Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Bahaya Memijat Perut Bayi Sembarangan, Ini Kata Dokter!
Unsplash/Khoa Pham
  • Dokter anak dr. Vivi Septriani mengingatkan perut bayi tidak boleh diurut dengan tekanan kuat karena organ bayi masih sensitif dan berisiko mengalami cedera, termasuk pada usus atau hati.

  • Pengurutan yang salah dapat memicu usus terpuntir, memperparah kembung karena gas terdorong ke arah keliru, serta meningkatkan risiko muntah terutama setelah bayi menyusu.

  • Kembung bisa menandakan infeksi atau intoleransi makanan; bila disertai rewel berlebihan, muntah terus-menerus, kesakitan, lemas, atau sulit menyusu, orangtua perlu berkonsultasi dengan dokter anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat bayi mengalami kembung atau rewel, sebagian orangtua mungkin memilih mengurut bagian perutnya dengan harapan gas di dalam perut bisa keluar dan si Kecil kembali nyaman.

Namun, dr. Vivi Septriani, Sp.A mengingatkan bahwa perut bayi tidak boleh diurut sembarangan, terlebih jika memberikan tekanan yang terlalu kuat.

“Jadi perut bayi itu jangan sembarangan diurut,” ujar dr. Vivi melalui video yang diunggah di akun Instagram @dr.vivi.spa.

Perlu dibedakan antara pijat bayi dengan sentuhan lembut dan teknik yang tepat dengan mengurut perut menggunakan tekanan kuat. Pijat bayi sebagai bagian dari perawatan tertentu memang telah diteliti, tetapi keamanan dan tekniknya tidak bisa disamakan dengan praktik mengurut perut bayi secara sembarangan.

Lantas, apa saja bahaya memijat perut bayi sembarangan? Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Berisiko menyebabkan cedera organ dalam

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Bahaya pertama yang disampaikan dr. Vivi adalah kemungkinan terjadinya cedera pada organ dalam bayi.

“Kenapa? Karena bisa mengakibatkan yang pertama, cedera organ dalam. Organ bayi itu masih sangat sensitif. Tekanan yang terlalu kuat itu bisa berisiko melukai organ seperti usus atau hati,” jelasnya.

Menurut dr. Vivi, kondisi organ bayi yang masih sangat sensitif membuat orangtua perlu berhati-hati ketika memberikan tekanan pada bagian perut.

Karena itu, mengurut dengan kuat bukanlah cara yang tepat untuk menangani bayi yang sedang kembung. Jika orangtua ingin melakukan pijat pada bayi, sebaiknya menggunakan teknik yang memang diperuntukkan bagi bayi dan dilakukan dengan sentuhan lembut.

Peringatan ini juga penting karena bayi belum dapat mengungkapkan rasa sakit secara verbal. Ketika merasa tidak nyaman, bayi mungkin hanya menangis atau menjadi lebih rewel.

2. Berisiko memicu usus terpuntir

Pexels/Ksenia Chernaya

Selain kemungkinan cedera pada organ dalam, dr. Vivi juga menyebut risiko yang lebih serius pada saluran pencernaan.

“Bahkan bisa mengakibatkan terjadinya usus terpuntir,” tutur dr. Vivi.

Usus terpuntir atau volvulus merupakan kondisi ketika usus mengalami putaran yang dapat mengganggu aliran darah ke bagian usus. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis.

3. Bisa membuat kembung semakin parah

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Orangtua biasanya mengurut perut bayi karena berharap gas yang menumpuk dapat keluar. Namun, menurut dr. Vivi, pijatan yang dilakukan dengan cara yang tidak tepat justru bisa membuat bayi semakin tidak nyaman.

“Bisa memperparah kembung. Jadi alih-alih keluar, gas bisa terdorong ke arah yang salah dan membuat bayi semakin tidak nyaman,” tuturnya.

Ketika merasa tidak nyaman, bayi bisa menangis, menggeliat, atau menjadi semakin rewel. Karena itu, orangtua sebaiknya tidak beranggapan bahwa semakin kuat perut ditekan, semakin cepat pula gas akan keluar.

Jika bayi mengalami kembung berulang, orangtua juga perlu memperhatikan gejala lain yang menyertainya. Jangan sampai kembung terus dianggap sebagai masalah gas biasa, padahal terdapat kondisi lain yang perlu diperiksa.

4. Dapat memicu muntah

Pexels/Yayuk lestari

Perut bayi juga perlu diperlakukan dengan hati-hati apalagi setelah Si Kecil menyusu. Memijat perut bayi bisa memicu muntah bahkan ketika melakukannya ketika setelah tidak menyusu.

“Bisa memicu muntah. Tekanan di kulit itu bisa meningkatkan risiko bayi muntah apalagi setelah minum ASI atau susu,” pungkasnya.

Bayi memang dapat mengalami gumoh, tetapi orangtua perlu membedakannya dengan muntah yang terjadi berulang atau disertai tanda-tanda lain.

Jika bayi terus-menerus muntah, tampak kesakitan, sulit menyusu, lemas, atau mengalami perubahan kondisi lainnya, jangan hanya mencoba mengatasinya dengan mengurut perut.

Keluhan tersebut sebaiknya diperiksakan kepada dokter anak untuk mengetahui penyebabnya.

5. Bisa menyebabkan nyeri dan membuat kondisi serius terlewat

Pexels/Sunvani Hoàng

Bahaya berikutnya berkaitan dengan rasa sakit yang mungkin dialami bayi akibat tekanan pada perut. Ia kemudian menjelaskan bahwa bayi belum dapat menyampaikan rasa sakit yang dirasakannya.

“Akan mengakibatkan nyeri dan trauma pada bayi. Jadi bayi belum bisa mengungkapkan rasa sakit dengan jelas yang alias disuruh makin rewel atau menangis,” pungkasnya.

Bayi yang tiba-tiba menjadi jauh lebih rewel setelah diurut bisa saja sedang merasa tidak nyaman atau kesakitan. Karena itu, orangtua sebaiknya tidak mengabaikan perubahan perilaku tersebut.

Lebih lanjut, dr. Vivi mengingatkan bahwa keluhan seperti perut kembung juga bisa menjadi tanda kondisi lain.

6. Bisa membuat kondisi serius pada bayi terlambat ditangani

Pexels/Luis Becerra Fotógrafo

Perut bayi yang kembung tidak selalu berarti hanya ada gas yang menumpuk. Menurut dr. Vivi Septriani, SpA, keluhan tersebut bisa saja menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain yang perlu diperiksa.

“Risiko kondisi serius bisa terlewat. Perut kembung itu bisa jadi tanda masalah lain misalnya infeksi atau intoleransi makanan,” jelasnya.

Karena itu, orangtua sebaiknya tidak langsung mengandalkan urut setiap kali bayi mengalami kembung. Jika keluhan terus berulang, tindakan tersebut justru berisiko membuat bayi tidak segera mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

“Diurut malah menunda penanganan yang tepat,” tegas dr. Vivi.

Orangtua perlu memperhatikan kondisi bayi secara keseluruhan. Jika kembung disertai rewel berlebihan, muntah terus-menerus, bayi tampak kesakitan, sulit menyusu, atau menunjukkan perubahan kondisi lainnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Sehingga penyebab keluhan dapat diketahui dan bayi bisa mendapatkan penanganan yang sesuai, bukan hanya mencoba meredakan gejalanya dengan pijatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article