Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Shaken Baby Syndrome? Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Apa Itu Shaken Baby Syndrome? Ketahui Penyebab dan Gejalanya
Magnific/Lifestylememory
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Shaken Baby Syndrome adalah cedera serius akibat guncangan keras pada bayi, yang dapat merusak otak dan berisiko menimbulkan kecacatan permanen hingga kematian.

  • Bayi di bawah satu tahun, terutama usia 2–4 bulan, paling rentan karena otot leher lemah; guncangan saat frustrasi maupun bermain dapat memicu perdarahan otak dan retina.

  • Gejalanya dapat meliputi muntah, kebiruan, tremor, sulit bernapas, mengantuk, kejang, perubahan perilaku, serta memar. Jika muncul setelah guncangan, segera cari pertolongan medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa kewalahan saat si Kecil menangis dan tak kunjung berhenti? Mama perlu tahu bahwa mengguncang bayi bukan cara yang aman untuk menenangkannya.

Gerakan tersebut dapat menyebabkan cedera serius yang dikenal sebagai Shaken Baby Syndrome.

Lantas, apa sebenarnya kondisi ini dan apa penyebabnya? Berikut Popmama.com telah merangkum seputar apa itu Shaken Baby Syndrome, penyebab serta gejalanya.

Apa Itu Shaken Baby Syndrome?

Apa Itu Shaken Baby Syndrome?
Magnific/jcomp

Dilansir dari The Bump, Shaken Baby Syndrome (SBS) adalah kondisi serius akibat guncangan keras pada bayi, biasanya terjadi ketika pengasuh merasa frustrasi karena bayi terus menangis.

Guncangan hebat ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak, bahkan berisiko menyebabkan kecacatan permanen atau kematian pada kasus yang parah.

Bayi di bawah usia 1 tahun, terutama usia 2-4 bulan, paling rentan mengalami kondisi ini karena otot lehernya masih lemah dan bayi cenderung lebih sering menangis.

Perlu diwaspadai, bahwa kondisi ini juga bisa terjadi pada anak yang lebih besar, bahkan hingga usia 5 tahun.

Apa Penyebab Shaken Baby Syndrome?

Apa Penyebab Shaken Baby Syndrome?
Magnific/senivpetro

Melansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), SBS terjadi karena otak bergerak dan bergeser secara mendadak akibat guncangan hebat, sehingga menyebabkan robekan pada saraf dan pembuluh darah hingga mengalami perdarahan otak maupun retina.

Guncangan hebat juga bisa terjadi saat bermain, seperti mengayun atau melempar bayi ke udara.

Oleh sebab itu, penting bagi Mama dan siapa pun yang merawat si Kecil untuk memahami bahwa bayi tidak boleh diguncang, bahkan saat bermain.

Apa Gejala Shaken Baby Syndrome?

Apa Gejala Shaken Baby Syndrome?
Magnific/pvproductions

Menurut WebMD, gejala Shaken Baby Syndrome bisa berbeda pada setiap bayi dan terkadang tidak langsung terlihat.

Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan perubahan pada kondisi fisik maupun perilaku si Kecil.

Beberapa tanda yang bisa muncul antara lain:

  • Muntah

  • Kulit tampak kebiruan

  • Tubuh gemetar atau mengalami tremor

  • Kesulitan bernapas

  • Lebih sering mengantuk atau sulit dibangunkan

  • Nafsu makan menurun

  • Kesulitan mengisap saat menyusu

  • Tidak lagi tersenyum atau mengeluarkan suara seperti biasanya

  • Tubuh lemas atau tonus otot menurun

  • Sangat rewel

  • Tubuh terasa kaku

  • Kejang

  • Tidak mampu mengangkat kepala

Selain itu, bisa muncul tanda fisik seperti memar di lengan atau dada akibat tubuh bayi dicengkeram. Perubahan lain yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Kepala atau dahi tampak lebih besar dari biasanya

  • Ukuran pupil mata berbeda

  • Kesulitan memfokuskan pandangan

  • Lebih sering menggunakan satu tangan atau kaki dibanding sisi lainnya

  • Ubun-ubun tampak menonjol

Itulah penjelasan mengenai apa itu Shaken Baby Syndrome beserta penyebab dan gejalanya. Jika bayi menunjukkan gejala-gejala tersebut setelah mengalami guncangan, segera cari pertolongan medis.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More