Saat mendengar penjelasan dokter atau membaca hasil USG, istilah spina bifida dan meningokel sering bikin bingung. Apalagi, keduanya sama-sama berkaitan dengan tulang belakang si Kecil.
Apa Perbedaan antara Spina Bifida dan Meningokel?

Spina bifida adalah cacat tabung saraf saat tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak berkembang sempurna; meningokel merupakan salah satu jenisnya.
Meningokel ditandai kantung berisi cairan dan meningen yang menonjol melalui celah tulang belakang, sedangkan mielomeningokel juga melibatkan jaringan saraf.
Penyebab pastinya belum diketahui; penanganan meningokel umumnya operasi segera setelah lahir, sementara spina bifida berat dapat memerlukan dukungan jangka panjang.
Faktanya, keduanya tidak sepenuhnya berbeda, sebab meningokel termasuk salah satu jenis spina bifida. Yang membedakan adalah bentuk, tingkat keparahan, dan cara penanganannya.
Penasaran seperti apa bedanya? Berikut Popmama.com mengulas apa perbedaan antara spina bifida dan meningokel? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Apa Itu Spina Bifida dan Meningokel?

Wikimedia Commons/Internet Archive Book Images Mengutip NHS, spina bifida terjadi ketika tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi tidak berkembang sepenuhnya di dalam kandungan. Sebagai cacat tabung saraf yang muncul pada awal kehamilan.
Sementara itu, menurut Cleveland Clinic, meningokel (meningocele) adalah kondisi ketika lapisan pelindung sumsum tulang belakang, yang disebut meningen, menonjol keluar lewat celah di tulang belakang.
Tonjolan berisi cairan ini membentuk benjolan atau kantung di punggung si Kecil. Pada meningokel hanya meningen yang menonjol, sedangkan pada mielomeningokel kantung tersebut juga berisi jaringan saraf. Di sinilah letak perbedaan paling mendasar antara keduanya.
Apa Saja Gejala Spina Bifida dan Meningokel?

Wikimedia Commons/Uvainio Cleveland Clinic menyebut gejala spina bifida bervariasi, tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi celah di tulang belakang. Pada kasus ringan, gejalanya bahkan bisa tidak terasa sama sekali.
Dilansir dari NHS, spina bifida terbuka dapat menimbulkan kelemahan hingga kelumpuhan pada kaki, kesulitan mengontrol buang air kecil dan besar, serta hilangnya rasa pada kaki.
Sementara itu, spina bifida tertutup bisa ditandai dengan benjolan lemak, bercak berbulu, atau lekukan dalam di punggung saat bayi lahir.
Pada meningokel, tanda yang paling terlihat adalah benjolan berisi cairan di punggung bayi mama. Kantung tersebut bisa terlihat lewat USG sebelum bayi lahir.Gejala lain, seperti nyeri punggung atau otot lemah, jarang muncul pada meningokel.
Apa Saja Jenis Spina Bifida?

Wikimedia Commons/Beehive-1(AA) Menurut Cleveland Clinic, ada tiga jenis utama spina bifida, yaitu spina bifida okulta, meningokel, dan mielomeningokel. Spina bifida okulta adalah yang paling umum, berupa celah kecil di tulang belakang tanpa kantung berisi cairan.
Mielomeningokel disebut sebagai jenis paling serius karena kantung cairannya memuat sebagian sumsum tulang belakang dan saraf. Adapun meningokel, seperti yang sudah dibahas, adalah yang paling jarang.
NHS mengelompokkan spina bifida menjadi tipe terbuka, yang mencakup mielomeningokel dan meningokel, serta tipe tertutup seperti okulta. Tipe terbuka lebih jarang, tetapi biasanya lebih serius dan membutuhkan dukungan jangka panjang.
Meningokel sendiri punya dua bentuk, yaitu terbuka (kantung tanpa kulit penutup) dan tertutup (kantung terlindungi kulit).
Apa Penyebab Spina Bifida dan Meningokel?

Wikimedia Commons/Centers for Disease Control and Prevention Hal penting yang perlu Mama tahu, ialah penyebab pasti spina bifida dan meningokel belum diketahui. Cleveland Clinic menyebut kombinasi faktor genetik dan lingkungan diduga mengganggu pembentukan tabung saraf di awal kehamilan.
Risikonya bisa meningkat jika ibu kekurangan asam folat, mengonsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, atau memiliki kondisi seperti diabetes dan obesitas. Demam tinggi atau tubuh yang terlalu panas di awal kehamilan juga termasuk faktor risiko.
Dilansir dari NHS, kekurangan vitamin B12 dan memiliki anggota keluarga dekat dengan spina bifida juga dapat meningkatkan peluang. Obat seperti natrium valproat dan karbamazepin, yang dipakai untuk epilepsi, termasuk di antaranya.
Disarankan juga mengonsumsi suplemen asam folat di awal kehamilan di bawah pengawasan dokter, serta berkonsultasi lebih dulu bagi Mama yang rutin minum obat antikejang dan berencana hamil.
Bagaimana Penanganan Spina Bifida dan Meningokel?

Pexels/Jonas Kakaroto Penanganan meningokel dilakukan lewat operasi. Menurut Cleveland Clinic, dokter akan menguras kantung, mengembalikan meningen ke tempatnya, lalu menutup sayatan, biasanya dalam 24 hingga 48 jam setelah lahir untuk tipe terbuka dan hingga 72 jam untuk tipe tertutup.
Operasi ini penting untuk mencegah infeksi dan melindungi area tulang belakang yang terbuka. Setelah operasi, sebagian besar bayi tidak mengalami masalah lanjutan pada otak, saraf, atau otot.
Setelah operasi, si Kecil mungkin dirawat hingga 2 minggu di rumah sakit. Ia perlu kontrol rutin ke dokter bedah untuk memantau pemulihannya.
Untuk spina bifida yang lebih berat, NHS menyebut operasi memang tidak bisa memulihkan kerusakan saraf, tetapi mampu menutup tulang belakang dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Anak juga mungkin memerlukan dukungan jangka panjang, seperti fisioterapi, terapi okupasi, dan alat bantu gerak.
Jadi, spina bifida adalah istilah yang lebih luas, sedangkan meningokel hanyalah salah satu jenisnya, yang paling jarang dan umumnya lebih ringan.
Menurut Cleveland Clinic, operasi tak lama setelah lahir sering kali menuntaskan masalah pada meningokel dan komplikasi jangka panjangnya jarang terjadi.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa perbedaan antara spina bifida dan meningokel? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!























’ dan Terjemahannya-RyVwxKZqomb1si5G5GrfOUCB7mMmdNRJ.jpg)