Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Gumoh Setiap Habis Menyusu? Ini Penyebabnya

4 min read
Kenapa Bayi Gumoh Setiap Habis Menyusu? Ini Penyebabnya
Magnific/rawpixel.com
  • Gumoh setelah menyusu umum pada bayi beberapa bulan pertama akibat lambung kecil dan katup lambung belum matang, selama berat badan tetap naik sesuai grafik pertumbuhan.

  • Minum terlalu cepat, pelekatan kurang tepat, aliran botol deras, terlalu banyak susu, serta tekanan pada perut dapat memicu ASI naik kembali.

  • Kurangi gumoh dengan menyendawakan dan menjaga bayi tegak 20–30 menit; konsultasikan dokter bila muntah menyembur, berat badan turun, demam, atau tanda dehidrasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah menyusui si Kecil, Mama mungkin pernah melihat sedikit ASI keluar kembali dari mulutnya. Kondisi ini disebut juga dengan gumoh. 

Gumoh pun cukup sering terjadi, terutama pada bayi yang masih berusia beberapa bulan. 

Tak jarang, gumoh membuat Mama khawatir dan bertanya-tanya apakah hal tersebut normal atau justru menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan si Kecil. Nah, sebenarnya kenapa bayi gumoh setiap habis menyusu?

Yuk, cari tahu jawabannya dalam informasi yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.


  1. Kenapa Bayi Gumoh Setiap Habis Menyusu?

    Kenapa bayi gumoh setiap habis menyusu?
    Magnific

    Bayi yang gumoh setelah minum ASI merupakan kondisi yang umum terjadi, terutama pada bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan. Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai refluks gastroesofageal, yaitu ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan dan keluar melalui mulut. 

    Sebagian besar gumoh bersifat normal dan tidak mengganggu tumbuh kembang bayi selama berat badannya tetap bertambah sesuai grafik pertumbuhan. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gumoh terutama terjadi karena lambung bayi masih sangat kecil, sekitar seukuran bola pingpong, dan katup lambungnya belum kuat. 

    Hingga usia 4 bulan, lambung hanya mampu menampung sedikit susu sehingga pemberian susu terlalu banyak dapat menyebabkan gumoh. Selain itu, katup antara kerongkongan dan lambung atau sfingter esofagus bagian bawah juga belum matang.

    Sehingga belum dapat menutup dengan sempurna dan membuat susu lebih mudah naik kembali, terutama ketika lambung terlalu penuh atau bayi langsung berbaring setelah menyusu. 


  2. Kebiasaan yang Bisa Memicu Bayi Gumoh

    Kebiasaan yang bisa memicu bayi gumoh
    Magnific

    Selain kondisi alami pada sistem pencernaan bayi, beberapa kebiasaan saat dan setelah menyusu juga dapat memicu gumoh pada bayi. Bayi yang minum terlalu cepat, menangis sebelum menyusu, memiliki teknik pelekatan (latch-on) yang kurang tepat, atau menggunakan botol dengan aliran susu terlalu cepat dapat menelan lebih banyak udara. 

    Udara yang masuk ke lambung kemudian dapat mendorong ASI keluar saat bayi bersendawa. Gumoh juga lebih mudah terjadi jika bayi terlalu banyak minum dalam waktu singkat atau menyusu terlalu sering tanpa jeda. 

    Aktivitas yang memberikan tekanan pada perut, seperti mengayunkan, menekan perut, atau langsung membiarkan bayi tengkurap setelah menyusu, juga dapat membuat ASI lebih mudah naik kembali.


  3. Cara Mengatasi Bayi Gumoh Setiap Habis Menyusu

    Cara mengatasi bayi gumoh setiap habis menyusu
    Magnific

    Ada beberapa cara yang dapat Mama lakukan untuk membantu mengurangi gumoh pada si Kecil. Salah satunya dengan membuatnya bersendawa tiap kali selesai menyusu untuk membantu mengeluarkan udara yang tertelan. Mama dapat menggendongnya dalam posisi tegak di bahu, kemudian menepuk punggungnya dengan lembut. 

    Mama juga dapat menjaga posisi si Kecil tetap tegak selama sekitar 20–30 menit setelah menyusu dan menghindari aktivitas yang memberikan tekanan pada perut, seperti mengayun atau langsung membiarkannya tengkurap.

    Selain itu, Mama bisa berikan ASI dalam jumlah yang sesuai kebutuhan si Kecil dan pastikan pelekatan saat menyusu sudah tepat agar ia tidak terlalu banyak menelan udara. Suasana menyusu yang tenang juga dapat membantu si Kecil menyusu dengan lebih nyaman dan tidak terburu-buru.

    Hindari memberikan si Kecil pakaian atau popok yang terlalu ketat di bagian perut karena dapat memberikan tekanan pada lambung. Saat tidur, selalu memposisikannya telentang di permukaan yang datar dan tidak meninggikan kepala bayi dengan bantal, kecuali ada anjuran khusus dari dokter.

    IDAI juga menyebut jika gumoh hanya perlu dibersihkan dengan kain bersih untuk mencegah bayi terkena iritasi kulit dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Gumoh umumnya akan berkurang dan menghilang saat bayi mencapai usia 18–24 bulan, yakni saat ukuran lambungnya sudah lebih besar dan katup lambungnya sudah lebih kuat.


  4. Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

    Kapan harus menghubungi dokter?
    Magnific

    Meski gumoh merupakan hal yang normal tetapi Mama juga tetap perlu waspada jika si Kecil menunjukkan tanda yang tidak biasa. Segera konsultasikan ke dokter jika gumoh keluar menyembur dengan kuat, terjadi setiap kali selesai menyusu, atau disertai dengan berat badannya yang tidak bertambah maupun justru menurun. 

    Perhatikan juga tanda lainnya, seperti si Kecil yang sangat rewel dan sulit ditenangkan, mengalami demam, atau menunjukkan tanda dehidrasi, misalnya ubun-ubun tampak cekung dan popok tetap kering dalam waktu lama.

    Jika muncul tanda-tanda tersebut, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan memastikan tidak ada gangguan pada saluran pencernaan maupun kondisi medis lain yang membutuhkan penanganan.

    Mama, gumoh setelah minum ASI merupakan hal yang normal bagi bayi, terutama di awal-awal kehidupannya. Selama tidak disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, Mama tidak perlu terlalu panik. 

    Nah, itu tadi informasi mengenai kenapa bayi gumoh setiap habis menyusu. Tetap perhatikan kondisi si Kecil, pastikan ia tetap aktif dan berat badannya bertambah sesuai pertumbuhan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More