Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Anak Suka Mencium dan Menjilat Lantai? 

Kenapa Anak Suka Mencium dan Menjilat Lantai? 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Perilaku anak mencium atau menjilat lantai merupakan bagian dari fase oral, di mana mereka mengenal dunia melalui mulut sebagai bentuk eksplorasi alami.
  • Fase oral membantu perkembangan motorik mulut, kemampuan sensorik, serta memberi rasa nyaman bagi bayi saat beradaptasi dengan lingkungannya.
  • Orangtua perlu menjaga kebersihan area bermain dan mengawasi anak, terutama jika kebiasaan ini berlanjut setelah usia dua tahun untuk mencegah risiko kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah Mama membiarkan si Kecil bermain di lantai agar ia bisa merangkak dan bebas mengeksplorasi lingkungan sekitarnya? Aktivitas ini memang penting untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun, tidak sedikit orangtua yang merasa khawatir ketika si Kecil mulai melakukan hal-hal yang tak terduga, seperti mencium-cium lantai atau bahkan menjilatnya.

Sebagian orang percaya kebiasaan tersebut merupakan tanda bahwa si Kecil "minta adik". Padahal, anggapan itu hanyalah mitos belaka. Perilaku mencium atau menjilat lantai sebenarnya memiliki penjelasan yang perlu dipahami orangtua.

Untuk itu, berikut Popmama.com siapkan penjelasan kenapa anak suka mencium dan menjilat lantai. Yuk, kita simak, Ma!

Table of Content

1. Kenapa anak suka mencium dan menjilat lantai?

1. Kenapa anak suka mencium dan menjilat lantai?

Alasan anak suka mencium dan menjilat lantai
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Si Kecil yang suka mencium atau menjilat lantai sering kali membuat orang tua merasa khawatir. Padahal, perilaku tersebut umumnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang normal.

Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Laktasi, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, melalui video edukasi yang diunggah di akun Instagram @dr.aisyafik, menjelaskan bahwa anak usia sekitar 1 tahun masih berada dalam fase oral.

Pada tahap ini, si Kecil belajar mengenal dunia di sekitarnya menggunakan mulut. Karena itulah, mereka sering mencium, menjilat, menggigit, atau memasukkan berbagai benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses eksplorasi.

"Entah dicium, dijilat, atau memasukkan benda apa pun ke dalam mulutnya. Jadi kalau tiba-tiba anak suka nyium lantai, itu bukan aneh. Itu bagian dari eksplorasi," jelas dr. Aisya.

2. Fase oral mendukung tumbuh kembang si Kecil

Fase oral mendukung tumbuh kembang si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Fase oral tidak hanya menjadi cara si Kecil mengeksplorasi lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembangnya.

Berikut beberapa manfaat fase oral bagi bayi:

  • Melatih kemampuan motorik mulut
    Aktivitas mengisap, menggigit, dan mengunyah membantu memperkuat otot-otot mulut yang dibutuhkan untuk makan dan berbicara.

  • Mengembangkan kemampuan sensorik
    Si Kecil belajar mengenali berbagai tekstur, bentuk, dan suhu benda melalui mulutnya.

  • Membantu menenangkan diri
    Mengisap atau menggigit dapat memberikan rasa nyaman sehingga membantu bayi lebih tenang saat lelah, rewel, atau gelisah.

3. Perhatikan hal ini saat si Kecil menjilat atau mencium lantai

Perhatikan hal ini saat si Kecil menjilat atau mencium lantai
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kebiasaan si Kecil mencium atau menjilat lantai umumnya masih tergolong normal selama berada pada fase oral. Meski begitu, Mama tetap perlu memastikan lingkungan bermainnya bersih dan aman.

Berikut hal yang perlu Mama perhatikan :

  • Pastikan lantai selalu bersih
    Bersihkan lantai secara rutin agar terbebas dari debu, sisa makanan, bulu hewan, maupun bahan kimia yang dapat membahayakan si Kecil.

  • Singkirkan benda-benda kecil di lantai yang berisiko tertelan
    Koin, baterai kancing, obat-obatan, peniti, dan benda kecil lainnya sebaiknya dijauhkan dari area bermain.

  • Awasi si Kecil saat bereksplorasi
    Pendampingan orang tua penting agar Mama dapat segera mencegah jika si Kecil memasukkan benda berbahaya ke dalam mulut.

4. Kapan kebiasaan menjilat atau mencium lantai perlu diwaspadai?

Kapan kebiasaan menjilat atau mencium lantai perlu diwaspadai?
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kebiasaan mencium atau menjilat lantai umumnya masih normal pada anak usia di bawah 2 tahun. Mama perlu mulai waspada apabila kebiasaan tersebut masih terus berlangsung setelah usia 2 tahun dan frekuensinya tidak juga berkurang.

Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa anak memiliki oral sensory seeking, yaitu kecenderungan mencari rangsangan melalui mulut secara terus-menerus. Meski tidak selalu menandakan adanya gangguan, kondisi ini sebaiknya dievaluasi oleh dokter anak atau terapis okupasi jika mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa tanda oral sensory seeking yang dapat Mama amati antara lain:

  • Sering mengisap ibu jari atau jari lainnya, meski usianya sudah lebih dari 2 tahun.

  • Memiliki kebiasaan menggigit kuku secara terus-menerus.

  • Sering memasukkan berbagai benda ke dalam mulut, termasuk benda yang bukan makanan.

  • Gemar mengisap atau mengunyah bagian tertentu dari mainan atau benda berbahan lunak.

5. Tips aman mendampingi si Kecil di fase oral

Tips aman mendampingi si Kecil di fase oral
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Fase oral merupakan bagian penting dari tumbuh kembang bayi. Mama tidak perlu melarang si Kecil bereksplorasi, tetapi pastikan aktivitasnya tetap dilakukan dengan aman.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Rutin membersihkan mainan bayi
    Mainan yang sering dimasukkan ke dalam mulut sebaiknya dicuci atau disterilkan secara berkala agar terhindar dari kuman dan bakteri.

  2. Jangan terlalu sering  melarang si Kecil
    Mama  tidak perlu terlalu sering melarang si Kecil memasukkan benda ke mulut selama benda tersebut aman dan bersih. Dengan pengawasan yang baik, fase oral dapat menjadi bagian dari proses belajar.

  3. Berikan teether yang aman
    Apabila si Kecil sedang tumbuh gigi, Mama bisa memberikan teether berbahan aman, bebas BPA, dan mudah dibersihkan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada gusinya.

  4. Pilih mainan sesuai usia
    Hindari mainan berukuran kecil atau memiliki bagian yang mudah lepas karena dapat meningkatkan risiko tersedak. Gunakan mainan yang memang dirancang sesuai usia si Kecil.

  5. Jaga kebersihan tangan si Kecil
    Bayi sering memasukkan tangan ke dalam mulut saat bereksplorasi. Karena itu, pastikan tangannya selalu bersih, terutama sebelum makan dan setelah bermain.

  6. Perhatikan tanda-tanda tumbuh gigi
    Saat gigi mulai tumbuh, bayi biasanya lebih sering menggigit atau mengunyah benda karena gusinya terasa gatal. Memberikan teether dingin dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Nah, itu dia alasan kenapa anak suka mencium dan menjilat lantai. Biarkan si Kecil bereksplorasi sesuai usianya, ya, Ma!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More