- Anak yang memiliki asma bisa mengalami kambuh saat menghirup abu vulkanik. Selain itu, abu vulkanik juga memperberat gejala asma pada si Kecil. Juga meningkatkan risiko batuk dan sesak
- Anak bisa mengalami gangguan psikologis, seperti stres cemas atau gejala PTSD subklinis
- Si Kecil bisa mengalami pneumonoultamicroscopicsilicovolcanoniosis (PUSVC). Ini merupakan bentuk penyakit berat dari radang paru akibat menghirup abu vulkanik.
- Meningkatkan risiko iritasi mata dan tenggorokan
- Abu vulkanik juga berbahaya bagi bayi dan balita yang sistem pernapasannya belum sempurna, Ma.
Tips Melindungi Bayi dari Abu Vulkanik agar Tetap Sehat dan Aman

- Abu vulkanik Anak Krakatau berdampak hingga Banten dan Jakarta; partikel halus mengandung silika dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata-tenggorokan, serta memperburuk asma pada bayi dan anak.
- IDAI menyarankan bayi tetap di dalam rumah tertutup, menutup celah pintu-jendela, mengepel basah, menjaga air dan makanan bersih, serta memenuhi cairan dan nutrisi.
- Segera bawa bayi ke dokter bila mengalami sesak atau napas cepat, bibir kebiruan, batuk terus-menerus, mata merah atau nyeri menetap, malas menyusu, maupun lemas.
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran debu vulkanik tidak hanya di kawasan Lampung dan Selat Sunda saja, tapi juga berdampak hingga ke wilayah Banten, Jakarta, dan sekitarnya, Ma.
Bagi Mama yang tinggal di wilayah yang terdampak dan memiliki bayi, Mama tentu khawatir akan efek abu vulkanik pada kesehatan bayi.
Apa yang harus dilakukan untuk melindungi si Kecil? Untuk membantu Mama, Popmama.com sudah merangkum tips melindungi bayi dari abu vulkanik agar tetap sehat dan aman.
Bahaya Abu Vulkanik untuk Kesehatan Anak

Pexels/Mario Spencer Apa bedanya antara abu vulkanik dengan debu biasa? Abu vulkanik mengandung silika kristalin yang bisa mengganggu kesehatan si Kecil yang menghirupnya.
Debu vulkanik terdiri dari partikel mikroskopik batu dan mineral yang sangat tajam bila terhirup. Ukuran debu vulkanik sangat kecil (PM10 dan PM2,5) dan dapat menembus jauh hingga ke paru-paru anak, Ma.
Abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan anak, antara lain:
Tips Melindungi Bayi dari Abu Vulkanik

Popmama.com/AI/Sysilia Tanhati (Tips melindungi bayi dari abu vulkanik) Letusan gunung berapi tidak bisa dihindari. Namun, Mama bisa menekan risikonya dengan melakukan beberapa hal agar si Kecil terlindung dari abu vulkanik.
Berikut beberapa tips melindungi bayi dari abu vulkanik yang dilansir dari unggahan Instagram resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), @idai_ig:
- Pastikan bayi tetap berada di dalam rumah hingga kondisi aman untuk bermain di luar ruangan. Tutup rapat jendela dan pintu. Bila perlu, Mama bisa melakban celah pada jendela dan pintu. Tunda bermain di luar rumah. Mama bisa memindahkan kegiatan di dalam rumah. Siapkan permainan atau aktivitas untuk si Kecil. Selain lakban, Mama juga bisa memasang kain basah pada celah jendela dan pintu
- Pel lantai dan jangan disapu. Mama disarankan untuk mengepel lantai dengan pel basah dan jangan disapu kering agar abu tidak terbang.
- Tutup tandon dan wadah air, cuci sayur dan buah dengan teliti agar abu vulkanik benar-benar tercuci bersih.
- Bungkus perabotan rumah tangga dengan plastik untuk melindungi dari abu vulkanik.
- Berikan asupan carian yang cukup untuk bayi.
- Pastikan bayi mendapatkan nutrisi harian yang diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
- Mengenakan masker sesuai dengan usianya. Pada bayi dan balita, jangan kenakan masker N95 karena bisa meningkatkan risiko sesak napas. Perlindungan terbaik untuk bayi dan balita adalah tetap berada di dalam ruangan tertutup.
- Lindungi mata dan kulit si Kecil. Bila mata si Kecil tampak perih, bilas dengan air bersih mengalir. Usahakan agar bayi tidak mengucek matanya. Bila terpaksa harus berada di luar ruangan. Kenakan baju dan celana yang menutupi tubuh agar melindungi kulit bayi. Mandikan dan ganti baju si Kecil setiap kembali dari luar rumah.
Kapan Mama Harus Segera Membawa Bayi ke Dokter?

Magnific/prostooleh Bila Mama merasa bayi terpapar abu vulkanik, segera bawa bayi ke dokter bila mengalami gejala berikut ini:
- Sesak atau napas cepat
- Bibir atau ujung jari berwarna kebiruan
- Batuk tak berhenti, terutama jika si Kecil memiliki riwayat asma
- Mata merah atau nyeri yang tidak kunjung membaik setelah dibilas
- Bayi malas menyusu atau lemas
Itu tips melindungi bayi dari abu vulkanik agar tetap sehat dan aman. Letusan gunung berapi merupakan peristiwa alam yang tidak bisa dihindari. Meski begitu, Mama bisa melakukan beberapa hal untuk menekan risiko atau kemungkinan bahaya.
Semoga si Kecil dan keluarga Mama selalu sehat, ya!





















