Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Bayi Gemuk Pasti Sehat? Ini Fakta yang Perlu Orangtua Pahami
Popmama.com/Sysilia Tanhati/AI
  • Bayi gemuk tidak selalu berarti sehat; berat badan lahir lebih mencerminkan kondisi kesehatan ibu selama kehamilan daripada kesehatan bayi itu sendiri.
  • Kelebihan berat badan pada bayi dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi di masa depan.
  • Faktor genetik, pola pemberian susu formula, serta kebiasaan makan dan tidur berperan besar dalam kenaikan berat badan bayi; konsultasi dengan dokter anak sangat disarankan bila ada kekhawatiran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagian orang suka melihat bayi gemuk. Bayi gemuk biasanya tampak lucu dan menggemaskan.

Sama seperti orang dewasa, bayi memiliki berbagai ukuran dan bentuk. Namun, jika Mama pernah mendengar beberapa komentar tentang berat badan bayi, Mama mungkin mulai bertanya-tanya. Apakah lipatan lemak itu menjadi masalah? Apakah bayi gemuk pasti sehat?

Untuk menjawab pertanyaan Mama, Popmama sudah merangkum informasinya di bawah ini.

Apakah Bayi Gemuk Pasti Sehat?

Popmama.com/Sysilia Tanhati/AI

Ada pepatah populer yang mengatakan bahwa bayi gemuk lebih sehat—tetapi itu belum tentu benar. Bayi baru lahir seberat 2,27 Kg bisa sama sehatnya dengan bayi yang beratnya 4 Kg.

Bayi yang gemuk saat lahir (yang berada di atas persentil ke-90) sebenarnya lebih merupakan indikator kesehatan ibu daripada kesehatan bayi. Faktor-faktor ibu seperti diabetes gestasional atau penambahan berat badan berlebihan selama kehamilan mungkin berkontribusi pada ukuran bayi yang besar. Sedangkan ibu dengan hipertensi yang tidak terkontrol mungkin memiliki bayi yang lebih kecil.

Pada akhirnya, berat badan bayi saat lahir hanyalah satu aspek dari penilaian bayi baru lahir. Bayi yang lebih besar belum tentu bayi yang lebih sehat, dan bayi yang berukuran lebih kecil belum tentu tidak sehat.

Bayi yang gemuk mungkin tampak menggemaskan. Padahal, kondisi kelebihan berat badan baik overweight maupun obese berarti terjadi penumpukan lemak sehingga memiliki risiko penyakit tidak menular (PTM). Perlu adanya perubahan pemahaman di masyarakat bahwa bayi yang gemuk belum tentu sehat.

Selain itu, indikator bayi sehat bukan dari gemuk atau kurusnya si Kecil, ya, Ma. Penting untuk diketahui jika obesitas berdampak pada kesehatan si Kecil. Mulai dari risiko sakit jantung, diabetes melitus, sampai stroke. Bukan hanya itu obesitas juga berdampak pada masalah emosional dan sosial

Masalah Kesehatan bagi Bayi yang Mengalami Kelebihan Berat Badan

Popmama.com/Sysilia Tanhati/AI

Penambahan berat badan berlebih bisa menjadi masalah bagi bayi.

Para ahli di Universitas Harvard mencatat bahwa bayi yang mengalami peningkatan berat badan berlebihan dalam 2 tahun pertama dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan di masa kanak-kanak dan bahkan dewasa. Itulah mengapa penting untuk melacak peningkatan berat badan dari waktu ke waktu dan menetapkan tingkat peningkatan berat badan yang sehat.

Bayi yang mengalami peningkatan berat badan secara cepat dalam satu atau dua tahun pertama mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi anak dan orang dewasa yang kelebihan berat badan, demikian catatan tinjauan studi tahun 2018 ini.

Sekitar 1 dari 5 anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada usia 6 tahun. Dan, sekitar setengah dari anak-anak yang mengalami obesitas sudah kelebihan berat badan pada usia 2 tahun.

Anak-anak dan orang dewasa yang kelebihan berat badan dan mengalami obesitas berisiko lebih tinggi mengembangkan masalah kesehatan kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Mengapa Beberapa Bayi Lebih Berat Daripada yang Lain?

Pexels/hartono subagio (bayi)

Berapa berat bayi dan seberapa cepat mereka bertambah berat badan bergantung pada banyak faktor. Tidak semua faktor tersebut berada dalam kendali orangtua. Terkadang faktor genetik, termasuk tinggi dan berat badan orang tua, memengaruhi ukuran dan berat badan si Kecil.

Seorang ibu berperan dalam berat badan bayinya selama kehamilan. Ibu hamil yang kelebihan berat badan, obesitas, perokok, atau menderita diabetes gestasional lebih mungkin memiliki bayi yang lebih berat saat lahir atau menjadi kelebihan berat badan di kemudian hari.

Selain itu, beberapa penelitian tahun 2019 menunjukkan bahwa bayi yang lahir melalui operasi caesar terencana mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi kelebihan berat badan. Ini mungkin karena bakteri usus mereka berbeda dengan bayi yang lahir secara normal. Namun, operasi caesar biasanya bukan satu-satunya penyebab penambahan berat badan bayi.

Apakah Mama menyusui bayi atau tidak juga dapat berperan dalam berat badannya. Biasanya, bayi yang hanya disusui akan bertambah berat badan lebih lambat daripada bayi yang diberi susu formula atau diberi keduanya.

Data dari sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa ada beberapa alasan mengapa pemberian susu formula saja kepada bayi dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang lebih tinggi. Alasan-alasan tersebut meliputi:

  • Mama memiliki peluang lebih tinggi untuk memberi bayi susu formula secara berlebihan, karena susu formula lebih mudah didapatkan daripada ASI.

  • Orangtua atau pengasuh lebih cenderung terus memberi makan sampai botol kosong, meskipun bayi sudah kenyang.

  • Orangtua atau pengasuh mungkin menambahkan bubuk susu formula lebih banyak dari yang direkomendasikan saat membuat susu untuk bayi.

  • Menggunakan botol besar untuk memberi makan susu formula dapat menyebabkan pemberian makan berlebihan dan kenaikan berat badan.

  • Terkadang orangtua atau pengasuh menggunakan jadwal ketat untuk pemberian susu botol daripada mengandalkan isyarat lapar.

  • Orangtua atau pengasuh mungkin memberi bayi sebotol susu formula untuk menenangkan diri atau tertidur.

Faktor lain yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan bayi meliputi:

  • Seberapa dini bayi diberi makanan padat.

  • Jika bayi diberi makanan cepat saji atau makanan olahan.

  • Jika bayi diberi minuman manis.

  • Jika bayi kurang tidur.

  • Jika bayi dikelilingi televisi atau video.

  • Jika bayi atau balita diberi banyak camilan di antara waktu makan.

  • Jenis camilan dan makanan padat yang diberikan kepada bayi.

Apa yang Harus Dilakukan jika Mama Khawatir dengan Kenaikan Berat Badan Bayi?

Jika Mama khawatir tentang kenaikan berat badan bayi, bicarakan dengan dokter anak. Dalam kebanyakan kasus, Mama mungkin tidak perlu khawatir.

Jika dokter merekomendasikan untuk memperlambat kenaikan berat badan bayi, ada beberapa hal yang dapat Mama lakukan yang seharusnya membuat perbedaan. Ini termasuk:

  • Jika Mama menyusui dan memberi susu formula, cobalah untuk lebih sering menyusui.

  • Cobalah untuk terus menyusui dalam jangka waktu yang lebih lama.

  • Pompa ASI mama jika Mama tidak dapat menyusui sepanjang waktu atau jika bayi lebih menyukai botol.

  • Gunakan botol yang lebih kecil untuk memberi susu pada bayi.

  • Pastikan takaran susu formula bubuk yang tepat saat Mama membuat susu botol untuk bayi.

  • Tanyakan kepada dokter anak tentang susu formula terbaik untuk bayi.

  • Hindari menambahkan sereal untuk mengentalkan susu formula bayi.

  • Berinteraksilah dengan bayi dengan bermain, membaca, atau memijat, alih-alih menyusui dalam waktu lama.

  • Hindari memberi bayi botol susu untuk menenangkan diri atau saat tidur.

  • Hindari minuman manis.

  • Hindari memberi bayi makanan olahan seperti sereal dan camilan manis dalam kemasan.

  • Hindari memberi bayi terlalu banyak susu.

  • Pilih camilan dan makanan yang kaya akan biji-bijian utuh, buah, dan sayuran.

  • Dorong kebiasaan ngemil sehat dengan hanya mengizinkan bayi makan camilan saat duduk di meja dan pada waktu yang telah ditentukan.

  • Rencanakan makanan dan camilan agar Mama tahu bayi telah makan banyak makanan sehat jika mereka meminta camilan atau makanan penutup lagi.

  • Dorong gerakan harian dan beri bayi waktu untuk aktif menjelajahi dunianya.

Bayi memiliki berbagai bentuk dan ukuran. "Lemak bayi" paling sering sehat dan normal untuk si Kecil. Kebanyakan bayi tidak kelebihan berat badan, meskipun mereka terlihat sedikit gemuk.

Namun, kelebihan berat badan atau obesitas juga bisa menimbulkan risiko kesehatan bagi bayi, Ma.

Jika Mama merasa berat badan bayi menjadi masalah, konsultasikan dengan dokter anak.

Beberapa faktor seperti genetika, pemberian susu formula, dan lingkungan rumah dapat menyebabkan kenaikan berat badan bayi. Ada banyak cara yang dapat Mama lakukan untuk membantu bayi memiliki berat badan yang seimbang yang akan mengarah pada kesehatan yang baik di masa kanak-kanak dan bahkan dewasa.

Itu penjelasan tentang apakah bayi gemuk pasti sehat. Apakah bayi mama termasuk bayi yang gemuk?

Editorial Team

Related Article