TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sumber Karbohidrat dan Kalori Tinggi, Bolehkah Ibu Hamil Makan Ketan?

Ada imbauan yang melarang konsumsi ketan ketika hamil, tapi apakah benar berbahaya?

Unsplash/Pille-Riin Priske

Energi diperlukan manusia sebagai bahan bakar bagi organ-organ tubuh agar bisa berfungsi dengan baik. Energi ini bisa didapatkan dari makanan. Salah satunya adalah makanan yang mengandung karbohidrat, misalnya ketan.

Bagi orang Asia, ketan adalah makanan yang sangat lazim dikonsumsi sehari-hari. Baik itu dikonsumsi sebagai masakan atau pun menjadi camilan.

Tetapi, bagi ibu hamil yang harus memerhatikan dengan baik apa yang dikonsumsinya, mungkin muncul pertanyaan, bolehkah ibu hamil makan ketan?

Berikut Popmama.com merangkum jawabannya khusus untuk Mama:

Kandungan Nutrisi dalam Ketan

pxfuel.com

Ketan merupakan makanan yang menyerupai nasi dengan rasa yang nikmat dan tekstur yang cukup lengket. Dalam satu cangkir ketan mengandung kalori sebesar 169 kalori, 37 gram karbohidrat, protein 4 gram, dan 0 gram lemak.

Di dalam ketan juga mengandung potassium, kalsium, serta seng yang baik untuk tumbuh kembang bayi dalam kandungan mama.

Dengan kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya, berikut manfaat ketan untuk ibu hamil:

1. Mengelola kadar gula darah dalam tubuh ibu hamil

Pexels

Jika dibandingkan dengan nasi putih atau nasi merah, kandungan karbohidrat dan kalori ketan memang lebih tinggi. Tetapi jenis karbohidrat dalam ketan ini adalah karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks sendiri dapat mengelola kadar gula darah dalam tubuh ibu hamil agar tetap seimbang. Tentu saja, ini berlaku jika Mama mengonsumsinya dalam jumlah wajar ya.

2. Sumber energi

Pixabay

Karena ketan mengandung karbohidrat, maka ketan menjadi salah satu bahan bakar tubuh untuk menghasilkan kalori. Dari kalori yang terbakar inilah akan menjadi energi bagi otot dan otak ibu hamil.

Mengonsumsi ketan memiliki efek yang sama dengan mengonsumsi nasi. Efeknya adalah membuat kenyang dan berenergi untuk menunjang aktivitas mama seharian.

3. Membangun jaringan ikat pada janin

seonkyounglongest.com

Ketan mengandung mangan yang bertugas untuk mengolah protein. Selain itu, mangan juga bermanfaat untuk membangun jaringan ikat dan tulang rawan karena kandungan proteoglikannya.

Dengan mengonsumsi ketan, bayi pun bisa lahir dengan sehat dan mencegah terjadinya kelahiran prematur.

4. Meningkatkan kinerja sel

Pixabay

Saat hamil, penting untuk Mama memiliki tubuh yang terus bermetabolisme dengan baik. Agar terus bisa bermetabolisme dengan baik, diperlukan kinerja sel yang maksimal pula.

Kandungan vitamin B5 dalam ketan akan mendukung sintesa hormon dalam tubuh mama menjadi lebih baik. Ini akan mencegah masalah akibat perubahan hormon, misalnya morning sickness.

Pada dasarnya, apabila Mama tidak menunjukkan reaksi alergi yang membahayakan kehamilan, Mama tetap boleh makan ketan saat hamil seperti biasanya. Yang harus diingat adalah konsumsi ketan haruslah sesuai dengan batas kewajaran. 

Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

The Latest