Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Waspada, Salah Pijat Bayi Bisa Sebabkan Pendarahan di Kepala

Waspada, Salah Pijat Bayi Bisa Sebabkan Pendarahan di Kepala
Freepik

  • Seorang bayi berusia 1 bulan dilaporkan tidak sadar setelah pijat kepala memicu pendarahan intrakranial, ketika pembuluh darah pecah dan darah menekan otak.
  • Gejala pendarahan intrakranial pada bayi dapat meliputi lesu, kejang, apnea, sulit makan, ubun-ubun menonjol, gangguan napas, tonus abnormal, dan perubahan kesadaran.
  • Hindari memijat ubun-ubun, tulang belakang, serta pusar; pijat lembut dapat dilakukan pada kaki, perut, dada, lengan, punggung tanpa tekanan tulang belakang, dan wajah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pijat bayi memberikan banyak manfaat. Salah satunya adalah menjadi sarana bonding antara bayi dengan orangtua.

Meski bermanfaat, Mama pun harus memperhatikan risiko atau bahaya yang mungkin muncul. Selain itu, penting untuk mengetahui bagian tubuh bayi yang boleh dan tidak boleh dipijat.

Seperti kasus bayi yang tidak sadarkan diri setelah dipijat. Sebuah reels diunggah di Instagram @dailyradiologytech menjelaskan perihal bayi berusia yang mengalami pendarahan intrakranial setelah dipijat.

Pada ulasan berikut ini, Popmama sudah merangkum informasi mengapa orangtua harus waspada soal pijat bayi karena bisa menyebabkan pendarahan intrakranial di kepala.

Semoga bisa membantu Mama dalam menentukan mana pijat yang aman bagi si Kecil.

  1. Waspada Pijat Bayi karena Bisa Menyebabkan Pendarahan Intrakranial

    Ilustrasi pijat bayi
    Freepik/onlyyouqj

    Dalam sebuah video yang diunggah oleh @dailyradiologytech di laman Instagram, dijelaskan bahwa bayi dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri.

    Setelah diperiksa, bayi berusia 1 bulan itu mengalami pendarahan intrakranial. Intracranial hemorrhage atau pendarahan intrakranial adalah kondisi darurat medis berupa pendarahan atau penumpukan darah di dalam rongga kepala atau tengkorak. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di dalam otak atau di sekitar jaringan otak pecah, sehingga menekan sel-sel otak dan mengancam jiwa.

    Tulang bayi belum menyatu dengan sempurna, jadi persambungannya masih agak renggang. Pada kasus yang diunggah di Instagram, pembuluh darah di kepala bayi itu pecah akibat dipijat di bagian kepala. Setelah pembuluh darah pecah, darah menekan otak, sehingga menyebabkan bayi menjadi tidak sadar atau koma.

  2. Tanda-Tanda Pendarahan Intrakranial

    Ilustrasi pijat bayi
    Pexels.com/Laura Garcia)

    Tanda-tanda pendarahan otak pada bayi akan bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan pendarahan, tetapi meliputi:

    • Lesu
    • Kejang neonatal
    • Apnea
    • Kesulitan makan
    • Mudah marah
    • Fontanel atau ubun-ubun menonjol
    • Pernapasan dangkal atau tegang
    • Tonus abnormal
    • Perubahan tingkat kesadaran

  3. Mendiagnosis Pendarahan Intrakranial pada Bayi

    Bagaimana cara mendiagnosis pendarahan intrakranial pada bayi?
    ilustrasi MRI scan otak (pexels.com/cottonbro studio)

    Jika tenaga medis mendeteksi tanda-tanda pendarahan intrakranial atau mencurigai terjadinya pendarahan, pemeriksaan pencitraan otak dilakukan untuk memastikan keberadaan darah di dalam tengkorak.

    Metode terbaik untuk mendeteksi pendarahan otak adalah MRI dan CT scan. MRI (magnetic resonance imaging) menggunakan gelombang magnetik untuk menghasilkan gambar otak. CT scan (computed tomography) menggunakan perangkat lunak komputer dan sinar-X untuk membuat gambar struktur di dalam otak bayi.

    Kadang-kadang, ultrasonografi dan pengujian cairan serebrospinal juga dilakukan.

  4. Mengatasi Pendarahan Intrakranial pada Bayi

    Mengatasi pendarahan intrakranial pada bayi
    Popmama.com/Sysilia Tanhati/AI (Ilustrasi bayi dirawat di PICU)

    Pengobatan pendarahan otak pada bayi sebagian besar bersifat suportif, meskipun intervensi bedah saraf mungkin diperlukan untuk menangani jenis tertentu. Prognosis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi pendarahan. Beberapa bayi pulih dengan baik dengan sedikit atau tanpa efek sisa.

    Pendarahan yang lebih parah dapat mengakibatkan gangguan mental dan fisik seperti keterlambatan perkembangan, kesulitan belajar, dan cerebral palsy (CP). Mendiagnosis pendarahan intrakranial sangat penting—semakin dini bayi didiagnosis mengalami pendarahan otak, semakin dini pengobatan dan terapi dapat dimulai.

    Pendarahan otak pada bayi telah terbukti menyebabkan efek kognitif dan perilaku jangka panjang. Sebuah studi menemukan bahwa, ketika dievaluasi pada usia 8 tahun, dengan penilaian neurologis, perilaku, akademis, dan kognitif, serta evaluasi catatan prestasi sekolah, anak-anak yang mengalami pendarahan intraventrikular (IVH) saat bayi memiliki lebih banyak masalah ini daripada mereka yang tidak mengalami pendarahan saat bayi.

    Anak-anak yang mengalami IVH memiliki tingkat gangguan pendengaran dan cerebral palsy yang lebih tinggi, dan memiliki tingkat IQ, keterampilan hidup sehari-hari, dan nilai tes membaca dan matematika yang lebih rendah. Hasil jangka panjang dari pendarahan otak pada bayi bervariasi tergantung pada tingkat keparahan pendarahan, serta pengobatan dan penanganannya.

  5. Bagian Tubuh Bayi yang Tidak Boleh Dipijat

    Ilustrasi pijat bayi
    Freepik

    Agar tidak membahayakan bayi, orangtua perlu mengetahui area tubuh bayi yang tidak boleh dipijat. Berikut beberapa area tubuh bayi yang tidak boleh dipijat:

    • Kepala bagian atas: Hindari mengurut bagian kepala yang lembut (ubun-ubun) karena bagian ini masih sangat sensitif.
    • Tulang belakang: Jangan memberikan tekanan langsung pada tulang belakang.
    • Pusar: Hindari memberikan tekanan pada area pusar, terutama jika tali pusar bayi belum sepenuhnya normal. 

    Lalu, bagian tubuh bayi mana saja yang boleh dipijat? Berikut beberapa area yang disarankan untuk dilakukan pijat:

    Kaki

    • Mulailah dengan kaki bayi. Pegang pergelangan kaki bayi dengan lembut dan pijat dari paha ke pergelangan kaki dengan gerakan memerah.
    • Pijat telapak kaki dengan gerakan melingkar menggunakan ibu jari.

    Perut

    • Gunakan gerakan memutar searah jarum jam untuk memijat perut bayi. Ini dapat membantu mengurangi gas dan kolik.
    • Gerakan "I Love You" juga bisa diterapkan: gunakan tiga jari untuk menulis huruf "I", "L", dan "U" di perut bayi untuk membantu pencernaan.

    Dada

    • Letakkan kedua tangan mama di tengah dada bayi dan usap ke arah luar, menuju ke bahu. Lakukan gerakan ini dengan lembut dan perlahan.

    Lengan

    • Pijat lengan bayi dari bahu ke pergelangan tangan dengan gerakan memerah yang lembut.
    • Pijat telapak tangan bayi dengan gerakan melingkar menggunakan ibu jari.

    Punggung

    • Posisikan bayi tengkurap. Gunakan kedua tangan untuk memijat dari leher ke bawah menuju bokong dengan gerakan memanjang.
    • Hindari memberikan tekanan langsung pada tulang belakang.

    Wajah

    • Gunakan ujung jari untuk memijat dahi bayi dengan gerakan melingkar kecil.
    • Usap dari pangkal hidung ke pipi dengan lembut, dan dari tengah dahi ke arah luar.

    Itu penjelasan tentang mengapa orangtua harus waspada soal pijat bayi karena bisa menyebabkan pendarahan di kepala. Pijat bayi memberikan banyak manfaat. Namun, Mama juga harus memperhatikan faktor keamanannya. Selain itu, pastikan bayi mendapatkan pijat dari terapis yang bersertifikasi, ya, Ma.

    Semoga informasi ini bisa membantu Mama dalam memberikan pijat yang aman untuk si Kecil

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More