TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Fakta di Balik Kulit Bersinar Pregnancy Glow yang Memesona

Nikmatilah masa-masa ini karena hanya sementara saja

Freepik

Sebagian dari ibu hamil mungkin merasa tubuh terasa berat, membengkak, dan tidak lagi semenarik saat sebelum kehamilan. Namun, ada masa-masa tertentu di mana Mama merasa tubuh dalam kondisi yang prima. Kulit yang bersinar dan sehat, rambut yang berkilau dan indah, bahkan banyak orang yang memuji pancaran kecantikan mama yang tampak semakin bersinar atau glowing. Inilah yang disebut dengan pregnancy glow.

Pregnancy glow bukanlah sekadar mitos, melainkan bisa dijelaskan secara ilmiah. Berikut Popmama.com membongkar fakta di balik pregnancy glow, dilansir dari Healthline:

1. Fluktuasi hormon

Freepik/drobotdean

Peningkatan hormon yang dilepaskan selama kehamilan, membuat kulit terlihat lebih merona, dan memberi tampilan kulit yang bercahaya. Hormon seperti estrogen, progesteron, dan human chorionic gonadotropin, adalah hormon-hormon yang bertanggungjawab terhadap perubahan kondisi kulit mama.

Jadi di balik hormon yang seringkali menjadi penyebab mual muntah, di sisi lain hormon tersebut juga dapat membuat kulit tampak bersinar. Wah, menakjubkan ya, Ma?

2. Meningkatkan sirkulasi darah

Freepik/Racool_studio

Selama kehamilan, tubuh mama memproduksi lebih banyak darah ketimbang sebelumnya. Ini dikarenakan rahim dan organ-organ vital lainnya membutuhkan lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi dalam kandungan. Seiring dengan meningkatkan volume darah, begitu juga dengan pembuluh darah yang makin lebar, membuat kulit mama menjadi lebih sehat merona.

3. Meningkatkan produksi minyak tubuh

Freepik

Beberapa ibu hamil mengalami lebih banyak produksi minyak dari kelenjar sebumnya akibat fluktuasi hormon. Volume darah yang meningkat juga menambah sekres minyak. Kulit pun menjadi glowing karenanya. Tetapi, efek samping dari produksi minyak tubuh yang meningkat adalah Mama juga jadi rentan berjerawat ketika hamil.

Kondisi Kulit Lain yang Mungkin Dialami selama Kehamilan

Freepik/jcomp

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, fluktuasi hormon dapat memunculkan berbagai kondisi kesehatan kulit. Mulai dari produksi sebum yang meningkat, hingga peregangan pada kulit. Selain membuat kulit jadi makin bersinar, fluktuasi hormon yang berpengaruh ke kulit juga dapat menimbulkan masalah, seperti jerawat ataupun peradangan lainnya. 

Mama dianjurkan untuk mengganti produk perawatan kulit ke produk untuk kulit berminyak atau kombinasi, dan tetap rutin mencuci wajah dua kali sehari. Bicarakan dengan dokter apabila Mama mendapati masalah kulit yang merisaukan.

Setiap ibu hamil mengalami fluktasi hormon yang berbeda-beda. Ini artinya tidak semua orang akan mengalami pregnancy glow. Jika tidak, bukan berarti ada yang salah pada tubuh mama, kok. Sebaliknya, ini bisa menunjukkan bahwa kulit mama bereaksi berbeda terhadap apa yang terjadi pada seluruh tubuh mama.

Kapankah Pregnancy Glow Mulai Terlihat?

Freepik/senivpetro

Sebetulnya, tidak ada waktu pasti kapankah Mama akan mengalami pregnancy glow. Meskipun begitu, umumnya ibu hamil merasakan pregnancy glow seiring bertambahnya berat badan. Puncak pregnancy glow biasanya berada di trimester kedua. 

Segera setelah Mama melahirkan, pregnancy glow pun akan pergi. Ini adalah kondisi yang temporer terjadi pada tubuh dan kulit mama. Jadi, selagi bisa merasakannya, nikmatilah!

Itulah beberapa fakta mengenai pregnancy glow. Semoga informasi ini menambah wawasan mama dalam menjalani masa kehamilan ya.

Baca Juga:

The Latest