TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cara Menghitung Kenaikan Berat Badan Ideal untuk Ibu Hamil

Hitung yuk! Apakah kenaikan berat badan Mama tergolong ideal selama kehamilan?

Unsplash/i yunmai

Mengalami kenaikan berat badan saat hamil sangatlah wajar. Mama tidak perlu khawatir jika mengalami kenaikan yang cukup drastis saat sedang hamil, dan memiliki tubuh yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Karena pada saat hamil, kenaikan berat badan tersebut mengikuti pertumbuhan bayi yang ada di janin Mama. Dengan bertambahnya berat badan, berarti bayi di kandungan juga sedang bertumbuh dan bertambah berat.

Lagipula, bukan hanya pertumbuhan berat bayi saja yang membuat berat badan Mama melonjak tinggi, tapi di dalam janin juga terdapat air ketuban dan plasenta, yang menambah beban dari berat tersebut.

Supaya mengetahui, apakah kenaikan berat badan ibu hamil tergolong normal atau tidak, pertama-tama Mama dapat menghitung berat badan dengan cara penghitungan BMI (Body Mass Index) berikut ini:

Berat badan (dalam kg) : Kuadrat tinggi badan (dalam ukuran meter).
BMI = (BB) / [(TB) x (TB)]

Contoh : Misalkan berat badan Mama 58 kg, dengan tinggi badan 160cm. Berarti cara menghitungnya adalah 58 : (1,6m x 1,6m) = 22,66

Setelah mengetahui BMI Mama, dengan menggunakan panduan dari Institute of Medicine (IOM) Mama bisa mengetahui apakah berat badan yang dimiliki saat ini underweight, normal, atau malah overweight.

Dari situ baru Mama dapat mengetahui berapa kenaikan berat badan ibu hamil normal yang seharusnya terjadi pada Mama saat hamil

1. BMI di bawah 18.5

fatherly.com

Angka ini menunjukan jika Mama memiliki berat badan yang underweight atau di bawah angka normal. Kenaikan berat badan ideal selama hamil adalah 12 sampai 18 kg.

Mama juga dapat terus mengecek kenaikan berat badan bayi setiap pemeriksaan. Selama bayi di dalam kandungan mengalami kenaikan berat badan yang ideal, meski Mama nggak mengalami kenaikan yang cukup signifikan, hal tersebut masih dapat dibilang normal.

Namun, jika Mama dan bayi tidak mengalami kenaikan berat badan, hal ini dapat membahayakan karena bayi bisa lahir prematur, kekurangan gizi, dan berbagai penyakit lainnya saat dilahirkan.

Meskipun harus menaikkan berat badan, Mama tetap perlu memerhatikan gizi makanan yang Mama makan, supaya tidak hanya makan asal untuk menaikkan berat badan, tapi bayi Mama juga terpenuhi gizinya.

Ada baiknya juga untuk mencoba makan sedikit-sedikit namun sering, dan memperbanyak makanan yang mengandung protein serta lemak sehat.

2. BMI 18.5 sampai 24.9

livescience.com

Jika Mama berada di angka BMI ini, Mama tergolong memiliki berat badan yang ideal. Kenaikan berat badan yang baik adalah 11 sampai 16 kg.

Mama harus terus menjaga supaya pada saat hamil berat badan Mama tidak mengalami pelonjakan terlalu tinggi di luar batas normal.

Meski mungkin banyak godaan untuk makan manis dan makan lebih banyak dari biasanya, Mama tetap harus mengontrol diri.

Jangan lupa untuk berolahraga untuk menyeimbangkan asupan makanan dengan gerak, supaya badan Mama menjadi lebih fit dan sehat.

Baca juga: Penting! Aturan Konsumsi Makanan Sehat bagi Penderita Diabetes Gestasi

3. BMI antara 25 sampai 29.9

parents.com

Angka ini menunjukkan jika Mama termasuk overweight atau kelebihan berat badan.

Perempuan yang memiliki BMI di angka rata-rata ini disarankan untuk tidak terlalu jauh menaikkan berat badannya, idealnya 7 kg sampai 11 kg saja.

Perhatikan asupan makanan yang Mama makan, kurangi gula dan karbohidrat, perbanyak makan protein serta serat supaya buang air besar lancar.

Jangan lupa berolahraga dan ganti camilan dengan buah dibandingkan snack kemasan lainnya.

Baca juga: Ibu Hamil Bisa Tetap Ngemil, Ini Cemilan yang Bisa Kamu Pilih!

4. BMI di atas 30

guardian.ng

Angka ini menunjukan jika Mama mengalami obesitas. Kenaikan berat badan ideal adalah 5 sampai 9 kg saja.

Mama dapat menjalani diet sehat saat hamil, dan dapat berkonsultasi pada dokter ahli gizi untuk mengetahui makanan yang sehat selama hamil.

Jangan sampai terlalu berat ya Ma, karena banyak komplikasi yang dapat terjadi jika Mama dan bayi dalam kandungan mengalami obesitas.

Salah satu di antaranya dapat terkena preeklampsia, diabetes, nggak dapat melahirkan normal, dan banyak penyakit lainnya.

Pada trimester pertama, kenaikan berat badan ibu hamil sebaiknya 0,5 hingga 2,5 kg. Namun, Mama nggak perlu khawatir juga jika mengalami penurunan berat badan saat trimester pertama.

Biasanya, efek morning sickness memang akan membuat ibu hamil mengalami penurunan berat badan 2-3 kg saat trimester pertama.

Yang terpenting setelah melalui masa trimester pertama, di trimester kedua dan ketiga Mama mengalami kenaikan berat yang teratur, biasanya 0,5kg setiap minggunya.

Bagaimana Jika Melahirkan Kembar?

livestrong.com

Apakah Mama saat ini sedang melahirkan anak kembar? Jika ya, tentu Mama ingin tahu juga apakah kenaikan berat badan saat hamil kembar akan sama penghitungannya dengan jika hamil normal atau anak satu.

Tentu nggak Ma. 

Jika Mama sedang mengalami hamil kembar, berikut penghitungan kenaikan berat badan normal saat hamil :

- BMI 18.5 sampai 24.9
Kenaikan berat badan normal saat hamil adalah 17kg - 25kg
- BMI antara 25 sampai 29.9
Kenaikan berat badan normal saat hamil adalah 14kg - 23kg
- BMI di atas 30
Kenaikan berat badan normal saat hamil 11kg - 19kg

Selama kenaikan tetap dalam taraf normal sesuai penghitungan di atas, Mama masih dinyatakan aman dan normal kok.

Berikut tadi cara menghitung kenaikan berat badan ibu hamil. Jadi nggak perlu takut gendut selama hamil ya! Yang terpenting adalah Mama tetap sehat.

Baca juga: 

Topic:

The Latest