Mama pasti pernah dibuat bingung dengan jam tidur si Kecil yang belum menentu. Hari ini bisa tidur cukup lama, tetapi keesokan harinya justru lebih sering terbangun.
Jam Tidur Bayi Berdasarkan Usia, dari Newborn hingga 1 Tahun

- Bayi 0–2 bulan umumnya tidur 15–16 jam sehari dalam beberapa sesi dan terbangun tiap 2–3 jam untuk menyusu; mereka belum membedakan siang dan malam.
- Pada usia 3–5 bulan, total tidur mulai berkurang, sementara bayi dapat tidur malam hingga enam jam atau lebih; sleep regression merupakan bagian perkembangan.
- Usia 6–12 bulan membawa pola lebih teratur: tidur malam 8–12 jam dan tidur siang 3–4 jam, meski perkembangan seperti merangkak atau tumbuh gigi dapat mengubah pola sementara.
Tidak perlu khawatir ya, Ma. Sebab, seiring bertambahnya usia, kebutuhan dan jadwal tidur si Kecil bisa berbeda. Lantas, berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan bayi sesuai usianya?
Yuk, simak panduan jam tidur bayi berdasarkan usia yang sudah Popmama.com lansir dari Healthline berikut ini.
Table of Content
Bayi 0-2 Bulan

Magnific.com/javi_indy Pada dua bulan pertama, bayi umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 15–16 jam dalam sehari. Waktu tidur tersebut terbagi menjadi beberapa sesi karena si Kecil masih memiliki pola makan dan buang air yang cukup sering.
Bayi biasanya akan terbangun setiap 2–3 jam, baik pada siang maupun malam hari, untuk menyusu.
Frekuensi menyusu yang cukup sering ini membantu bayi mendapatkan kembali berat badan lahirnya dalam 10–14 hari pertama setelah kelahiran.
Pada periode awal ini, Mama mungkin perlu membangunkan bayi untuk menyusu jika ia belum terbangun sendiri.
Setelah mulai terbiasa dengan pola tersebut, bayi biasanya tetap akan terbangun setiap 3–4 jam pada malam hari untuk menyusu. Perlu diingat, bayi baru lahir belum bisa membedakan siang dan malam.
Mama dapat membantu membangun kebiasaan tidurnya dengan membuat suasana lebih aktif pada siang hari dan menjaga kamar agar tetap tenang serta minim cahaya ketika malam.
Bayi 3-5 Bulan

Magnific.com/pvproductions Memasuki usia 3–5 bulan, pola tidur si Kecil mulai mengalami perubahan.
Ia akan lebih banyak terjaga dan berinteraksi pada siang hari, sementara salah satu sesi tidur siangnya mulai berkurang. Total waktu tidurnya juga biasanya berkurang sekitar satu jam dibandingkan sebelumnya.
Pada malam hari, si Kecil perlahan dapat tidur lebih lama, bahkan hingga 6 jam atau lebih dalam satu waktu.
Mama umumnya tidak perlu membangunkannya untuk menyusu, kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya.
Di usia ini, tetap biasakan membaringkan bayi ketika sudah mengantuk tetapi belum tertidur sepenuhnya. Kebiasaan tersebut dapat membantu si Kecil belajar menenangkan diri dan kembali tidur saat terbangun.
Namun, Mama mungkin akan mendapati pola tidur yang sebelumnya sudah teratur tiba-tiba kembali berubah. Bayi bisa lebih sering terbangun pada malam hari atau tidur siang lebih singkat.
Kondisi ini dikenal sebagai sleep regression.
Meski disebut kemunduran tidur, fase ini sebenarnya merupakan bagian dari perkembangan pada bayi. Jadi, Mama tak perlu khawatir karena pola tidurnya akan kembali berkembang seiring waktu.
Bayi 6-8 Bulan

Magnific.com/jcomp Di usia ini, si Kecil umumnya mulai memiliki pola tidur yang lebih teratur. Ia dapat tidur 8 jam atau lebih pada malam hari tanpa perlu menyusu, meski masih wajar jika sesekali terbangun satu kali.
Total tidur siang biasanya sekitar 3–4 jam, yang terbagi dalam 2–3 sesi. Pada usia sekitar 6 bulan, Mama juga mungkin menghadapi separation anxiety ketika mulai membiasakan si Kecil tidur sendiri.
Jika bayi hanya rewel tetapi tidak menunjukkan tanda membutuhkan bantuan, Mama bisa menenangkannya dengan mengusap kepala atau membelainya tanpa langsung mengangkatnya dari tempat tidur.
Bayi 9-12 Bulan

Magnific.com/jcomp Menjelang usia 1 tahun, pola tidur si Kecil biasanya sudah semakin teratur.
Dalam sehari, ia dapat tidur 9–12 jam pada malam hari, ditambah tidur siang sekitar 3–4 jam yang umumnya terbagi menjadi sesi pagi dan siang.
Meski begitu, Mama mungkin kembali menghadapi perubahan pola tidur pada usia 8–10 bulan.
Sleep regression dapat muncul ketika si Kecil sedang mengalami berbagai perkembangan, seperti mulai merangkak, berdiri, tumbuh gigi, atau belajar mengeluarkan suara baru.
Perkembangan tersebut terkadang membuat bayi lebih sulit tidur atau waktu tidur siangnya menjadi lebih singkat. Mama tak perlu panik, tetap pertahankan rutinitas tidur yang sudah terbentuk agar pola tidurnya dapat kembali seperti semula.
Itulah panduan jam tidur bayi berdasarkan usia yang bisa Mama jadikan acuan. Seiring tumbuh kembangnya, kebutuhan tidur si Kecil akan terus berubah.
Jadi, tak perlu khawatir jika pola tidurnya sesekali mengalami perubahan. Tetap pastikan si Kecil mendapat waktu tidur yang cukup dan rutinitas yang nyaman sesuai usianya.




















