Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Alasan Kenapa Bayi Sering Ngeden, Normal atau Perlu Dikhawatirkan?

7 Alasan Kenapa Bayi Sering Ngeden, Normal atau Perlu Dikhawatirkan?
Freepik/user18526052
Intinya Sih
  • Bayi sering terlihat ngeden karena tubuhnya masih beradaptasi, termasuk otot dan sistem pernapasan yang belum berkembang sempurna sehingga gerakannya tampak seperti menahan sesuatu.

  • Penyebab umum meliputi posisi tidur, saluran napas tersumbat, sembelit, pelepasan gas, refluks asam, rasa lapar, hingga kebutuhan oksigen yang belum stabil.

  • Kondisi ini umumnya normal selama tidak disertai gejala serius seperti sesak atau nyeri, tetapi orang tua disarankan memantau dan berkonsultasi ke dokter bila muncul tanda tidak biasa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selama masa perkembangannya, bayi kerap melakukan berbagai gerakan sebagai komunikasi terhadap apa yang ia sedang rasakan. Umumnya gerak-gerik tersebut berupa menggeliat, mengerutkan wajah, hingga mengeluarkan suara seolah sedang menahan sesuatu layaknya ngeden.

Kondisi ini sebenarnya umum terjadi pada bayi karena tubuhnya masih beradaptasi dengan lingkungannya.

Otot-ototnya dalam tubuhnya pun masih dalam tahap perkembangan, sehingga ia masih belum dapat mengendalikan tubuh sepenuhnya, dan respons yang muncul padanya kerap nampak seperti ngeden. Lalu, apa saja alasan kenapa bayi sering ngeden?

Berikut Popmama.com telah rangkum alasan kenapa bayi sering ngeden. Yuk, Ma, simak alasannya pada artikel berikut ini.

Table of Content

1. Posisi tidur

1. Posisi tidur

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Bayi yang baru lahir sering kali tampak gelisah saat ia sedang tertidur. Tidak jarang jika si Kecil menggeliat atau mengeluarkan suara yang cukup keras hingga terlihat seperti sedang ngeden.

Meski begitu, Mama tidak perlu khawatir karena kondisi ini masih tergolong normal pada bayi yang baru lahir karena sistem tubuhnya masih dalam tahap penyesuaian.

Mama dapat membantu si Kecil merasa lebih nyaman dan tenang ketika tertidur dengan membedongnya secara lembut agar ia lebih hangat dan aman saat tertidur.

2. Saluran pernapasan yang tersumbat

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Bayi yang baru lahir memproduksi lebih banyak lendir karena sistem pernapasannya masih dalam tahap perkembangan.

Oleh karena itu, sebaiknya Mama perlu membersihkan bagian hidung bayi secara rutin untuk mengangkat lendir yang menumpuk agar tidak mengering di dalam rongga hidung sehingga pernapasan bayi tetap lancar.

Apabila Mama tidak segera membersihkannya, lendir dapat menghambat aliran udara sehingga membuat bayi merasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman tersebut sering ia tunjukkan melalui suara-suara tertentu atau gerakan menggeliat yang tampak seperti sedang ngeden.

Jika si Kecil menunjukkan kondisi ngeden disertai tanda lainnya, salah satunya seperti sesak, segera bawa si Kecil ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Sembelit

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Buang air besar merupakan proses yang tidak mudah dilakukan bagi si Kecil ketika ia baru saja lahir, karena ia masih belum dapat mengendalikan otot panggulnya untuk mengeluarkan feses dengan baik.

Alih-alih menggunakan otot perut, bayi justru lebih sering mengandalkan otot diafragma atau otot dadanya. Itulah sebabnya si Kecil kerap mengeluarkan suara seperti ngeden saat sedang belajar untuk BAB.

Untuk membantu meredakan rasa sembelit pada bayi, Mama dapat menyusui si Kecil lebih sering karena ASI membantu melancarkan sistem pencernaan.

Namun, jika BAB pada bayi disertai gejala yang tidak biasa, seperti muntah, perut sangat keras, hingga bayi tampak kesakitan, sebaiknya Mama segera konstulasikan kondisi bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Pelepasan gas

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Selain saat buang air besar, ngeden pada bayi juga menjadi tanda bahwa ia sedang berusaha untuk mengeluarkan gas dari setiap asupan yang ia cerna tiap harinya.

Sistem pencernaannya masih berkembang, sehingga proses ini belum dapat berjalan dengan lancar. Kondisi tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman, karena si Kecil masih dalam tahap belajar mengendalikan otot-otot tubuhnya.

Proses belajar ini membutuhkan waktu hingga beberapa bulan hingga bayi mampu mengendurkan otot dasar panggulnya dengan baik, untuk mengeluarkan gas dan buang air besar lebih lancar.

5. Refluks asam

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Refluks asam merupakan kondisi ketika asam lambung bayi naik kembali ke kerongkongan, sering kali juga disertai dengan susu yang baru saja ia telan sehingga kondisi ini nampak seperti bayi sedang gumoh.

Refluks asam yang naik ke kerongkongan tersebut membuat si Kecil merasa tidak nyaman dan nampak gelisah. Akibatnya, ia mungkin akan bernapas lebih berisik dan menggeliat sehingga terlihat seperti sedang ngeden.

6. Kelaparan

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Bayi yang baru saja lahir masih belum sepenuhnya mengenali rasa lapar serta rasa kenyang denga baik. Jika kebutuhan asupannya masih terpenuhi dan ia masih merasa lapar, ia akan menjadi lebih gelisah saat memasuki waktu tidur.

Kegelisahan tersebut ia tunjukkan melalui gerakan menggeliat sekaligus suara yang terdengar seperti sedang ngeden. Mama dapat mengenali tanda-tanda tersebut bahwa si Kecil masih lapar dan ingin menyusu untuk memenuhi asupannya.

7. Asupan oksigen

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Otot-otot pernapasan pada bayi masih belum berkembang sempurna dan masih belum dapat digerakan sepenuhnya ketika bayi baru saja lahir. Oleh karena itu, napasnya dapat terdengar lebih lambat bahkan disertai suara lain saat tertidur hingga nampak seperti sedang ngeden.

Meski kondisi ini tergolong normal, Mama tetap perlu memantau pola pernapasan si Kecil. Jika napasnya mulai terdengar lebih berat dan tidak teratur secara ekstrem, Mama dapat membawa si Kecil ke dokter untuk mengetahui penyebab masalah pernapasan yang terjadi serta mendapatkan penanganan yang tepat.

Itu tadi berbagai alasan kenapa bayi sering ngeden. Umumnya, kondisi tersebut merupakan respons alami dari rasa tidak nyaman atau bagian dari proses pekembangan tubuhnya, sehingga Mama tidak perlu khawatir bila tidak disertai gejala tidak biasa lainnya.

Semoga informasi ini membantu Mama dalam memahami kondisi si Kecil dengan lebih tenang, ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More