Menjelang kelahiran si Kecil, Mama tentu mulai sibuk memilih berbagai perlengkapan bayi, mulai dari pakaian, tempat tidur, hingga perlengkapan mandi.
Bahaya Kursi Mandi untuk Bayi, Berikan Rasa Aman Palsu

Kursi mandi bayi membantu menjaga posisi duduk saat mandi, umumnya setelah bayi bisa duduk sendiri sekitar usia 6 bulan, tetapi tidak menggantikan pengawasan orang dewasa.
Alat ini dapat menciptakan rasa aman palsu: bayi masih berisiko tergelincir, jatuh, atau terjebak di bawah air jika suction cup lepas dan kursi terbalik.
Untuk mandi lebih aman, siapkan perlengkapan dalam jangkauan, jangan pernah meninggalkan bayi, serta tetap pegang atau berada sangat dekat meski kursi mandi digunakan.
Tak jarang, kursi mandi bayi juga ikut masuk dalam daftar karena dianggap bisa membuat bayi lebih mudah dimandikan.
Sebelum buru-buru membelinya, ada baiknya Mama mengetahui lebih dulu tentang segala hal mengenai kursi mandi bayi. Benarkah alat ini membuat waktu mandi lebih aman?
Untuk menjawab pertanyaan itu, simak artikel Popmama.com tentang bahaya kursi mandi untuk bayi yang berikan rasa aman palsu berikut ini.
Table of Content
Apa Itu Kursi Mandi Bayi?

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Kursi mandi bayi adalah tempat duduk khusus yang membantu menjaga si Kecil tetap dalam posisi tegak saat mandi.
Umumnya, kursi ini mulai digunakan ketika bayi sudah bisa duduk sendiri, yaitu sekitar usia 6 bulan.
Kursi mandi biasanya dilengkapi suction cup agar dapat menempel pada dasar bak mandi dan beberapa model juga memiliki fitur tambahan, seperti bisa diputar atau dilengkapi mainan.
Dikutip dari Baby Center, kursi mandi ini bisa membuat Mama lebih mudah memandikan si Kecil karena tubuh bayi tetap tertahan di satu posisi.
Meski begitu, Mama tidak boleh lengah. Bayi tetap harus diawasi setiap saat selama berada di dalam bak mandi, meski sudah duduk di kursi.
Mengapa Kursi Mandi Bayi Bisa Berbahaya?

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Meski memiliki banyak keuntungan, kursi mandi bayi juga memiliki kekurangan terkait apakah sebenarnya kursi mandi aman untuk bayi.
Menurut para ahli, seperti yang dilansir dari The Bump, kursi ini bisa memberikan rasa aman palsu sehingga Mama mungkin merasa si Kecil tidak perlu diawasi terus-menerus. Padahal, bayi tetap bisa tergelincir atau terjatuh dari kursi.
Selain itu, suction cup yang menempelkan kursi pada bak mandi bisa saja terlepas dan membuat kursi miring atau terbalik.
Dalam kondisi tersebut, bayi dapat terjatuh dan terjebak dalam air, bahkan di air yang dangkal.
Meski kursi mandi bayi terlihat aman, si Kecil tetap harus selalu berada dalam pengawasan Mama selama mandi, ya, Ma.
Tips Memandikan Bayi dengan Lebih Aman

Pexels/RDNE Stock project Kalau Mama merasa kursi mandi kurang aman, Mama tetap bisa memandikan bayi tanpa kursi mandi bayi. Jika si Kecil memang sudah bisa duduk sendiri, Mama tidak wajib memakai kursi mandi bayi.
Sebelum mandi, pastikan semua perlengkapan sudah tersedia di dekat Mama agar tidak perlu meninggalkan si Kecil meski hanya sebentar.
Selain itu, pastikan juga bayi berada dalam jangkauan Mama sehingga Mama dapat bertindak cepat jika terjadi sesuatu pada si Kecil.
Adapun bagi Mama yang tetap ingin memakai kursi mandi, pastikan kursi mandi terpasang dengan baik dan tidak mudah bergeser sebelum si Kecil didudukkan.
Meski sudah berada di kursi, Mama tetap perlu memegang atau berada sangat dekat dengan bayi dan mengawasinya.
Jangan meninggalkan bayi karena si Kecil masih bisa tergelincir, mencoba keluar, atau kursi berubah miring karena bayi terlalu banyak bergerak.
Itulah penjelasan mengenai bahaya kursi mandi untuk bayi yang bisa berikan rasa aman palsu. Mama perlu ingat bahwa dengan atau tanpa kursi mandi, keselamatan bayi tetap bergantung pada pengawasan penuh dari orang dewasa.





















