Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bayi Sering Gumoh, Benarkah karena Ibu Sering Makan Pedas?

Bayi Sering Gumoh, Benarkah karena Ibu Sering Makan Pedas?
Magnific/Pvproductions
  • Gumoh pada bayi bukan akibat ibu makan pedas, melainkan katup antara kerongkongan dan lambung yang belum sempurna. Kondisi ini normal hingga usia 1 tahun dan biasanya hilang pada 18–24 bulan.
  • Sebagian kecil kapsaisin dari makanan pedas dapat masuk ke ASI dan mengubah rasa serta aromanya. Bayi dengan indra pengecap sensitif mungkin merasakan perbedaan tersebut.
  • Ibu perlu mengamati bayi setelah makan pedas, termasuk bila bayi rewel, kembung, menyusu lebih singkat, muncul ruam, menarik kaki ke perut, atau pola BAB berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika memiliki anak, tak jarang Mama mendengar anggapan tentang kesehatan bayi. Salah satunya seperti bayi yang sering gumoh disebabkan oleh ibu yang sering makan pedas. Beberapa orang pun mungkin memercayai anggapan tersebut, terutama para ibu yang sedang dalam fase menyusui. 

Hal ini bahkan bisa membuat ibu tidak mengonsumsi makanan pedas sama sekali saat sedang menyusui karena takut membuat bayi sering gumoh. Padahal, anggapan tersebut belum tentu kebenarannya. 

Lantas, apakah benar jika bayi yang sering gumoh disebabkan oleh ibu yang sering makan pedas? Simak jawabannya dalam informasi yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.

  1. Bayi Sering Gumoh, Benarkah karena Ibu Sering Makan Pedas?

    Bayi sering gumoh, benarkah karena ibu sering makan pedas?
    Pexels/Antoni Shkraba

    Mengutip dari buku Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja (2026) karya Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K)., bayi yang gumoh bukan disebabkan oleh ibu yang mengonsumsi hidangan pedas.

    Gumoh terjadi karena otot katup antara kerongkongan dan lambung bayi yang belum sempurna, sehingga mudah terbuka kembali setelah bayi menyusu. Jadi, anggapan tersebut hanya mitos belaka, ya, Ma!

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa gumoh sering ditemui paa bayi sampai usia 1 tahun dan merupakan hal yang normal terjadi. Gumoh akan berkurang dan menghilang saat bayi mencapai usia 18 hingga 24 bulan, yakni saat ukuran lambungnya sudah lebih besar dan katup lambung sudah lebih kuat.

    Mama hanya perlu membersihkan gumoh dengan kain bersih untuk mencegah iritasi kulit pada si Kecil dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Dengan kata lain, gumoh tak berkaitan dengan makanan pedas yang Mama konsumsi, tetapi karena sistem pencernaan si Kecil yang memang belum sepenuhnya sempurna.

  2. Apakah Makanan Pedas Memengaruhi Rasa ASI?

    Apakah makanan pedas memengaruhi rasa ASI?
    Magnific

    Meski anggapan bayi yang sering gumoh disebabkan oleh ibu yang sering makan pedas hanyalah mitos belaka. Mama mungkin masih bingung perihal makanan pedas yang dikonsumsi akan memengaruhi rasa ASI yang diproduksi oleh ibu.

    Sesungguhnya, pada makanan pedas yang mengandung cabai pasti memiliki senyawa aktif yang bernama kapsaisin. Kapsaisin merupakan senyawa yang memberikan sensasi pedas. Setelah dikonsumsi oleh ibu, sebagian kecil kapsaisin dapat diserap oleh tubuh dan masuk ke aliran darah, kemudian dapat tersalurkan ke dalam ASI dalam jumlah yang sangat sedikit. 

    Meski jumlahnya sedikit, keberadaan kapsaisin dapat memengaruhi rasa dan aroma ASI. Perubahan tersebut mungkin tidak terlalu terasa bagi orang dewasa, tetapi bayi yang memiliki indra pengecap yang masih sensitif dapat merasakan adanya perbedaan tersebut. 

  3. Pengaruh Rasa ASI pada Bayi

    Pengaruh rasa ASI pada bayi
    Magnific

    Seperti yang sudah disebutkan, bayi bisa merasakan adanya perbedaan rasa pada ASI. Pada sebagian bayi, perbedaan ini mungkin tak berpengaruh besar, tetapi ada juga yang menunjukkan reaksi sebaliknya. Bayi juga bisa menunjukkan reaksi yang sensitif seperti rewel atau kembung. 

    Oleh karenanya, penting bagi Mama untuk mengamati reaksi si Kecil setelah Mama mengonsumsi makanan pedas, karena ASI juga bisa menjadi media untuk mengenalkan rasa baru yang baik untuk perkembangan indra pengecapnya.

    Karena sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bayi akan lebih mudah menerima berbagai jenis makanan ketika masa MPASI kelak karena sudah terpapar berbagai rasa yang dibawa dari makanan yang dikonsumsi ibu melalui ASI. dan hal ini merupakan salah satu hal yang positif dari variasi rasa dalam ASI.


  4. Tanda Bayi Tidak Nyaman setelah Ibu Makan Pedas

    Tanda bayi tidak nyaman setelah ibu makan pedas
    Pixabay/StockSnap

    Seperti yang sempat disebutkan, meski tak memiliki pengaruh yang besar pada sebagian bayi, tetapi beberapa bayi mungkin akan lebih sensitif terhadap perubahan pada rasa ASI. Berikut merupakan beberapa tanda yang perlu diperhatikan: 

    • Rewel ataupun gelisah setelah menyusu.
    • Perut yang kembung dan sering buang angin.
    • Tidak mau menyusu atau hanya menyusu dalam waktu yang lebih singkat.
    • Terdapat ruam merah di sekitar mulut atau area sekitar popok.
    • Menunjukkan gerak-gerik tidak nyaman, seperti sering menarik-narik kaki ke arah perut.
    • Adanya perubahan pola buang air besar (BAB), seperti frekuensi BAB yang lebih sering, mencret ataupun feses yang berlendir.

    Jadi, tidak benar bayi sering gumoh karena ibu sering makan pedas. Tap ingat, meski keduanya merupakan hal yang tak berkaitan, Mama tetap harus memperhatikan setiap makanan yang dikonsumsi agar ASI yang dihasilkan memiliki dampak positif bagi si Kecil.

    Semoga informasi ini menambah wawasan baru dan bermanfaat untuk Mama!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More