Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Umur Berapa Bayi Bisa Melakukan Grounding? Ini Penjelasannya

Umur Berapa Bayi Bisa Melakukan Grounding? Ini Penjelasannya
Pexels/Roderick Salatan
  • Grounding pada bayi tidak memiliki batas usia minimum kaku; penelitian melibatkan bayi prematur 0–12 bulan dan bayi NICU usia 6–60 hari, tetapi konsultasi dokter anak dianjurkan.
  • Grounding dilakukan melalui kontak kulit langsung dengan tanah, rumput, atau perangkat khusus. Studi melaporkan peningkatan fungsi saraf vagus dan penurunan durasi ISPA pada bayi prematur.
  • Untuk penggunaan di rumah, mulai 10–15 menit dengan pengawasan penuh, lalu tambah bertahap. Pastikan media bersih, alat khusus bayi, serta hentikan dan cari bantuan bila bayi tidak nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belakangan ini, grounding atau earthing makin sering dibicarakan sebagai cara alami untuk mendukung kesehatan bayi. Tapi, banyak Mama yang masih ragu, sebenarnya di umur berapa sih bayi baru boleh mulai mencoba grounding?

Pertanyaan ini wajar muncul, apalagi kulit dan tubuh si Kecil masih sangat sensitif di bulan-bulan awal kehidupannya. Untungnya, sudah ada penelitian yang mengulas soal ini, mulai dari usia yang aman, manfaatnya, sampai cara melakukannya dengan tepat.

Supaya Mama tidak salah langkah saat ingin mencoba grounding untuk si Kecil di rumah, berikut Popmama.com mengulas umur berapa bayi bisa melakukan grounding? Yuk, simak sampai habis!

  1. Umur Berapa Bayi Bisa Melakukan Grounding?

    Umur Berapa Bayi Bisa Melakukan Grounding?
    Pexels/Ronailson Santos

    Menurut Journal of Health Science and Prevention, terapi grounding pernah diujicoba pada bayi prematur usia 0–12 bulan yang lahir pada usia kehamilan 32 hingga kurang dari 37 minggu.

    Bahkan, penelitian awal oleh dr. Charles Palmer dari Penn State Children's Hospital yang dikutip dalam jurnal tersebut, melibatkan bayi berusia 6–60 hari yang dirawat di ruang NICU. Studi itu menunjukkan hasil positif berupa peningkatan fungsi saraf vagus tanpa efek samping berarti.

    Dilansir dari Premium Grounding, grounding sebaiknya dimulai dengan sesi singkat, khususnya untuk bayi yang baru lahir, sebelum durasinya ditambah secara bertahap. Jadi, tidak ada patokan usia minimal yang kaku, asal dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai kondisi si Kecil.

    Meski begitu, Mama tetap disarankan berkonsultasi dulu dengan dokter anak sebelum mencoba grounding, terutama jika bayi mama lahir prematur atau punya kondisi kesehatan tertentu. Dengan begitu, manfaatnya bisa didapat secara maksimal tanpa mengabaikan aspek keamanan.

  2. Apa Itu Grounding pada Bayi?

    Apa Itu Grounding pada Bayi?
    Pexels/Kimberly Alves

    Dilansir dari Premium Grounding, grounding atau earthing adalah praktik menghubungkan tubuh secara langsung dengan permukaan bumi, baik lewat kontak kulit dengan tanah dan rumput, maupun menggunakan alat bantu khusus seperti matras atau seprai grounding

    Untuk bayi, kontak ini bisa berupa telapak kaki mungil yang menyentuh rumput, atau kulitnya yang bersentuhan dengan perangkat grounding di tempat tidur.

    Bumi disebut memiliki muatan elektron negatif yang bisa diserap tubuh saat bersentuhan langsung dengannya. Elektron ini dipercaya membantu menetralkan radikal bebas yang berlebihan di dalam tubuh, sehingga membantu meredakan peradangan.

  3. Apa Manfaat Grounding untuk Bayi?

    Apa Manfaat Grounding untuk Bayi
    Pexels/Md Mamun Miah

    Setelah tahu apa itu grounding, Mama pasti penasaran apa saja manfaatnya untuk si Kecil. Berikut beberapa manfaat grounding pada bayi berdasarkan temuan penelitian.

    • Mengurangi lama sakit ISPA: Mengutip Journal of Health Science and Prevention, mencatat rata-rata lama infeksi saluran pernapasan akut pada bayi prematur turun dari 5 hari menjadi hanya 0,75 hari setelah rutin menjalani terapi grounding selama 30 hari, dengan hasil uji statistik yang signifikan.
    • Meningkatkan fungsi saraf otonom (vagal tone): Fungsi saraf vagus bayi meningkat hingga 60% setelah menjalani grounding, yang berperan mengatur kerja paru-paru, jantung, dan sistem pencernaan.
    • Menurunkan tegangan listrik pada kulit: Pengukuran dalam penelitian yang sama menunjukkan tegangan kulit bayi bisa turun drastis, bahkan hingga mendekati nol, yang menandakan tubuh bayi lebih rileks dan tidak tegang akibat paparan alat elektronik di sekitarnya.
    • Membantu meredakan peradangan dan mempercepat pemulihan: Elektron dari bumi disebut berperan sebagai antioksidan alami yang bisa membantu tubuh bayi melawan peradangan, sekaligus mendukung proses penyembuhan saat sakit.
    • Mendukung kualitas tidur dan daya tahan tubuh: Dilansir dari Premium Grounding, banyak orangtua melaporkan bayi mereka tidur lebih nyenyak dan tampak lebih jarang sakit setelah rutin menjalani grounding.

  4. Cara Melakukan Grounding pada Bayi dengan Aman

    Cara Melakukan Grounding pada Bayi dengan Aman
    Pexels/hartono subagio

    Setelah tahu manfaatnya, Mama tentu ingin tahu bagaimana cara menerapkan grounding dengan aman untuk si Kecil di rumah. Tenang, caranya tidak sulit, kok, asal Mama memperhatikan beberapa hal berikut.

    Dilansir dari Premium Grounding, Mama bisa mengajak si Kecil merasakan kontak kulit langsung dengan rumput atau tanah yang bersih saat cuaca mendukung, sambil tetap diawasi penuh.

    Selain itu, Mama juga bisa menggunakan matras atau seprai grounding khusus bayi yang diletakkan di tempat tidur, tempat bermain, atau meja ganti popok.

    Mengutip Journal of Health Science and Prevention, pemasangan alat grounding harus memastikan kulit bayi bersentuhan langsung dengan media grounding di area tangan dan kaki, tanpa ada penghalang seperti kain atau baju di antaranya. 

    Peneliti juga tetap memantau kondisi bayi secara berkala dan siap membawa bayi ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda tidak nyaman, seperti demam atau sesak napas.

    Untuk keamanan ekstra, pastikan alat grounding yang Mama gunakan memang dirancang khusus untuk bayi dan dalam kondisi baik. Jangan lupa juga untuk selalu mendampingi si Kecil selama sesi grounding berlangsung, ya, Ma.

  5. Berapa Lama Bayi Boleh Melakukan Grounding?

    Berapa Lama Bayi Boleh Melakukan Grounding
    Pexels/Võ Văn Tiến

    Soal durasi, dikutip dari Journal of Health Science and Prevention, menggunakan protokol grounding selama 1 jam setiap hari selama 30 hari berturut-turut pada bayi prematur, dan hasilnya terbukti aman sekaligus efektif menurunkan lama sakit ISPA.

    Durasi tersbut digunakan dalam konteks penelitian dengan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan untuk mengukur berapa lama bayi prematur dalam melakukan grounding.

    Untuk penerapan sehari-hari di rumah, dilansir dari Premium Grounding, Mama disarankan memulai dengan sesi singkat sekitar 10–15 menit, terutama untuk bayi yang baru lahir. Durasinya bisa ditambah secara bertahap hingga 30 menit atau lebih seiring bertambahnya usia si Kecil.

    Yang lebih penting daripada durasi panjang adalah konsistensi. Lebih baik melakukan grounding sebentar tapi rutin setiap hari, daripada sesi panjang tetapi jarang dilakukan.

    Nah, itulah pembahasan mengenai umur berapa bayi bisa melakukan grounding? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More