Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bayi Sering Masukkan Tangan ke Mulut, Perlukah Dicabut?

Bayi Sering Masukkan Tangan ke Mulut, Perlukah Dicabut?
Pexels/Rahul Genie
  • Memasukkan tangan ke mulut normal pada bayi usia 3–4 bulan hingga sebelum 1 tahun sebagai bagian fase oral; tidak perlu dicabut bila tangan bersih dan aman.
  • Kebiasaan ini dapat muncul saat bayi mengeksplorasi, menenangkan diri, tumbuh gigi, lapar, atau bosan, sekaligus mendukung koordinasi, motorik halus, dan perkembangan sensorik.
  • Orangtua perlu menjaga kebersihan tangan dan mulut, memotong kuku, mengawasi jari agar tidak terlalu dalam, serta menghentikan kebiasaan bila berlanjut setelah usia 1 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di awal kehidupannya, bayi mulai belajar banyak hal baru dalam kesehariannya. Beberapa hal mungkin bisa membuat orangtua khawatir hingga kebingungan. Seperti saat ia mulai suka memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut.

Hal itu tentunya bisa membuat orangtua khawatir, terlebih jika tangan si Kecil belum tentu higienis atau tangannya yang dimasukkan terlalu dalam hingga membuat mual. Mama pun bisa bingung, haruskah melarangnya atau dibiarkan saja.

Lantas jika bayi sering masukkan tangan ke mulut, perlukan dicabut? Untuk mengetahui jawabannya, simak informasi Popmama.com berikut ini.


  1. Bayi Sering Masukkan Tangan ke Mulut, Perlukah Dicabut?

    Bayi sering masukkan tangan ke mulut, perlukah dicabut?
    Pexels/Jean Marc Bonnel

    Dokter Spesialis Anak, dr. Anthony Sudjadi, Sp.A, M.H.Kes. dalam akun TikTok pribadinya @anthonysudjadi menyebutkan bahwa bayi yang suka memasukkan tangannya ke mulu adalah hal yang normal untuk usia bayi yang memasuki fase oral, yakni usia 3–4 bulan keatas hingga usia sebelum 1 tahun.

    Karena merupakan hal yang normal, maka Mama tidak perlu melepaskan tangan dari dalam mulutnya, ya! Tentunya dengan tetap memperhatikan kebersihan dan keamanan tangan atau jari-jari si Kecil. 

    Tetapi, jika si Kecil sudah berada di atas usia satu tahun, maka kebiasaan ini harus segera dihentikan. Mama harus sudah melepaskan tangannya yang berada di dalam mulut. Karena sejatinya, usia tersebut sudah bukan lagi fase untuk melakukan kebiasaan seperti itu.


  2. Penyebab Umum Bayi Memasukkan Tangan ke Mulut

    Penyebab umum bayi memasukkan tangan ke mulut
    Pexels/Yan Krukau

    dr. Anthony mengatakan bahwa bayi yang sering melakukan kebiasaan ini karena ia sedang mengeksplorasi tubuhnya. Mama dan Papa juga  perlu mengetahui alasan di balik kebiasaan ini untuk bisa merespons dengan tepat.

    Beberapa alasan lain di balik kebiasaan bayi memasukkan tangan ke mulutnya adalah: 

    • Sedang mengeksplorasi lingkungan: Bayi menggunakan mulut untuk mengenali tekstur, suhu, dan bentuk benda. Karena tangan merupakan bagian tubuh yang mudah dijangkau, bayi dapat memasukkannya ke mulut untuk mengeksplorasi dunia di sekitarnya.
    • Menenangkan diri: Mengisap tangan dapat memberikan rasa nyaman, seperti saat bayi mengisap dot atau jempol. Kebiasaan ini sering dilakukan ketika bayi lelah atau merasa cemas.
    • Meredakan rasa tidak nyaman saat tumbuh gigi: Saat gigi mulai tumbuh, gusi bayi dapat terasa gatal atau nyeri. Menggigit tangan bisa memberikan tekanan yang membantu meredakan rasa tidak nyaman, biasanya disertai produksi air liur yang lebih banyak.
    • Tanda lapar: Selain menangis, bayi yang lapar dapat menunjukkan tanda awal seperti memasukkan tangan ke mulut dan mengisapnya dengan kuat.
    • Mengatasi kebosanan: Ketika kurang mendapat stimulasi, memasukkan tangan ke mulut juga dapat menjadi cara bayi menghibur atau menenangkan dirinya.

  3. Peran Memasukkan Tangan ke Mulut bagi Perkembangan Bayi

    Peran memasukkan tangan ke mulut bagi perkembangan bayi
    Magnific

    Mama, memasukkan tangan ke mulut bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga bagian dari proses perkembangan bayi. Aktivitas ini bisa membantu melatih koordinasi mata dan tangan, kemampuan motorik halus, serta kesadaran bayi terhadap tubuhnya sendiri.

    Gerakan ini juga membantu memperkuat otot-otot di sekitar mulut yang penting untuk perkembangan proses berbicara dan makannya di kemudian hari.

    Si Kecil dapat sekaligus melatih indra peraba dan pengecap saat mengeksplorasi tangannya. Gerakan ini juga membantunya belajar untuk memproses berbagai informasi sensorik dari lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan kesempatan bagi bayi untuk melakukan eksplorasi secara aman agar proses tumbuh kembangnya optimal.


  4. Tips Aman saat Bayi Memasukkan Tangannya ke Mulut

    Tips aman saat bayi memasukkan tangannya ke mulut
    Pexels/Daniel Thomas

    Seperti yang sudah disebutkan, Mama tidak perlu langsung mengeluarkan tangan si Kecil dari mulutnya selama kebersihan dan keamanannya tetap diperhatikan. Lebih lanjut, dr. Anthony mengatakan bahwa orangtua perlu memastikan kuku bayi sudah dipotong pendek dan tidak tajam agar tidak melukai bagian dalam mulut.

    Mama juga perlu memastikan si Kecil tidak memasukkan jarinya terlalu dalam ke dalam mulut. Pasalnya, di area tenggorokan terdapat refleks vagal yang dapat memicu muntah ketika terangsang. Tak hanya itu, beberapa tips lain agar bayi tetap aman saat memasukkan tangannya ke mulut adalah:

    • Tetap jaga kebersihan tangan. Bersihkan tangan bayi secara rutin dengan sabun dan air atau tisu basah khusus bayi. Pastikan kukunya juga tetap pendek dan bersih untuk mengurangi paparan kuman.
    • Pastikan lingkungan aman. Jauhkan benda-benda kecil yang berisiko tertelan atau menyebabkan bayi tersedak. Pengawasan perlu lebih diperhatikan saat bayi mulai merangkak.
    • Berikan mainan yang aman. Teether yang aman dan mudah dibersihkan dapat menjadi pilihan untuk bayi yang sedang mengalami gatal atau tidak nyaman pada gusi.
    • Jaga kebersihan mulut. Meski giginya belum tumbuh, bersihkan gusi bayi setiap hari menggunakan kain bersih yang dibasahi untuk membantu menjaga kebersihan mulut.

    Ma, seiring bertambahnya usia, kebiasaan memasukkan tangan ke mulut umumnya akan berkurang ketika si Kecil mulai menemukan cara lain untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. Tetapi, jika kebiasaan ini terus berlanjut saat anak si Kecil sudah lebih besar atau disertai kekhawatiran lain, Mama dapat segera berkonsultasi dengan dokter anak, ya!

    Itu dia informasi mengenai bayi sering masukkan tangan ke mulut. Semoga informasi ini bermanfaat Mama!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More