TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Penyebab Perdarahan Pasca Melahirkan dan Cara Mencegahnya

Simak penyebab dan cara mencegah perdarahan pasca melahirkan menurut dokter

Freepik.com

Proses persalinan memang jadi satu hal yang menegangkan untuk Mama.

Selain berharap bayi lahir dengan sehat dan selamat, Mama juga tentu menginginkan proses persalinan berjalan dengan lancar. Sebab ada beragam risiko yang mungkin Mama alami usai menjalani persalinan, salah satunya perdarahan.

Perdarahan sebenarnya adalah hal yang normal terjadi pasca melahirkan. Namun jika perdarahan terjadi dalam jumlah banyak, artinya Mama mengalami perdarahan postpartum atau perdarahan pasca melahirkan. Hal ini tentunya berisiko bagi kesehatan, bahkan bisa sampai mengancam jiwa.

Kali ini Popmama.com akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab perdarahan pasca melahirkan dan cara mencegahnya, melansir dari video YouTube dokter Keven Tali Sp.OG.

1. Apa itu perdarahan pasca melahirkan?

Freepik

Menurut dr. Keven, perdarahan pasca persalinan adalah suatu kondisi di mana Mama mengalami perdarahan hebat usai melahirkan.

“Perdarahan setelah melahirkan atau yang biasa disebut perdarahan posrtpartum atau perdarahan pasca salin, yaitu suatu kondisi di mana terjadi perdarahan pada Mama yang baru melahirkan. Ini terjadi perdarahan yang cukup banyak," ungkap dr. Keven dalam video di kanal YouTube Dokter Keven pada (21/6/2023).

Biasanya disebut perdarahan hebat ketika Ibu melahirkan normal mengeluarkan darah lebih dari 500 cc, sementara Ibu melahirkan caesar mengeluarkan darah lebih dari 1.000 cc. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan bahaya bagi tubuh Mama, bahkan bisa mengancam jiwa.

"Kalau Mama melahirkan secara normal, perdarahan yang banyak itu yang kita bilang di atas 500 cc, itu sudah banyak banget. Kalau misalnya yang melahirkan secara caesar itu di atas 1.000 cc atau di atas 1 liter, nah itu sudah banyak banget,” tambahnya.

2. Jenis perdarahan postpartum

Freepik/Tirachardz

Ada dua jenis perdarahan postpartum, ini dilihat dari segi rentang waktu terjadinya perdarahan. Di mana proses kehilangan darah bisa saja terjadi dalam satu hari (24 jam) usai melahirkan, atau terjadi hingga 12 minggu setelahnya.

“Perdarahan postpartum kalau dilihat dari segi rentang waktu, itu bisa saja terjadi dalam 24 jam pertama atau lebih dari 24 jam. Bahkan bisa sampai 12 minggu setelah melahirkan. Itu bisa disebut yang jenis primer dan yang sekunder,” tuturnya.

3. Penyebab terjadinya perdarahan postpartum

Freepik/Freepik

Dokter Keven menjelaskan ada banyak penyebab terjadinya perdarahan postpartum.

Penyebab pertama yaitu rahim yang tidak mengalami kontraksi dengan baik atau disebut dengan atonia uteri. Ini merupakan penyebab paling umum, di mana otot-otot rahim tidak mengencang usai melahirkan.

“Penyebabnya itu banyak banget, yang pertama rahim tidak bisa berkontraksi dengan baik yang kita sebut dengan atonia uteri. Si rahim itu, yang harusnya setelah bayi lahir, setelah plasenta lahir itu kan dia ukuran yang tadi besar dia mulai mengecil lagi tuh, itu yang dinamakan kontraksi. Tapi ini rahimnya tidak bisa berkontraksi dengan baik. Jadi pembuluh darah masih terbuka dan jadi darahnya keluar,” kata dokter Keven.

Penyebab kedua yakni adanya trauma di jalan lahir, yang disebabkan oleh adanya robekan. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko perdarahan pasca persalinan, terutama jika tidak ditangani dengan baik.

“Hal yang kedua yang lumayan sering terjadi adalah terjadinya trauma pada jalan lahir. Jadi trauma itu bisa gara-gara hasil dari robekan. Jadi pada saat Mama lahir kan keluar tuh baby-nya dari jalan lahir, nah itu biasanya terjadi robekan-robekan terutama di jalan lahir yang tidak ditangani dengan baik, yang menyebabkan jalan lahirnya itu masih terus mengeluarkan darah,” tambahnya.

Penyebab lainya menurut dr. Keven yakni adanya retensi plasenta. Di mana plasenta tidak keluar seutuhnya saat proses persalinan berlangsung. Sehingga sisa plasenta di dalam rahim kemudian menyebabkan perdarahan.

4. Komplikasi yang mungkin terjadi akibat perdarahan pasca persalinan

Freepik/jcomp

Mengalami perdarahan pasca melahirkan tentu berisiko menyebabkan Mama kehilangan banyak darah. Hal ini bisa menimbulkan komplikasi pada tubuh, yang paling sering terjadi yaitu anemia.

“Komplikasinya yang paling sering yaitu anemia. Ya namanya keluar darah terus ya akhirnya kan darahnya berkurang dalam tubuh. Jadinya anemia atau bisa juga lemas, pingsan, pusing. Itu bisa terjadi pada diri Mama yang mengalami perdarahan pasca melahirkan,” ungkap dr. Keven.

5. Faktor risiko yang bisa menyebabkan perdarahan pasca melahirkan

Freepik/rawpixel.com

Berikut ini beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan perdarahan.

  • Perempuan yang hamil dan melahirkan bayi kembar.
  • Mengandung bayi dengan berat badan besar.
  • Memiliki volume air ketuban yang banyak.
  • Sudah sering melahirkan.
  • Memiliki riwayat terjadinya perdarahan pasca persalinan.
  • Kondisi plasenta yang sudah terlalu lengket.
  • Kondisi plasenta yang sudah terlepas duluan sebelum proses persalinan (solusio plasenta).
  • Plasenta berada di bawah dan menutupi jalur rahim (plasenta previa).

6. Cara mencegah perdarahan pasca melahirkan

Pixabay/MedicalPrudens

Untuk Mama, tak perlu khawatir mengenai hal ini ya. Sebab dokter Keven menyebut jika perdarahan pasca melahirkan masih bisa dicegah dengan cara memeriksakan kandungan secara rutin ke dokter spesialis obgyn.

Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan dan mencari tahu risiko apa saja yang mungkin muncul dalam kehamilan dan persalinan. Sehingga Mama bisa lebih waspada terhadap risiko terburuknya.

“Cara mencegahnya yakni dengan mengontrol dan memeriksakan kehamilan ke dokter ya. Jadi pada saat hamil kita bisa periksa nih, kira-kira akan timbul potensi apa saja. Itu sudah bisa kita perkirakan, misalnya dari letak plasentanya, ukuran bayinya, posisi bayinya, jumlah air ketubannya, itu udah bisa kita periksakan,” tutup dokter Keven.

Itu tadi penjelasan mengenai penyebab perdarahan pasca melahirkan dan cara mencegahnya. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan baru untuk Mama yang hendak melahirkan ya!

Baca juga:

The Latest