Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Suka Menggigit saat Menyusu?

6 min read
Kenapa Bayi Suka Menggigit saat Menyusu?
Pexels.com/MART PRODUCTION
  • Bayi dapat menggigit saat menyusu karena tumbuh gigi, bosan, mencari perhatian, sakit, atau aliran ASI terlalu deras maupun lambat; penyebabnya bisa lebih dari satu.

  • Tumbuh gigi bukan tanda bayi harus disapih. Pelekatan dalam, mulut terbuka lebar, dagu menyentuh payudara, dan posisi tubuh yang tepat membantu mencegah gigi mengenai puting.

  • Saat bayi menggigit, hentikan menyusu dengan tenang dan lepaskan perlahan. Rawat puting luka dengan air garam, krim, kompres dingin, atau pemerahan ASI bila perlu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Puting yang terasa sakit setelah menyusui tentu bisa membuat Mama merasa tidak nyaman, terlebih jika kondisi tersebut terjadi karena gigitan si Kecil.

Meski terlihat sepele, kebiasaan bayi menggigit saat menyusu bisa menimbulkan rasa nyeri hingga membuat proses menyusui menjadi kurang nyaman.

Kondisi ini juga tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena area puting yang mengalami luka membutuhkan perawatan agar dapat pulih dengan baik.

Lantas, kenapa bayi suka menggigit saat menyusu? Untuk mengetahui penyebabnya, Popmama.com telah merangkum informasi dari Healthline mengenai beberapa alasan yang membuat si Kecil melakukan hal tersebut.

Simak penjelasannya di bawah ini, Ma!

  1. 1. Mengapa bayi suka menggigit saat menyusu?

    Mengapa bayi suka menggigit saat menyusu?
    Pexels.com/Meruyert Gonullu

    Alasan bayi menggigit saat menyusu tidak selalu mudah diketahui. Terkadang, orangtua mungkin penasaran apa yang sebenarnya dirasakan si Kecil ketika melakukan hal tersebut. 

    Namun, ada beberapa penyebab umum yang bisa membuat bayi mulai menggigit puting saat menyusu. Beberapa di antaranya, yaitu:

    1. Sedang tumbuh gigi sehingga gusinya terasa tidak nyaman. Menggigit bisa menjadi cara bayi untuk meredakan rasa nyeri atau gatal pada gusinya.

    2. Merasa bosan atau mudah terdistraksi saat menyusu, sehingga mulai bereksplorasi dengan menggigit.

    3. Ingin mencari perhatian dari Mama.

    4. Sedang kurang sehat, seperti mengalami pilek atau infeksi telinga, yang membuat bayi kesulitan mengisap dan menelan dengan nyaman.

    5. Aliran ASI terlalu deras, sehingga bayi kewalahan saat menyusu.

    6. Aliran ASI terlalu lambat, membuat bayi merasa frustrasi ketika menunggu ASI keluar.

    Dalam beberapa kondisi, bayi bisa menggigit karena lebih dari satu alasan sekaligus. Misalnya, bayi yang sedang tumbuh gigi sekaligus mengalami pilek mungkin akan lebih sering menggigit saat menyusu.

    Meski terkadang penyebabnya sulit dipastikan, Mama tetap bisa mengenali tanda-tanda yang muncul dan mencari cara untuk mengatasinya agar kebiasaan menggigit saat menyusu tidak berlanjut.

  2. 2. Apakah bayi perlu disapih saat mulai tumbuh gigi?

    Apakah bayi perlu disapih saat mulai tumbuh gigi?
    Pexels.com/James Sabio

    Ketika gigi bayi mulai tumbuh, sebagian Mama mungkin khawatir apakah hal tersebut bisa membuat bayi lebih sering menggigit saat menyusu.

    Tak sedikit pula yang bertanya-tanya apakah fase tumbuh gigi menjadi tanda bahwa waktu menyapih sudah tiba.

    Padahal, anggapan bahwa bayi harus berhenti menyusu setelah memiliki gigi hanyalah mitos.

    Saat bayi menyusu dengan posisi pelekatan yang tepat, gigi bayi sebenarnya tidak akan mengenai puting atau payudara Mama. Proses menyusu lebih banyak melibatkan gerakan lidah dan bibir bayi.

    Hal ini mirip ketika seseorang minum menggunakan sedotan. Gigi tidak digunakan untuk mengisap, begitu pula saat bayi menyusu langsung dari payudara.

    Meski begitu, pertumbuhan gigi bisa membuat perubahan pada cara bayi melekat saat menyusu. Karena itu, Mama mungkin perlu lebih memperhatikan posisi menyusui agar bayi tetap mendapatkan pelekatan yang nyaman.

    Pastikan bayi melakukan pelekatan dalam (deep latch), yaitu ketika mulut bayi tidak hanya mengisap ujung puting, tetapi juga sebagian area areola dan payudara. 

    Usahakan mulut bayi terbuka lebar, dagunya menyentuh bagian bawah payudara, serta posisi tubuh bayi menempel dengan perut menghadap ke arah Mama agar proses menyusu tetap berjalan dengan baik.

  3. 3. Apa yang harus dilakukan jika bayi menggigit saat menyusu?

    Apa yang harus dilakukan jika bayi menggigit saat menyusu?
    Pexels.com/Sunvani Hoàng

    Bayi yang tiba-tiba menggigit saat menyusu tentu bisa membuat Mama kaget dan merasa tidak nyaman.

    Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan ini tanpa membuat bayi merasa takut atau proses menyusu terganggu. Berikut beberapa langkah yang dapat Mama coba:

    Hindari memberikan reaksi berlebihan.

    Saat tergigit, reaksi pertama Mama mungkin ingin berteriak atau langsung menjauhkan bayi. Namun, respons yang terlalu besar justru bisa membuat bayi terkejut atau takut.

    Pada beberapa kasus, bayi bahkan bisa mengulanginya karena penasaran dengan reaksi yang diberikan. Tertawa juga sebaiknya dihindari karena bayi mungkin menganggapnya sebagai respons yang menyenangkan dan mencoba melakukannya lagi.

    Sebaiknya, tarik napas terlebih dahulu lalu sampaikan dengan tenang bahwa menggigit saat menyusu bukanlah hal yang boleh dilakukan.

    Lepaskan bayi dari payudara secara perlahan.

    Ketika bayi menggigit, segera hentikan proses menyusu agar bayi memahami bahwa menggigit berarti waktu menyusu berhenti.

    Namun, hindari menarik bayi secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan puting Mama terasa sakit atau mengalami luka. Untuk melepaskannya, Mama bisa memasukkan jari kelingking ke sudut mulut bayi secara perlahan agar isapan terlepas.

    Cara lain yang bisa dicoba adalah mendekatkan tubuh bayi ke arah payudara sebentar hingga bayi melepaskan pelekatan dengan sendirinya.

    Berikan alternatif untuk meredakan gusi bayi.

    Jika bayi menggigit karena sedang tumbuh gigi, Mama bisa memberikan benda lain yang aman untuk digigit, seperti kain lap basah atau mainan teether. Hal ini membantu bayi memahami bahwa payudara bukanlah benda untuk menggigit, melainkan tempat mendapatkan ASI.

  4. 4. Apa yang harus dilakukan jika puting mengalami luka akibat gigitan bayi?

    Apa yang harus dilakukan jika puting mengalami luka akibat gigitan bayi?
    Pexels.com/Sunvani Hoàng

    Gigitan bayi saat menyusu terkadang bisa menyebabkan puting terasa sakit, bahkan mengalami luka. Selain membantu mengurangi kebiasaan bayi menggigit, Mama juga perlu merawat area puting agar proses penyembuhan berjalan lebih nyaman.

    Beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:

    1. Bilas dengan air garam

    Membilas puting menggunakan larutan air garam dapat membantu menenangkan kulit yang iritasi. Cara ini juga menjadi salah satu metode alami untuk menjaga kebersihan dan mendukung proses pemulihan luka.

    1. Gunakan krim puting

    Krim khusus puting dapat membantu merawat luka seperti lecet atau goresan pada area puting. Beberapa produk bekerja dengan menjaga kelembapan kulit sehingga proses penyembuhan luka dapat berlangsung lebih optimal.

    1. Konsumsi pereda nyeri bila diperlukan

    Jika rasa sakit akibat gigitan masih terasa, Mama dapat menggunakan obat pereda nyeri yang aman untuk ibu menyusui. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau konselor laktasi untuk memastikan penggunaannya sesuai.

    1. Kompres dingin

    Menggunakan kompres dingin atau es yang dibungkus kain dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan membuat area puting terasa lebih nyaman.

    1. Mulai menyusu dari sisi yang tidak terluka

    Selama puting yang terluka dalam proses penyembuhan, Mama bisa mencoba memulai sesi menyusu dari payudara yang tidak mengalami luka terlebih dahulu. Bayi biasanya mengisap lebih kuat pada awal menyusu, sehingga cara ini dapat membantu mengurangi tekanan pada area yang sakit.

    1. Perah ASI jika puting membutuhkan waktu untuk pulih

    Pada kondisi tertentu, luka pada puting bisa terasa semakin parah jika terus digunakan untuk menyusui. Jika hal ini terjadi, Mama dapat memberi waktu istirahat pada payudara tersebut selama beberapa hari dengan mengurangi frekuensi menyusui dari sisi yang terluka.

    Meski begitu, tetap lakukan pemerahan ASI agar produksi ASI tetap terjaga dan payudara tidak mengalami pembengkakan.

    Itu dia beberapa alasan kenapa bayi suka menggigit saat menyusu yang perlu Mama ketahui. Dengan memahami penyebabnya, Mama dapat membantu si Kecil tetap nyaman selama proses menyusui.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More