Memandikan bayi membutuhkan perhatian ekstra karena tubuh dan kulitnya masih sensitif. Agar proses mandi tetap aman dan nyaman, Mama dapat mengikuti beberapa langkah berikut:
Hindari memandikan si Kecil sesaat setelah menyusu, ketika sedang lapar, atau mengantuk. Sebaiknya pilih waktu saat bayi dalam kondisi tenang dan tidak terburu-buru.
Sediakan bak mandi bayi, air hangat, sabun khusus bayi, handuk, pakaian, dan popok. Letakkan semua perlengkapan di tempat yang mudah dijangkau agar Mama tidak perlu meninggalkan si Kecil selama proses mandi.
Isi bak dengan air hangat suam-suam kuku, sekitar 32°C, dengan ketinggian kurang lebih 7 cm. Cek terlebih dahulu suhu air menggunakan bagian dalam pergelangan tangan atau siku untuk memastikan air tidak terlalu panas.
Sebelum melepas pakaian, bersihkan mata si Kecil menggunakan kapas yang sudah dibasahi air hangat. Usap perlahan dari bagian dalam mata ke arah luar.
Topang kepala dan bahu si Kecil menggunakan satu lengan, sementara tangan lainnya menopang tubuhnya. Masukkan bayi secara perlahan ke dalam bak dan pastikan posisi kepala tetap berada di atas permukaan air.
Gunakan sabun dan air hangat untuk membersihkan tubuh si Kecil, mulai dari kepala, wajah, leher, badan, hingga area kemaluan dan bokong. Batasi waktu mandi sekitar 5–10 menit.
Setelah selesai, angkat si Kecil dari bak dan langsung bungkus dengan handuk bersih dan kering. Keringkan tubuhnya di tempat yang datar dan aman untuk mencegah risiko terjatuh.
Setelah tubuhnya benar-benar kering, segera pakaikan popok dan baju agar si Kecil tetap hangat. Penggunaan minyak atau losion sebaiknya dilakukan jika bayi sudah berusia lebih dari 1 bulan.
Nah, itu dia informasi mengenai kapan bayi boleh mandi 2 kali sehari. Semoga penjelasan ini bisa membantu Mama menentukan rutinitas mandi yang nyaman dan sesuai untuk si Kecil, ya, Ma!