dimulai dari waktu persalinan yang sudah datang sampai serviks melebar hingga 3 cm. Pembukaan pada kehamilan pertama biasanya berlangsung selama dua belas hingga empat belas jam. Tetapi lain hal nya dengan kehamilan ke dua dan seterusnya yang lebih singkat yaitu enam hingga 10 jam saja.

Selama fase ini, Mama dimintai untuk santai dan tidak perlu terburu-buru ke rumah sakit atau tempat persalinan lainnya. Mama bisa menikmati masa-masa kontraksi. Jika persalinan dini terjadi pada siang hari, Mama bisa melakukan beberapa rutinitas sederhana di rumah sebagai pendorong ke luarnya bayi.

Meskipun menyibukkan diri, tetap usahakan hemat energi mama untuk proses persalinan nanti. Minumlah banyak air mineral dan konsumsi makanan ringan yang menyehatkan, serta pantau terus waktu kontraksi yang mungkin terjadi.

Namun jika persalinan dini dimulai pada malam hari, Mama bisa mencoba untuk tertidur terlebih dahulu. Jika tidak bisa, cobalah melakukan kegiatan ringan seperti mengemas tas untuk keperluan melahirkan nanti, membuat camilan untuk Mama dan Papa, atau kegiatan ringan lainnya.

Untuk Papa atau orang terdekat lainnya di rumah, cobalah menenangkan pikiran mama agar tidak merasa stres karena waktu persalinan yang semakin dekat. Berikan dukungan dan ajak untuk Mama melakukan kegiatan ringan yang membuatnya nyaman pada fase ini.

2. Tahap bayi akan lahir

Instagram.com/morganebeck

Pada fase aktif ini menunjukkan bayi semakin dekat pada jalan lahir, pembukaan serviks yang semula hanya melebar tiga centimeter, berlanjut melebar hingga tujuh centimeter. Ini saatnya Mama untuk pergi ke rumah sakit atau rumah bersalin terdekat untuk mempersiapkan proses kelahiran. 

Tahap ini, kontraksi sakit perut atau mulas yang di rasakan akan makin sering dan intens. Rasa mulas itu bisa di rasakan dua hingga tiga menit sekali. Ini menunjukkan bahwa waktu bersalin semakin dekat. Ketika sudah fase ini, penting sekali dukungan dari orang terdekat. Penting juga untuk Mama memulai teknik pernapasan dan mencoba latihan relaksasi di antara kontraksi yang terjadi.

Di fase ini, kehadiran Papa dan orang terdekat lainnya sangatlah berharga, sebab fase ini Mama membutuhkan dukungan lebih banyak dari keluarga tercinta. Cobalah mengajak Mama berganti posisi atau mungkin sedikit berjalan dan mandi air hangat untuk mempercepat pembukaan.

3. Tahap pengeluaran plasenta

Unsplash/Sharon McCutcheon

Pada fase ini ialah waktu di mana Mama siap melahirkan si Kecil. Sebab leher rahim yang tadinya sudah mencapai bukaan tujuh cm, akan semakin melebar hingga 10 cm.

Fase ini menjadi waktu yang paling singkat yaitu hanya 30 menit sampai 2 jam. Ketika kontraksi semakin terasa dan Mama mulai merasa ada dorongan dari si Kecil di dalam perut mama, segeralah memberi tahu dokter atau bidan.

Mama akan merasakan kontraksi hebat dan mulai tidak bisa mengendalikan diri. Jika sudah seperti ini, dukungan Papa untuk terus membantu Mama melatih pernapasan dan mendorong untuk bersantai ditengah kontraksi adalah kuncinya.

Pada tahapan ini Mama akan merasakan sensasi ingin mengejan yang tak tertahankan karena tekanan kuat yang diberikan oleh bayi. 

Lalu ketika sudah waktunya, kelahiran bayi dan plasenta pun akan terjadi bersamaan karena plasenta menempel pada perut bayi. Plasenta akan ke luar disertai dengan darah kurang lebih antara 100-200cc. Setelah itu dokter atau bidan dengan sigap membersihkan darah yang menempel pada tubuh bayi, sebelum si Kecil diberikan kepada sang Mama.

Itulah ketiga tahapan persalinan yang perlu Mama ketahui. Setelah bayi lahir, ada satu tahapan terakhir yaitu pengawasan bayi dari dokter atau bidan selama beberapa jam sebelum diberikan ke pada pihak keluarga. 

Semoga informasi di atas dapat membantu Mama meminimalkan ketakutan menjelang persalinan. Selamat menanti kehadiran sang Buah Hati ya, Ma.

Baca juga:

The Latest